ADILA, MARIA ULFA (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN (Studi Kasus di Desa Katibung, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Pelecehan seksual dalam lingkup keluarga terjadi secara nyata di Desa Katibung, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Kasus yang diteliti melibatkan istri yang sedang hamil anak pertama mengalami pelecehan seksual dari ayah mertua tiri. Suami tidak membela istri sehingga istri pulang ke rumah orang tuanya dan tidak mau kembali karena trauma. Kondisi perpisahan yang berlarut-larut ini akhimya berujung pada talak secara agama dan cerai resmi di Pengadilan Agama. Penelitian ini bertujuan mengkaji: (1) bentuk pelecehan seksual yang menjadi alasan perceraian beserta kronologi dan dampaknya, dan (2) kedudukan pelecehan seksual sebagai alasan perceraian dalam perspektif hukum keluarga Islam Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif field research normatif-empiris dengan wawancara mendalam terhadap empat informan yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bentuk pelecehan seksual berupa pelecehan fisik, verbal, dan pemaksaan seksual oleh ayah mertua tiri saat istri hamil, yang menyebabkan trauma dan ketidakberpihakan suami hingga berujung perceraian.pelecehan seksual saat istri hamil menimbulkan dharar yang mengancam jiwa, akal, dan kehormatan korban. Dalam hukum keluarga Islam, kondisi ini bertentangan dengan Maqāṣid asy-Syarī„ah sehingga talak dan perceraian yang terjadi adalah sah. ABSTRACT Sexual harassment within the family occurs as a social reality in Katibung Village, Sidomulyo District, South Lampung Regency. The case involves a wife pregnant with her first child who experienced sexual harassment from her stepfather-in-law. The husband failed to defend his wife, causing her to return to her parents' home and refuse to go back due to trauma. This prolonged separation eventually led to talak and official divorce at the Religious Court. This study examines: (1) forms of sexual harassment as grounds for divorce including chronology and impact, and (2) the legal position of sexual harassment as groundsfor divorce in Islamic family law. This research employs a qualitativenorm tive-empirical field research approach with in-depth interviews of four informants selected by purposive sampling. The form of sexual harassment is physical, verbal, and sexual coercion by the stepfather-in-law when the wife is pregnant, which causes trauma and the husband's lack of support, leading to divorce. Results show that sexual harassment during pregnancy caused dharar threatening the victim's life, intellect, and honor. In Islamic family law, this contradicts Maqāṣid asy-Syarī„ah, making the talak and divorce legally valid.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 04:24 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 04:24 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44188 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


