MASITA, MASITA (2026) AKTULISASI NILAI NILAI FILSAFAH PIIL PESENGGIRI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ISLAM. Doctoral thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (19MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (27MB) |
Abstract
ABSTRAK Pemberdayaan masyarakat merupakan serangkaian kegiatan atau proses guna memandirikan masyarakat agar masyarakat menjadi sejahtera dari segala aspek kehidupan dengan mengembangkan potensi-potensi yang ada pada masyarakat tersebut. Kelompok masyarakat tentu saja memiliki potensi-potensi atau modal-modal yang bisa dikembangkan atau diberdayakan. Potensi yang dimiliki masyarakat itu terdiri dari modal ekonomi, modal sosial, modal budaya, modal simbolik, dan intelektual . Modal-modal ini tentunya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada masyarakat Lampung juga terdapat modal- modal tersebut. Mengantongi modal ekonomi, modal budaya, modal simbolik dan modal intelektual tentunya mengindikasikan bahwa masyarakat Lampung sudah mandiri atau berdaya jika dikelola dengan baik. Masyarakat Lampung sangat kental sekali dengan adat istiadatnya. Salah satunya adalah Piil Pesenggiri yang menjadi way of life dalam menjalani kehidupan bermasyarakat..Masalah yang muncul adalah bagaimana aktualisasi Piil Pesenggiri dalam pemberdayaan masyarakat Islam (Analisis desktiptif pada komunitas ulun Lampung Pepadun di Kabupaten Lampung Timur) ? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa secara mendalam aktualisasi nilai-nilai falsafah hidup ulun lappung dalam pemberdayaan masyarakat Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologi untuk melihat fenomena sosial di masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Tehnik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh adat, masyarakat dan lembaga atau institusi terkait yang tentunya memiliki keterkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piil Pesenggiri teraktualisasi dalam kegiatan sosial masyarakat berupa inovatif (bejuluk beadek), produktif (nemui nyimah), kompetitif (nengah nyappur), kooperatif (sakai sambayan) dan setelah menjalankan 4 unsur itu disebut bepiil pesenggiri (berdaya). Piil Pesenggiri merupakan model pemberdayan masyarakat, berbasis pengembangan masyarakat lokal. Aktualisasi ini didukung oleh keinginan ulun Lampung agar diakui di masyarakatnya dan juga keinginan melestarikan budaya, namun hal ini juga terhambat karena dana dan pengaruh era globalisasi ABSTRACTS Community empowerment is a set of activities or processes that enable people to achieve prosperity in all aspects of life by maximizing their existing potential. Community groups certainly have potential or capitals that can be developed or empowered. The community's potential includes economic capital, social capital, cultural capital, symbolic capital, and intellectual capital. These capitals can definitely meet the needs of the community. Lampung people also have these capitals. Economic capital, cultural capital, symbolic capital, and intellectual capital all suggest that Lampung people are independent or empowered when correctly managed. Lampung society is rich in customs, one of which is Piil Pesenggiri, a way of life for social interactions. The problem is how to apply Piil Pesenggiri's philosophical values to Islamic community empowerment (descriptive analysis of the Ulun Lampung Pepadun community in East Lampung Regency). The objective of this study is to discover and thoroughly examine the practical application of the values of Ulun Lappung's philosophy of life in the empowerment of Islamic society. This study employs a qualitative method with an anthropological approach to examine social processes in society. Data was collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The data analysis techniques used in this study included reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The informants in this study are community figures, the community and institutions, or associated institutions that have a direct relevance to the research. The findings revealed that Piil Pesenggiri values are embodied in community social activities, such as innovation (bejuluk beadek), productivity (nemui nyimah), competition (nengah nyappur), and cooperation (sakai sambayan). Bepiil pesenggiri (empowered) refers to the completion of these four aspects. Piil Pesenggiri is a community empowerment approach that emphasizes local community development. This actualization is supported by ulun Lampung's wish to be acknowledged in its community, as well as the desire to preserve culture, but it is limited by financial constraints and the influence of globalization.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | Pengembangan Masyarakat Islam |
| Divisions: | Pasca Magister > S3 Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 03:37 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 03:37 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43599 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


