PEMAKAIAN BAHASA DAERAH DALAM AKTIVITAS KOMUNIKASI GUNA MENINGKATKAN UKHUWAH ISLAMIYAH DI DESA KEMALA RAJA KECAMATAN TANJUNG RAJA LAMPUNG UTARA

MUHAMMAD, YAZID AZHAR (2026) PEMAKAIAN BAHASA DAERAH DALAM AKTIVITAS KOMUNIKASI GUNA MENINGKATKAN UKHUWAH ISLAMIYAH DI DESA KEMALA RAJA KECAMATAN TANJUNG RAJA LAMPUNG UTARA. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 M YAZID.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI M YAZID AZHAR.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Bahasa merupakan sarana utama komunikasi yang berperan menyampaikan nilai budaya dan ajaran Islam, termasuk dalam aktivitas dakwah. Penggunaan bahasa daerah dinilai mampu memperkuat pemahaman dan ukhuwah Islamiyah karena lebih mudah diterima masyarakat. Namun, modernisasi menyebabkan penggunaan bahasa daerah mulai menurun di Desa Kemala Raja. Kondisi ini mendorong perlunya penelitian mengenai peran bahasa daerah dalam komunikasi dakwah untuk menjaga persaudaraan dan nilai sosial keislaman masyarakat. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pemakaian Bahasa Daerah dalam Aktivitas Komunikasi Guna Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah di Desa Kemala Raja Kecamatan Tanjung Raja Lampung Utara.” Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemakaian bahasa daerah Lampung Pepadun dalam aktivitas komunikasi di Desa Kemala Raja Kecamatan Tanjung Raja Lampung Utara. Dan untuk mengetahui Ukhuwah Islamiyah masyarakat Desa Kemala Raja Kecamatan Tanjung Raja Lampung Utara. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dan bersifat deskriptif. Informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang yakni 1 orang Kepala Desa, 3 orang Tokoh Adat, 3 orang Tokoh Masyarakat, dan 3 orang masyarakat Desa Kemala Raja Kecamatan Tanjung Raja Lampung Utara. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengemukakan Pemakaian bahasa daerah di Desa Kemala Raja, Kecamatan Tanjung Raja, Lampung Utara termasuk dalam komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, dan lintas generasi. Bahasa daerah berfungsi sebagai alat komunikasi utama, sarana menjaga identitas budaya, dan media mempererat hubungan sosial. Penggunaan bahasa ini terlihat intensif di keluarga, interaksi sosial, serta kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Masyarakat mampu menyesuaikan bahasa dengan situasi dan lawan bicara, sambil menanamkan nilai kesopanan dan norma budaya. Bahasa daerah juga mencerminkan unsur komunikasi secara lengkap komunikator, pesan, media, komunikan, efek, dan umpan balik menjadi media efektif yang menghasilkan hubungan harmonis, minim konflik, serta persatuan dan kebersamaan yang kuat. Ukhuwah Islamiyah di Desa Kemala Raja, Kecamatan Tanjung Raja, Lampung Utara, telah terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat, tercermin melalui sikap saling menghormati, tolong-menolong, menjaga silaturahmi, menghindari konflik, serta menumbuhkan persatuan dan kebersamaan. Bahasa daerah berperan sebagai media komunikasi utama yang menyampaikan pesan sekaligus menanamkan nilai etika, adab, dan penghargaan terhadap perbedaan, mempererat kedekatan emosional, memfasilitasi interaksi harmonis, dan mendukung penyelesaian masalah secara musyawarah, sehingga masyarakat hidup rukun, damai, dan kompak. Kata kuci : Komunikasi, Bahasa Daerah, Ukhuwah Islamiyah. ABSTRACT Language is the primary means of communication that plays a role in conveying cultural values and Islamic teachings, including in da'wah activities. The use of regional languages is considered capable of strengthening understanding and Islamic brotherhood because it is more easily accepted by the community. However, modernization has caused the use of regional languages to begin to decline in Kemala Raja Village. This condition encourages the need for research on the role of regional languages in da'wah communication to maintain brotherhood and Islamic social values in the community. Based on the background of the problem, the author is interested in conducting a study entitled "The Use of Regional Languages in Communication Activities to Increase Islamic Brotherhood in Kemala Raja Village, Tanjung Raja District, North Lampung." The purpose of this study is to examine the use of the Lampung Pepadun regional language in communication activities in Kemala Raja Village, Tanjung Raja District, North Lampung. And to determine the Islamic Brotherhood of the people of Kemala Raja Village, Tanjung Raja District, North Lampung. This research is field research and is descriptive in nature. This study involved 10 informants: one village head, three traditional leaders, three community leaders, and three members of the Kemala Raja Village community in Tanjung Raja District, North Lampung. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results suggest that the use of regional languages in Kemala Raja Village, Tanjung Raja District, North Lampung, includes interpersonal, group, and cross-generational communication. Regional languages serve as the primary means of communication, a means of maintaining cultural identity, and a medium for strengthening social ties. This language use is seen intensively in family settings, social interactions, and religious and community activities. The community adapts language to the situation and the interlocutor, while instilling values of politeness and cultural norms. Regional languages also reflect the complete elements of communication: communicator, message, medium, recipient, effect, and feedback, creating an effective medium that fosters harmonious relationships, minimizes conflict, and fosters strong unity and togetherness. Islamic brotherhood in Kemala Raja Village, Tanjung Raja District, North Lampung, has been internalized in community life, reflected in attitudes of mutual respect, mutual assistance, maintaining relationships, avoiding conflict, and fostering unity and togetherness. Regional languages serve as the primary means of communication, conveying messages while instilling ethical values, etiquette, and respect for differences. They strengthen emotional closeness, facilitate harmonious interactions, and support problemsolving through deliberation, enabling the community to live in harmony, peace, and unity. Keywords: Communication, Regional Languages, Islamic Brotherhood.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 25 May 2026 03:39
Last Modified: 25 May 2026 03:39
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44010

Actions (login required)

View Item View Item