DAVID, PERMANA (2026) IMPLEMENTASI PASAL 17 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGGAMUS NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN LINGKUNGAN PERSPEKTIF FIQH SIYĀSAH (Studi di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Kebersihan adalah kondisi bebas dari kotoran seperti debu, sampah, dan bau yang mengganggu kenyamanan lingkungan. Berdasarkan Pasal 17 Peraturan Kabupaten Tanggamus Nomor 2 Tahun 2010 tentang Kebersihan dan Keindahan Lingkungan, disebutkan bahwa terciptanya keindahan lingkungan harus dilaksanakan secara terpadu antara pemerintah dan masyarakat. Setiap individu atau badan bertanggung jawab atas kebersihan, termasuk kewajiban untuk tidak membuang sampah atau limbah secara sembarangan ke jalan, sungai, laut, atau selokan. Namun pada kenyataanya di lapangan masih terdapat masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana implementasi pasal 17 peraturan Daerah Kabupaten tanggamus Nomor 2 tahun 2010 tentang kebersihan dan keindahan lingkungan? Bagaimana pandangan fiqh Siyāsah tanfidziyah terhadap pelaksanaan implementasi pasal 17 peraturan Daerah Kabupaten tanggamus Nomor 2 tahun 2010 tentang kebersihan dan keindahan lingkungan? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dan sifat penelitiannya deskriptif, sumber datanya berasal dari hasil penelitian lapangan dan kepustakaan. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara observasi, dan dokumentasi, kemudian analisa data dilakukan dengan penyajian data, reduksi data, dan penyajian hasil penelitian. Berdasarkan hasil analisis terhadap implementasi Pasal 17 Peraturan Kabupaten Tanggamus Nomor 2 Tahun 2010 tentang Kebersihan dan Keindahan Lingkungan, dapat disimpulkan bahwa kebijakan ini telah berjalan dengan baik dan melibatkan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tanggamus telah melakukan berbagai upaya dalam mengelola kebersihan dan keindahan lingkungan, seperti edukasi masyarakat, penyediaan infrastruktur kebersihan, serta penegakan aturan dan sanksi bagi pelanggar. Namun, masih terdapat beberapa tantangan dalam penerapannya, terutama terkait dengan kesadaran masyarakat dan keterbatasan pengawasan pemerintah. Dalam perspektif Fiqh Siyāsah Tanfidziyah, kebijakan ini mencerminkan upaya untuk mengelola dan menjaga kemaslahatan masyarakat melalui peraturan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Oleh karena itu, kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi kehidupan. ABSTRAK Kebersihan adalah kondisi bebas dari kotoran seperti debu, sampah, dan bau yang mengganggu kenyamanan lingkungan. Berdasarkan Pasal 17 Peraturan Kabupaten Tanggamus Nomor 2 Tahun 2010 tentang Kebersihan dan Keindahan Lingkungan, disebutkan bahwa terciptanya keindahan lingkungan harus dilaksanakan secara terpadu antara pemerintah dan masyarakat. Setiap individu atau badan bertanggung jawab atas kebersihan, termasuk kewajiban untuk tidak membuang sampah atau limbah secara sembarangan ke jalan, sungai, laut, atau selokan. Namun pada kenyataanya di lapangan masih terdapat masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana implementasi pasal 17 peraturan Daerah Kabupaten tanggamus Nomor 2 tahun 2010 tentang kebersihan dan keindahan lingkungan? Bagaimana pandangan fiqh Siyāsah tanfidziyah terhadap pelaksanaan implementasi pasal 17 peraturan Daerah Kabupaten tanggamus Nomor 2 tahun 2010 tentang kebersihan dan keindahan lingkungan? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dan sifat penelitiannya deskriptif, sumber datanya berasal dari hasil penelitian lapangan dan kepustakaan. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara observasi, dan dokumentasi, kemudian analisa data dilakukan dengan penyajian data, reduksi data, dan penyajian hasil penelitian. Berdasarkan hasil analisis terhadap implementasi Pasal 17 Peraturan Kabupaten Tanggamus Nomor 2 Tahun 2010 tentang Kebersihan dan Keindahan Lingkungan, dapat disimpulkan bahwa kebijakan ini telah berjalan dengan baik dan melibatkan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tanggamus telah melakukan berbagai upaya dalam mengelola kebersihan dan keindahan lingkungan, seperti edukasi masyarakat, penyediaan infrastruktur kebersihan, serta penegakan aturan dan sanksi bagi pelanggar. Namun, masih terdapat beberapa tantangan dalam penerapannya, terutama terkait dengan kesadaran masyarakat dan keterbatasan pengawasan pemerintah. Dalam perspektif Fiqh Siyāsah Tanfidziyah, kebijakan ini mencerminkan upaya untuk mengelola dan menjaga kemaslahatan masyarakat melalui peraturan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Oleh karena itu, kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi kehidupan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 21 May 2026 02:38 |
| Last Modified: | 21 May 2026 02:38 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43975 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


