OPTIMALISASI FUNGSI LUMBUNG PANGAN DALAM UPAYA MENGATASI KEMISKINAN PADA MASYARAKAT DESA AMBARAWA BARAT KECAMATAN AMBARAWA PRINGSEWU

GALUH, DIANA SARI (2026) OPTIMALISASI FUNGSI LUMBUNG PANGAN DALAM UPAYA MENGATASI KEMISKINAN PADA MASYARAKAT DESA AMBARAWA BARAT KECAMATAN AMBARAWA PRINGSEWU. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of BAB I DAN II DAPUS LAMPIRAN (2).pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI GALUH DIANA SARI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Kemiskinan di pedesaan hingga saat ini masih menjadi masalah mendasar yang belum sepenuhnya teratasi. Salah satunya terjadi di Desa Ambarawa Barat, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Ketergantungan pada hasil pertanian yang sifatnya musiman serta minimnya pengetahuan tentang manajemen hasil panen menyebabkan masyarakat sulit memiliki cadangan pangan untuk masa paceklik. Salah satu bentuk kearifan lokal yang sebenarnya dapat membantu adalah lumbung pangan desa. Namun, keberadaan lumbung pangan di Desa Ambarawa Barat belum dimanfaatkan secara optimal sebagai instrumen pengentasan kemiskinan. Hal ini terlihat dari rendahnya partisipasi anggota, minimnya regenerasi pengurus, hingga pengelolaan yang masih tradisional dan kurang transparan. Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research), dan penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian in menggunakan pendekatan kualitatif, teknik yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data adalah menggunakan metode wawancara tatap muka langsung dengan informan, observasi langsung ke lapangan, dan Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Ketua Lumbung Pangan yankni Bapak Joko Waluyo, bendharanya adalah Ibu Hj Ratim, anggota aktif Bapak Ahmad Suhadi , sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen desa serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lumbung pangan berperan penting sebagai cadangan pangan saat musim paceklik dan membantu anggota melalui skema pinjaman gabah. Namun, fungsinya belum berjalan maksimal akibat kurangnya pemahaman masyarakat, pencatatan yang belum rapi, serta minimnya pelatihan dan pendampingan. Faktor pendukung efektivitas lumbung pangan adalah semangat gotong royong, komunikasi terbuka, serta pengurus yang aktif. Dengan peningkatan pengelolaan dan kesadaran masyarakat, lumbung pangan berpotensi lebih besar dalam mengentaskan kemiskinan. Kata Kunci : Lumbung pangan, kemiskinan, ketahanan pangan, partisipasi masyarakat. ABSTRACT Poverty in rural areas remains a fundamental issue that has not yet been fully resolved. One example is found in Ambarawa Barat Village, Ambarawa Subdistrict, Pringsewu Regency, where the majority of residents work as farmers. The community’s dependence on seasonal agricultural yields, along with limited knowledge of postharvest management, makes it difficult for them to have food reserves for lean seasons. One form of local wisdom that could actually help is the village food barn However, the existence of the food barn in Ambarawa Barat Village has not been optimally utilized as an instrument for poverty alleviation. This is reflected in the low participation of members, limited regeneration of management, and traditional and less transparent management practices. The type of research used in this study is field research, and it is descriptive in nature. This research applies a qualitative approach. Data collection techniques used by the researcher include direct faceto-face interviews with informants and direct observation in the field. Primary data were obtained through in-depth interviews with the Head of the Food Barn, Mr. Joko Waluyo; the Treasurer, Mrs. Hj Ratimah; and an active member, Mr. Ahmad Suhadi. Secondary data were collected from village documents and relevant literature. The results show that the food barn plays an important role as a food reserve during lean seasons and helps members through a rice loan scheme. However, its function has not yet been fully optimized due to limited community understanding, incomplete record-keeping, and a lack of training and mentoring. Supporting factors for the food barn’s effectiveness include the spirit of mutual cooperation open communication, and active management. With improved management and increased community awareness, the food barn has greater potential to contribute to poverty alleviation. Keywords : Food barn, poverty, food security, community participation.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pengembangan Masyarakat Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 25 May 2026 07:52
Last Modified: 25 May 2026 07:52
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44038

Actions (login required)

View Item View Item