Muhammad, Ridho (2026) Pendekatan Konseling Sufistik dalam Mengatasi Homesickness Pada Santri di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (7MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Pendekatan Konseling Sufistik dalam Mengatasi Homesickness Pada Santri di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 Oleh: Muhammad Ridho Fenomena homesickness pada santri baru di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 menjadi salah satu hambatan dalam proses adaptasi. Gejalanya tampak pada aspek kognitif berupa pikiran berulang tentang rumah dan keluarga yang mengganggu konsentrasi belajar, aspek perilaku seperti menurunnya semangat, sikap pasif, serta kesulitan membangun relasi sosial, dan aspek emosional berupa kecemasan, mudah marah, ketidakpuasan, hingga gejala depresi. Kondisi ini sejalan dengan teori Tilburg, Fisher, dan Hood yang menjelaskan bahwa homesickness dapat memengaruhi prestasi akademik dan kualitas hidup individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami pengalaman, persepsi, dan respons santri terhadap pelaksanaan halaqah sebagai bentuk konseling sufistik. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap santri baru yang mengalami homesickness, serta mudabbir dan ustadz pembimbing di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling sufistik melalui halaqah memberikan perubahan positif pada aspek kognitif, perilaku, emosional, dan spiritual. Santri mampu mengelola kerinduan terhadap rumah dengan lebih baik, meningkatkan fokus belajar, menjadi lebih aktif dalam kegiatan pondok, serta membangun hubungan sosial yang lebih baik. Selain itu, kondisi emosional menjadi lebih stabil, ditandai dengan meningkatnya ketenangan, rasa percaya diri, dan semangat beraktivitas. Pada aspek spiritual, santri mampu memaknai kerinduan sebagai ujian yang membentuk kedewasaan dan ketahanan jiwa sehingga melahirkan sikap menerima, tenang, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling sufistik melalui halaqah efektif dalam mengurangi homesickness, mempercepat adaptasi santri, meningkatkan kemandirian dan kedisiplinan, serta mendukung perkembangan spiritual secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pendekatan ini layak dikembangkan sebagai model pendampingan santri di pesantren modern. Kata Kunci: Konseling Sufistik, Homesickness, Halaqah, Tazkiyah al-Nafs.ABSTRACT A Sufi Counseling Approach to Addressing Homesickness in Students at Darussalam Gontor Modern Islamic Boarding School, Campus 7 By: Muhammad Ridho Homesickness among new students at Pondok Modern Darussalam Gontor Campus 7 is a significant issue that hinders the adaptation process. Its symptoms appear in cognitive aspects, such as recurring thoughts about home and family that interfere with learning concentration; behavioral aspects, including decreased motivation, passive attitudes, and difficulties in establishing new social relationships; and emotional aspects, such as anxiety, irritability, dissatisfaction, and depressive symptoms. This condition is consistent with the theories of Tilburg, Fisher, and Hood, which suggest that homesickness can negatively affect academic performance and overall quality of life. This study employed a qualitative approach to gain an in-depth understanding of students‟ experiences, perceptions, and responses toward halaqah activities as a form of Sufistic counseling. Primary data were collected through interviews and observations involving new students experiencing homesickness, as well as mudabbirs and supervising teachers at Pondok Modern Darussalam Gontor Campus 7. The findings reveal that Sufistic counseling through halaqah brought positive changes in cognitive, behavioral, emotional, and spiritual dimensions. Students became more capable of managing their longing for home, improved their learning focus, participated more actively in boarding school activities, and developed more meaningful social relationships. Furthermore, their emotional condition became more stable, as indicated by increased calmness, self-confidence, and enthusiasm in daily activities. Spiritually, students were able to reinterpret their homesickness as a test that fostered personal growth and spiritual maturity, leading to inner peace, acceptance, and a stronger relationship with Allah SWT. This study concludes that Sufistic counseling through halaqah is effective in reducing homesickness, facilitating the adaptation process, promoting psychological independence and discipline, and supporting sustainable spiritual development. Therefore, this approach is recommended as a continuous counseling model for students in modern Islamic boarding schools. Keywords: Sufistic Counseling, Homesickness, Halaqah, Tazkiyat al-Nafs.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Tasawuf dan Psikoterapi |
| Divisions: | Psikologi Islam > Tasawuf dan Psikoterapi |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 06:09 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 06:09 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44234 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


