Puji, Amelia Sari (2026) INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM MENUMBUHKAN KEPEKAAN SOSIAL PADA PESERTA DIDIK DI MTS UNWANUL FALAH PUNDUH PEDADA PESAWARAN. Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (8MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya sikap empati dan kepedulian sosial peserta didik yang tercermin dari perilaku acuh, kurang sopan terhadap guru, serta rendahnya partisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan madrasah. Internalisasi nilai-nilai Islam dipandang sebagai upaya strategis dalam membentuk kepekaan sosial peserta didik melalui proses penanaman nilai yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai Islam dalam membentuk kepekaan sosial peserta didik di MTs Unwanul Falah Punduh Pedada, yang meliputi tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi Kepala Madrasah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Akidah Akhlak, Fikih, Al-Qur‟an Hadis, dan Sejarah Kebudayaan Islam), guru mata pelajaran umum, staf tata usaha, serta peserta didik MTs Unwanul Falah Punduh Pedada. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat internalisasi nilai-nilai Islam pada setiap jenjang kelas. Peserta didik kelas VII cenderung masih malu dan takut dalam mengekspresikan perilaku sosial. Peserta didik kelas VIII berada pada fase labil, relatif sulit dinasihati, dan membutuhkan bimbingan serta keteladanan dari guru. Sementara itu, peserta didik kelas IX menunjukkan internalisasi nilai yang lebih matang, ditandai dengan sikap mandiri, empatik, konsisten dalam berperilaku sesuai nilai-nilai Islam, serta responsif terhadap lingkungan sosial. Proses internalisasi nilai berlangsung melalui transaksi nilai berupa interaksi dua arah antara guru dan peserta didik yang menumbuhkan empati, sopan santun, dan tanggung jawab sosial, serta tahap transinternalisasi di mana sebagian peserta didik telah menjadikan nilai-nilai Islam sebagai bagian dari kepribadian yang tercermin dalam kesadaran berbuat baik tanpa paksaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam di MTs Unwanul Falah berkontribusi dalam meningkatkan kepekaan sosial peserta didik, meskipun masih diperlukan pembiasaan yang berkelanjutan serta sinergi antara madrasah, orang tua, dan lingkungan masyarakat. ABSTRACT This research is motivated by the phenomenon of declining empathy and social care attitudes of students reflected in indifferent behavior, lack of courtesy towards teachers, and low participation in social activities in the madrasah environment. Internalization of Islamic values is seen as a strategic effort in shaping students' social sensitivity through a continuous process of value cultivation. The purpose of this study is to analyze and describe the process of internalizing Islamic values in shaping students' social sensitivity at Islamic Junior High School of Unwanul Falah Punduh Pedada, which includes the stages of transformation of values, transaction of values, and internalization of values. The method used is field research with a qualitative descriptive approach. Data collection techniques were conducted through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The research informants included the Head of Madrasah, Deputy Head of Curriculum, Islamic Education subject teachers (Akidah Akhlak, Fikih, Al-Qur'an Hadis, and Islamic Cultural History), general subject teachers, administrative staff, and students of MTs Unwanul Falah Punduh Pedada. Data analysis techniques use data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while data validity checks are carried out through source triangulation. The results of the research showed that there are differences in the level of internalization of Islamic values at each grade level. The students in grade VII tend to be shy and afraid in expressing social behavior. The students in grade VIII are in an unstable phase, relatively difficult to advise, and need guidance and role models from teachers. Meanwhile, the students in grade IX show a more mature internalization of values, marked by an independent attitude, empathy, consistency in behaving according to Islamic values, and responsiveness to the social environment. The process of value internalization takes place through value transactions in the form of two-way interactions between teachers and students that foster empathy, courtesy, and social responsibility, as well as the internalization stage where some students have made Islamic values part of their personality which is reflected in the awareness of doing good without compulsion. This research concludes that the internalization of Islamic values at MTs Unwanul Falah contributes to increasing the social sensitivity of students, although sustainable habituation and synergy between madrasah, parents, and the public environment are still needed.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama islam |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Ilmu Tarbiyah dan Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 07:10 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 07:10 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44134 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


