SEPTIANA, SARI (2026) EFEKTIVITAS KOMUNIKASI SIMBOLIK TUGU KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DALAM MENINGKATKAN TOLERANSI PADA MASYARAKAT PANJANG UTARA BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Keberagaman agama merupakan realitas sosial yang berpotensi melahirkan harmoni maupun konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Masyarakat Panjang Utara, Kota Bandar Lampung, dikenal sebagai wilayah yang multikultural dan relatif harmonis dalam kehidupan antarumat beragama. Keberadaan Tugu Kerukunan Umat Beragama menjadi simbol yang merepresentasikan nilai toleransi dan persatuan di tengah keberagaman tersebut. Namun demikian, penting untuk dikaji sejauh mana tugu tersebut efektif sebagai media komunikasi simbolik dalam meningkatkan toleransi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi simbolik Tugu Kerukunan Umat Beragama dalam meningkatkan toleransi masyarakat Panjang Utara, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead dengan tiga indikator utama, yaitu mind, self, dan society, untuk memahami proses pemaknaan simbolik terhadap Tugu Kerukunan Umat Beragama. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia, tokoh masyarakat, aparat pemerintah setempat, serta tokoh-tokoh agama. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tugu Kerukunan Umat Beragama tidak secara langsung menciptakan sikap toleransi baru, melainkan berperan sebagai simbol penguat, pengingat, dan penjaga nilai-nilai toleransi yang telah hidup di tengah masyarakat Panjang Utara. Melalui aspek mind, tugu dipahami sebagai simbol kerukunan; melalui aspek self, tugu membentuk kesadaran dan sikap individu untuk bersikap toleran; dan melalui aspek society, tugu memperkuat praktik sosial kerukunan, kerja sama lintas agama, serta harmoni sosial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa komunikasi simbolik Tugu Kerukunan Umat Beragama efektif dalam memperkuat dan menjaga toleransi masyarakat Panjang Utara secara berkelanjutan. Kata Kunci: Komunikasi Simbolik, Tugu Kerukunan Umat Beragama, Toleransi, Kerukunan antarumat Beragama, Masyarakat Multikultural. ABSTRACT Religious diversity is a social reality that can lead to either harmony or conflict if it is not managed properly. Panjang Utara, Bandar Lampung, is known as a multicultural area where interreligious life remains relatively harmonious. The existence of the Interfaith Harmony Monument serves as a symbolic representation of tolerance and unity within this diversity. However, it is important to examine the extent to which this monument functions effectively as a medium of symbolic communication in enhancing social tolerance. This study aims to analyze the effectiveness of symbolic communication of the Interfaith Harmony Monument in increasing tolerance among the community of Panjang Utara, Bandar Lampung. This research employs George Herbert Mead’s Symbolic Interactionism theory, focusing on three main indicators: mind, self, and society, to understand the process through which the monument is socially interpreted. A qualitative descriptive approach was applied in this study. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, involving community members from various age groups, community leaders, local government officials, and religious leaders. Data analysis was conducted using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Interfaith Harmony Monument does not directly create new attitudes of tolerance but functions as a reinforcing, reminding, and sustaining symbol of tolerance values that already exist within the Panjang Utara community. Through the mind aspect, the monument is understood as a symbol of harmony; through the self aspect, it shapes individual awareness and tolerant attitudes; and through the society aspect, it strengthens social practices of interreligious interaction, cross-faith cooperation, and social harmony. Therefore, it can be concluded that the symbolic communication of the Interfaith Harmony Monument is effective in reinforcing and maintaining community tolerance in Panjang Utara. Keywords: Symbolic Communication, Interfaith Harmony Monument, Tolerance, Interfaith Harmony, Multicultural Society.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 21 May 2026 07:50 |
| Last Modified: | 21 May 2026 07:50 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43991 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


