CHARISMA, ADINDA (2026) PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF BUYA HAMKA DAN QURAISH SHIHAB SERTA RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER. Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (7MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji konsep pendidikan Islam dari perspektif Buya Hamka dan Muhammad Quraish Shihab, serta relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer, dengan fokus pada interpretasi mengenai nilai-nilai pendidikan Islam. Metode penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) kualitatif yang mendalam, dilakukan melalui pencarian yang akurat dan sistematis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder. Pengumpulan data melibatkan wawancara, focus group discussions, observasi, dan analisis dokumen. Data primer dianalisis dari karya-karya tafsir kedua tokoh, Tafsir Al-Azhar oleh Buya Hamka dan Tafsir Al-Mishbah oleh M. Quraish Shihab. Sementara data sekunder mencakup buku, jurnal ilmiah, tesis, dan artikel relevan yang telah diseleksi secara cermat untuk menemukan makna, keterkaitan, dan perbandingan pemikiran. Hasil penelitian yang diperoleh melalui analisis mendalam ini menunjukkan bahwa Buya Hamka menekankan pendidikan sebagai upaya untuk memaksimalkan pertumbuhan dan penguatan pribadi, khususnya dalam mengembangkan kecerdasan spiritual dan moralitas. Hamka juga berpendapat bahwa inti ajaran Islam adalah tauhid. Quraish Shihab berfokus pada pembentukan manusia secara individu dan kelompok agar mampu menjalankan fungsi sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi, yang mencakup aspek kepemimpinan dan moderasi beragama. Quraish Shihab juga menekankan pentingnya membaca, belajar, dan pengetahuan sebagai dasar pembentukan karakter dan moral dalam pendidikan. Beliau memandang tafsir Al-Mishbah sebagai upaya untuk memahami Al-Qur'an secara kontekstual, tidak hanya terpaku pada teks, agar pesan-pesannya dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Kedua pandangan tersebut, meskipun memiliki penekanan yang sedikit berbeda, tetap sangat relevan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat secara moral di era digital dan society 5.0 yang penuh tantangan ini. Interpretasi oleh kedua tokoh secara konsisten memberikan nilai-nilai pendidikan yang lebih bermakna. ABSTRACT This study examines the concept of Islamic education from the perspective of Buya Hamka and Muhammad Quraish Shihab, and its relevance to contemporary Islamic education, with a focus on the interpretation of Islamic educational values. The research method is an in-depth qualitative library research study, conducted through an accurate and systematic search of primary and secondary sources. Data collection involved interviews, focus group discussions, observation, and document analysis. Primary data were analyzed from the tafsir works of both figures, Tafsir Al-Azhar by Buya Hamka and Tafsir Al-Mishbah by M. Quraish Shihab. Meanwhile, secondary data includes books, scientific journals, theses, and relevant articles that have been carefully selected to find meaning, relationships, and comparisons of thought. The results of the research obtained through this in-depth analysis show that Buya Hamka emphasized education as an effort to maximize personal growth and empowerment, particularly in developing spiritual intelligence and morality. Hamka also believes that the core of Islamic teachings is monotheism. Quraish Shihab focuses on the formation of individuals and groups to be able to fulfill their roles as servants and caliphs of Allah on earth, encompassing aspects of leadership and religious moderation. Quraish Shihab also emphasizes the importance of reading, learning, and knowledge as the basis for character and moral formation in education. He views the interpretation of Al-Mishbah as an effort to understand the Qur'an contextually, not just focused on the text, so that its messages can be applied in real life. Both views, despite having slightly different emphases, remain highly relevant for shaping a young generation that is not only intellectually intelligent but also morally strong in this challenging digital era and society 5.0. The interpretations by both figures consistently provide more meaningful educational values.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama islam |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Ilmu Tarbiyah dan Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 May 2026 02:40 |
| Last Modified: | 18 May 2026 02:40 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43851 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


