PERAN MUALAF CENTER INDONESIA (MUI) PROVINSI LAMPUNG KABUPATEN TANGGAMUS DALAM BIMBINGAN BACA TULIS DAN PEMAHAMAN AL-QUR’AN TERHADAP KOMUNITAS MUALAF

DINA NUR, OKTAVIANI (2026) PERAN MUALAF CENTER INDONESIA (MUI) PROVINSI LAMPUNG KABUPATEN TANGGAMUS DALAM BIMBINGAN BACA TULIS DAN PEMAHAMAN AL-QUR’AN TERHADAP KOMUNITAS MUALAF. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of Artikel Ilmiah Dina Nur Oktaviani.pdf] PDF
Download (2MB)

Abstract

Abstract Many mualaf in Tanggamus still struggle with basic Islamic teachings, including reading and writing Hijaiyah script and understanding the Qur'an, as well as practicing Islamic values like daily prayers. The MCI Lampung branch provides structured and continuous guidance, including Qur'an literacy programs, which are crucial for mualaf to better understand Islamic teachings, gain confidence in worship, and strengthen their religious solidarity. MCI's approach is holistic, integrating spiritual guidance, social support, and community-based strategies to help mualaf internalize Islamic teachings and build strong social connections within the Muslim community. The process of social identity transformation in mualaf involves categorization (recognizing themselves as part of the Muslim group), identification (internalizing Islamic values), and social comparison (building a positive self-image by comparing with other Muslims). This research is important because it addresses the significant problem of inadequate guidance for mualaf in Indonesia, a phenomenon often complicated by diverse cultural and social dynamics. While previous studies have focused on individual aspects of conversion, this research uniquely emphasizes the role of social support and community in accelerating the formation of social identity among mualaf. The novelty lies in its in-depth analysis of MCI's comprehensive strategies, which incorporate social identity theory to understand and facilitate the adaptation process of mualaf within their new religious context. The findings suggest that religious institutions and policymakers should prioritize structured and continuous guidance programs for mualaf, particularly in Qur'an literacy and Islamic character development. There is a need to strengthen the role of religious and community organizations in providing psychological and social support to ensure mualaf feel accepted and motivated during their integration process. Furthermore, integrating social identity theory into mualaf development programs can enhance a sense of belonging and religious solidarity, while regular evaluation of these programs is crucial to ensure their relevance and effectiveness. This research aims to analyze the strategies employed by the Mualaf Center Indonesia (MCI) Lampung branch in Tanggamus to assist converts (mualaf) in developing their social-religious identity. Specifically, it seeks to understand the role of MCI in providing guidance for reading, writing, and comprehending the Qur'an, and to explore the stages of social identity formation among mualaf through the lens of social identity theory. The study also intends to investigate the challenges faced by mualaf and the support mechanisms provided by MCI to help them adapt to their new religious identity and integrate into the Muslim community. The study employed a qualitative research approach with a case study design, focusing on field research to gather data and information from the community of converts. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The informants consisted of 10 individuals from the mualaf community and two MCI Lampung branch facilitators in Tanggamus. The data analysis utilized the Miles and Huberman model, involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The research was conducted in five sub-districts within Tanggamus Regency. Keywords: Mualaf, Islamic Guidance, Quranic Reading and Writing, Social Identity, Mualaf Center Indonesia. Abstrak Banyak mualaf di Tanggamus masih berjuang dengan ajaran dasar Islam, termasuk membaca dan menulis naskah Hijaiyah dan memahami Al-Qur'an, serta mempraktikkan nilai-nilai Islam seperti shalat harian. Cabang MCI Lampung memberikan bimbingan yang terstruktur dan berkelanjutan, termasuk program literasi Quran, yang sangat penting bagi mualaf untuk lebih memahami ajaran Islam, mendapatkan kepercayaan dalam ibadah, dan memperkuat solidaritas agama mereka. Pendekatan MCI bersifat holistik, mengintegrasikan bimbingan spiritual, dukungan sosial, dan strategi berbasis komunitas untuk membantu mualaf menginternalisasi ajaran Islam dan membangun hubungan sosial yang kuat dalam komunitas Muslim. Proses transformasi identitas sosial dalam mualaf melibatkan kategorisasi (mengakui diri mereka sebagai bagian dari kelompok Muslim), identifikasi (menginternalisasi nilai-nilai Islam), dan perbandingan sosial (membangun citra diri yang positif dengan membandingkan dengan Muslim lainnya). Penelitian ini penting karena membahas masalah signifikan bimbingan yang tidak memadai untuk mualaf di Indonesia, sebuah fenomena yang sering diperumit oleh dinamika budaya dan sosial yang beragam. Sementara penelitian sebelumnya telah berfokus pada aspek individu dari konversi, penelitian ini secara unik menekankan peran dukungan sosial dan komunitas dalam mempercepat pembentukan identitas sosial di antara mualaf. Kebaruan terletak pada analisis mendalam tentang strategi komprehensif MCI, yang menggabungkan teori identitas sosial untuk memahami dan memfasilitasi proses adaptasi mualaf dalam konteks agama baru mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa lembaga keagamaan dan pembuat kebijakan harus memprioritaskan program bimbingan yang terstruktur dan berkelanjutan untuk mualaf, terutama dalam literasi Quran dan pengembangan karakter Islam. Ada kebutuhan untuk memperkuat peran organisasi keagamaan dan komunitas dalam memberikan dukungan psikologis dan sosial untuk memastikan mualaf merasa diterima dan termotivasi selama proses integrasi mereka. Selanjutnya, mengintegrasikan teori identitas sosial ke dalam program pengembangan mualaf dapat meningkatkan rasa memiliki dan solidaritas agama, sementara evaluasi rutin program-program ini sangat penting untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan oleh Mualaf Center Indonesia (MCI) cabang Lampung di Tanggamus untuk membantu mualaf dalam mengembangkan identitas sosial-religius mereka. Secara khusus, ini berusaha untuk memahami peran MCI dalam memberikan bimbingan untuk membaca, menulis, dan memahami Al-Qur'an, dan untuk mengeksplorasi tahapan pembentukan identitas sosial di antara mualaf melalui lensa teori identitas sosial. Studi ini juga bermaksud untuk menyelidiki tantangan yang dihadapi oleh mualaf dan mekanisme dukungan yang disediakan oleh MCI untuk membantu mereka beradaptasi dengan identitas agama baru mereka dan berintegrasi ke dalam komunitas Muslim. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, dengan fokus pada penelitian lapangan untuk mengumpulkan data dan informasi dari komunitas orang yang bertobat. Teknik pengumpulan data termasuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Para informan terdiri dari 10 orang dari komunitas mualaf dan dua fasilitator cabang MCI Lampung di Tanggamus. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang melibatkan pengurangan data, tampilan data, dan pengambilan kesimpulan. Penelitian dilakukan di lima kecamatan di Kabupaten Tanggamus. Kata kunci: Mualaf, Bimbingan Islam, Baca Tulis Al-Qur'an, Identitas Sosial, Mualaf Center Indonesia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 15 Jun 2026 06:47
Last Modified: 15 Jun 2026 06:47
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44295

Actions (login required)

View Item View Item