MANAJEMEN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) DALAM PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI KECAMATAN SEPUTIH AGUNG KABUPATEN LAMPUNG TENGA

Maninda, Indah Trisanti (2026) MANAJEMEN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) DALAM PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI KECAMATAN SEPUTIH AGUNG KABUPATEN LAMPUNG TENGA. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI MANINDA BAB 1 2 DAPUS.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI MANINDA .pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial yang banyak terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah. Fenomena ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dari segi kesehatan, pendidikan, ekonomi, maupun keharmonisan rumah tangga. Oleh karena itu, peran Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai lembaga pemerintah yang menangani urusan pernikahan sangat penting dalam upaya pencegahan pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen Kantor Urusan Agama Kecamatan Seputih Agung dalam mencegah terjadinya pernikahan dini serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, serta masyarakat setempat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai pelaksanaan manajemen pencegahan pernikahan dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen Kantor Urusan Agama Kecamatan Seputih Agung dalam pencegahan pernikahan dini dilakukan melalui beberapa fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Upaya yang dilakukan antara lain melalui penyuluhan kepada masyarakat, bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, sosialisasi mengenai batas usia pernikahan, serta kerja sama dengan pemerintah desa, sekolah, dan tokoh masyarakat. Adapun faktor pendukung dalam pencegahan pernikahan dini meliputi adanya program pembinaan keluarga dan dukungan dari aparat desa, sedangkan faktor penghambat antara lain rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, faktor ekonomi, serta kuatnya budaya yang masih mendukung pernikahan usia muda. Dapat disimpulkan bahwa manajemen Kantor Urusan Agama Kecamatan Seputih Agung memiliki peran penting dalam upaya pencegahan pernikahan dini melalui berbagai program pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat. Namun, diperlukan peningkatan kerja sama lintas sektor serta kesadaran masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif. Kata kunci: Manajemen, Kantor Urusan Agama, Pencegahan, Pernikahan Dini, Masyarakat.ABSTRACT Early marriage remains a widespread social problem in various regions in Indonesia, including in Seputih Agung District, Central Lampung Regency. This phenomenon has the potential to cause various negative impacts, including on health, education, the economy, and marital harmony. Therefore, the role of the Religious Affairs Office (KUA), as the government agency responsible for marriage affairs, is crucial in preventing early marriage. This study aims to determine how the Seputih Agung District Religious Affairs Office manages early marriage prevention, including the factors that support and hinder its implementation. This study used a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation involving the head of the KUA, religious instructors, and the local community. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing to obtain a clear picture of the implementation of early marriage prevention management. The results indicate that the Seputih Agung District Religious Affairs Office's management of early marriage prevention is carried out through several management functions: planning, organizing, implementing, and monitoring. Efforts include community outreach, marriage counseling for prospective brides and grooms, outreach regarding marriage age limits, and collaboration with village governments, schools, and community leaders. Supporting factors in preventing early marriage include family training programs and support from village officials, while inhibiting factors include low levels of community education, economic factors, and a strong culture that still supports early marriage. It can be concluded that the management of the Seputih Agung District Religious Affairs Office plays a crucial role in preventing early marriage through various training and outreach programs for the community. However, increased cross-sectoral collaboration and public awareness are needed for prevention efforts to be more effective. Keywords: Management, Religious Affairs Office, Prevention, Early Marriage, Community.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Manajemen Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Manajemen Dakwah
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 17 Jun 2026 06:52
Last Modified: 17 Jun 2026 06:52
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44324

Actions (login required)

View Item View Item