TEDI, ARDIYANSAH (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI WETON YANG BERDAMPAK PADA REZEKI KELUARGA (Studi Pada Masyarakat Adat Jawa di Desa Suka Menanti Kecamatan Bukit Kemuning Lampung Utara). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Tradisi masyarakat Jawa dalam menentukan berjodoh atau tidaknya melalui perhitungan weton, namun, ada yang berbeda dalam masyarakat jawa desa suka menanti, weton tidak hanya digunakan untuk perjodohan atau hari baik, melainkan menentukan baik buruknya rezeki pasca pernikahan. Maka dari itu penulis ingin melakukan penelitian tentang bagaimana praktik dari tradisi weton dalam penentuan rezeki keluarga pada masyarakat adat jawa desa suka menanti? dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap tradisi weton yang berdampak pada rezeki keluarga dalam masyarakat adat jawa desa suka menanti? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan jenis penelitiannya merupakan penelitian lapangan (field research) yang dilakukan dengan cara menggali informasi untuk mendapatkan data langsung dari lapangan penelitian dengan lokasi penelitian di Desa Suka Menanti Kecamatan Bukit Kemuning Lampung Utara. Kriteria data yang didapatkan berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara langsung, studi pustaka setelah itu data tersebut dianalisis. Adapun hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan 1). Praktik mengenai perhitungan weton pertama harus mencari tahu terlebih dahulu weton dari masing-masing calon calon pengantin, kemudian dilakukan perhitungan dasar, ketentuan khusus dan terakhir penyesuaian. Namun perhitungan ini hanya untuk menghargai peninggalan nenek moyang dan tidak mempercayai perhitungan weton dapat berdampak pada rezeki keluarga ataupun dampak kehidupannya yang akan datang. 2). Dalam pandangan hukum Islam, praktik perhitungan weton di Desa Suka Menanti diperbolehkan selama hanya digunakan sebagai bentuk kehati-hatian dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Namun, jika masyarakat mempercayai bahwa weton dapat mempengaruhi rezeki keluarga ke depannya, maka hal ini tidak diperbolehkan karena termasuk ramalan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Kepercayaan seperti ini dapat merusak akidah karena mengurangi kepercayaan kepada Allah SWT sebagai penentu takdir manusia. Baik al-Qur’an maupun sunnah melarang umat Islam untuk mempercayai ramalan. Oleh karena itu, praktik weton yang dikaitkan dengan dampaknya terhadap rezeki keluarga bertentangan dengan hukum Islam. Kata Kunci: Tradisi; Weton; dan Rezeki Keluarga. ABSTRACT The Javanese tradition of determining whether they are married or not is through calculation wet However, there is something different in the Javanese Suka Menanti Village Community, weton It is not only used for matchmaking or good days, but also determines the good and bad fortune after the wedding. Therefore, the author wants to conduct research on how traditions are practiced weton in determining family sustenance in the Javanese Indigenous Community of SukaMenanti Village? and how Islamic law reviews traditions weton which has an impact on family sustenance in the Javanese Indigenous Community of Suka Menanti Village? This research uses qualitative research methods, and the type of research is field research (field research) which was carried out by digging up information to obtain data directly from the research field with research locations in SukaMenanti Village, Bukit Kemuning District, North Lampung. The data criteria obtained are primary data and secondary data. The data collection techniques used were direct interviews, literature study after which the data was analyzed. The findings in this research show 1). Practice regarding calculations weton First you have to find out first weton from each prospective bride and groom, then basic calculations, special provisions and finally adjustments are made. However, this calculation is only to respect the legacy of the ancestors and does not trust calculations weton can have an impact on the family's fortune or the impact on their life in the future. 2). In the view of Islamic law, the practice of calculating weton in Suka Menanti Village is permitted as long as it is only used as a form of caution and does not conflict with Islamic law. However, if the public believes that weton can affect the family's future fortune, this is not allowed because it is a prediction that is contrary to Islamic teachings. Beliefs like this can damage faith because they reduce trust in Allah SWT as the determiner of human destiny. Both the Koran and the Sunnah prohibit Muslims from believing in predictions. Therefore, practicing weton which is associated with its impact on family sustenance is contrary to Islamic law. Keywords: Tradition; Weton; And Family Sustenance.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 04 May 2026 04:05 |
| Last Modified: | 04 May 2026 04:05 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43692 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


