DZAKY, HAFIZH MUTTAQIEN (2026) KEUTAMAAN AHLUL QUR’ĀN DALAM TAFSIR FĪ ẒILĀL AL-QUR’ĀN DI MA’HAD TAHFĪDZ DĀRUL HIDĀYAH KEMILING BANDAR LAMPUNG (KAJIAN LIVING QUR’ĀN). Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman bahwa Ahlul Qur’an bukan sekadar individu yang mampu membaca dan menghafal AlQur’an, tetapi mereka yang menginternalisasi nilai-nilainya dan mengaktualisasikannya dalam seluruh aspek kehidupan. Konsep keutamaan Ahlul Qur’an tersebut dijelaskan dalam Tafsir Fi Zilal alQur’an karya Sayyid Qutb, yang memandang Al-Qur’an sebagai manhaj hidup yang membentuk kesadaran spiritual, moral, dan sosial manusia. Dalam konteks tersebut, Ma'had Tahfidz Darul Hidayah Kemiling Bandar Lampung dipilih sebagai lokasi penelitian karena merepresentasikan lingkungan pendidikan berbasis tahfidz yang berupaya menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an melalui sistem pembinaan hafalan, ibadah, dan akhlak dalam kerangka living Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keutamaan Ahlul Qur’an dalam Tafsir Fi Zilal al-Qur’an serta mengkaji aktualisasinya dalam kehidupan santri di Ma'had Tahfidz Darul Hidayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Untuk memperkuat validitas temuan, digunakan teknik sampling terhadap sejumlah santri yang dipilih secara representatif berdasarkan tingkat hafalan, kedisiplinan, dan keterlibatan dalam aktivitas pesantren, guna mengukur sejauh mana nilai-nilai Ahlul Qur’an telah terinternalisasi dalam praktik keseharian mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi keutamaan Ahlul Qur’an di Ma'had Tahfidz Darul Hidayah terwujud melalui disiplin dalam hafalan dan murojaah, pembentukan etos mujahadah, pembiasaan ibadah seperti tahajjud dan dzikir, serta pembinaan akhlak melalui sistem Program Poin Santri (PPS). Kehidupan santri yang terstruktur menunjukkan bahwa Al-Qur’an menjadi pusat orientasi hidup mereka. Namun demikian, berdasarkan hasil analisis terhadap sampel santri yang diwawancarai, ditemukan bahwa sekitar 80% santri telah mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Ahlul Qur’an sesuai dengan konsep dalam Tafsir Fi Zilal al-Qur’an, sementara 20% lainnya belum sepenuhnya mencapai tingkat tersebut secara optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa proses pembentukan Ahlul Qur’an bersifat dinamis dan berkelanjutan, serta memerlukan integrasi antara hafalan, pemahaman, spiritualitas, dan pengamalan dalam kehidupan nyata ABSTRACT This study is based on the understanding that Ahlul Qur’an are not merely individuals who recite and memorize the Qur’an, but those who internalize its values and actualize them in all aspects of life. This concept is explained in Sayyid Qutb’s Fi Zilal al-Qur’an, which views the Qur’an as a comprehensive way of life shaping spiritual, moral, and social consciousness. In this context, Ma'had Tahfidz Darul Hidayah Kemiling Bandar Lampung was selected as the research site, as it represents a tahfidz-based educational environment that seeks to embody Qur’anic values through structured memorization, worship practices, and character formation within the framework of living Qur’an. This study aims to analyze the virtues of Ahlul Qur’an in Fi Zilal al-Qur’an and to examine their actualization in the daily lives of students at Ma'had Tahfidz Darul Hidayah. This research employs a qualitative field research approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. A sampling technique was used to select representative students based on their memorization level, discipline, and participation in institutional activities to assess how far the values of Ahlul Qur’an have been internalized. The findings indicate that the actualization of Ahlul Qur’an at Ma'had Tahfidz Darul Hidayah is reflected in disciplined memorization and revision practices, the development of a strong spirit of mujahadah, consistent worship routines, and character building through the student point system. The structured daily life of the students shows that the Qur’an becomes the central orientation of their lives. However, based on sampled interview data, approximately 80% of students have successfully actualized these values, while 20% have not yet fully achieved them. This suggests that becoming Ahlul Qur’an is a continuous process requiring integration between memorization, spirituality, and practice.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 07:06 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 07:06 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44296 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


