PEMETAAN TREN PENELITIAN AUGMENTED REALITY DALAM PEMBELAJARAN IPAS SD MELALUI KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS DAN ANALISIS BIBLIOMETRIK

Salsabila, Aziz (2026) PEMETAAN TREN PENELITIAN AUGMENTED REALITY DALAM PEMBELAJARAN IPAS SD MELALUI KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS DAN ANALISIS BIBLIOMETRIK. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of ARTIKEL SALSABILA AZIZ.pdf] PDF
Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat sekolah dasar kerap menghadapi kendala signifikan dalam memberikan visualisasi konsep abstrak seperti siklus hidrologi dan struktur ekosistem serta dinamika interaksi sosial-budaya yang membutuhkan pendekatan inovatif terkait pemahaman mendalam siswa usia dini. Augmented Reality (AR) hadir dan dijadikan teknologi mutakhir yang menyatukan elemen virtual tiga dimensi ke dunia yang realistis dan membangun pengalaman belajar interaktif dan holistik serta kontekstual mengikuti prinsip Kurikulum Merdeka di era pasca-pandemi COVID-19. Studi bibliometrik ini secara sistematis memberikan pemetaan pada tren penelitian AR pada pelajaran IPAS SD periode 2018-2025 dalam memberikan pengungkapan pada dinamika evolusi ilmiah juga identifikasi aktor peneliti dominan serta eksplorasi peluang pengembangan strategis. Melalui pendekatan systematic literature review (SLR) dengan basis PRISMA dari database Scopus dan bersatu dengan analisis bibliometrik memanfaatkan perangkat lunak VOSviewer, studi ini memberikan penyaringan pada 27 artikel jurnal dengan kualitas tinggi dari ribuan publikasi dari kriteria inklusi serta eksklusi. Hasil utama memberikan gambaran terhadap lonjakan eksponensial dari kuantitas publikasi pasca-tahun 2020, pembangunan pada kluster tematik utama terkait efektivitas kenaikan hasil belajar kognitif dan motivasi intrinsik siswa dan pendekatan inkuiri dengan basis proyek serta personalisasi pembelajaran; melalui dominasi kontribusi dari negara-negara Asia dengan jaringan kolaborasi multidisiplin antarpeneliti dan institusi serta jurnal bereputasi Q1. Meskipun persistensi gap dalam desain studi longitudinal jangka panjang serta tantangan aksesibilitas teknologi yang belum merata di wilayah pedesaan namun studi ini menjelaskan jika AR secara empiris berhasil merevolusi pemahaman konsep integratif IPAS. Wawasan komprehensif ini tidak hanya memperkaya fondasi strategi pengembangan kurikulum berbasis teknologi pedagogis mutakhir tetapi juga menjadi katalisator bagi riset lanjutan yang berorientasi pada ekuitas pendidikan inklusif di Indonesia dan juga menguatkan perwujudan Profil Pelajar Pancasila yang adaptif serta inovatif.Pembelajaran IPAS di sekolah dasar sering menghadapi kesulitan dalam menjelaskan konsep-konsep abstrak, seperti siklus air, ekosistem, dan interaksi sosial-budaya. Konsepkonsep ini sulit dipahami siswa hanya melalui buku teks atau penjelasan lisan. Augmented Reality (AR) hadir sebagai teknologi yang dapat menghadirkan objek tiga dimensi langsung ke ruang kelas,iii sehingga pembelajaran menjadi lebih konkret dan menyenangkan. Topik ini penting karena AR mulai banyak digunakan di sekolah dasar, namun belum ada peta yang jelas tentang bagaimana tren penelitiannya berkembang, siapa yang paling banyak meneliti, dan ke arah mana penelitian perlu dilanjutkan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang dikombinasikan dengan analisis bibliometrik. Proses penelitian dimulai dengan mengumpulkan artikel dari database Scopus menggunakan kata kunci terkait AR dan pembelajaran IPAS SD. Selanjutnya, artikel disaring berdasarkan tahun publikasi (2018– 2025), lalu dilakukan seleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi: artikel jurnal peer-review, membahas AR dalam pembelajaran, subjek penelitian siswa sekolah dasar, diterbitkan 2018–2025, dapat diakses penuh, dan terindeks Scopus. Kriteria eksklusi meliputi: prosiding, buku, artikel yang tidak relevan dengan AR dalam pendidikan dasar, dan artikel tanpa akses penuh. Setelah itu, kualitas artikel dinilai, dan 27 artikel final dianalisis menggunakan VOSviewer untuk menghasilkan visualisasi bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, jumlah publikasi tentang AR dalam IPAS SD meningkat pesat sejak 2020, terutama karena pandemi COVID-19 mendorong penggunaan teknologi dalam pembelajaran jarak jauh. Kedua, AR terbukti efektif meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa, terutama pada materi sains yang memerlukan visualisasi. Ketiga, negara-negara Asia— khususnya Taiwan, Tiongkok, dan Indonesia—mendominasi publikasi di jurnal Q1. Penelitian ini masih menemukan kekurangan dalam studi jangka panjang dan kajian tentang aksesibilitas AR di daerah terpencil. Temuan ini diharapkan menjadi landasan pengembangan kurikulum berbasis AR yang inklusif dan mendukung Profil Pelajar Pancasila. ABSTRACT Learning IPAS (Natural and Social Science) in elementary schools often faces challenges in teaching abstract concepts such as water cycles, ecosystems, and socio-cultural interactions. These concepts are difficult for students to understand through conventional methods alone. Augmented Reality (AR) has emerged as a technology that brings three-dimensional objects into the classroom, making learning more concrete and engaging. This study aims to map AR research trends in IPAS elementary education from 2018 to 2025, identify the most active researchers and institutions, and determine future research directions. A Systematic Literature Review (SLR) based on the PRISMA protocol was combined with bibliometric analysis using VOSviewer. Starting from 41,792 documents in Scopus, articles were filtered through inclusion criteria—peerreviewed journal articles, AR in elementary school IPAS, 2018–2025, English or Indonesian language, Scopus-indexed, and open access— and exclusion criteria (proceedings, books, irrelevant articles, no fulltext access), resulting in 27 final articles. Three key findings emerged: publication numbers increased sharply after 2020 due to COVID-19; AR consistently improved learning outcomes and student motivation; and Asian countries, particularly Taiwan, China, and Indonesia, dominated Q1 journal publications. Research gaps include the need for long-term studies and attention to technology accessibility in underserved areas.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 29 Apr 2026 08:11
Last Modified: 29 Apr 2026 08:11
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43687

Actions (login required)

View Item View Item