FERI, HERDIAN DEWANDA (2026) EFEKTIVITAS DAYA HAMBAT EKSTRAK KULIT BATANG JATI ( Tectona grandis ) TERHADAP Staphylococcus epidermidis. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Jerawat merupakan gangguan kulit yang disebabkan oleh produksi sebum berlebih dan infeksi Staphylococcus epidermidis. Penggunaan antibiotik sintetis untuk mengatasi jerawat sering menimbulkan efek samping dan resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif alami. Jati (Tectona grandis) merupakan tanaman yang diketahui mengandung senyawa aktif dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan serta antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kulit batang jati dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilakukan uji fitokimia serta uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 15%, 20%, dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang jati positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Daya hambat ekstrak kulit batang jati meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi, yaitu sebesar 0,0625 mm pada konsentrasi 10% (kategori lemah), 0,075 mm pada konsentrasi 15% (kategori lemah), 1975 mm pada konsentrasi 20% (kategori lemah), dan 0,43 mm pada konsentrasi 25% (kategori lemah). Sebagai pembanding, kontrol positif (klindamisin) menunjukkan zona hambat sebesar 4,25 mm. Berdasarkan hasil tersebut, konsentrasi 20% (1975 mm) dan 25% (0,43 mm) menghasilkan daya hambat yang sama-sama lemah, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit batang jati memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis, dengan konsentrasi paling efektif pada 20% yang termasuk dalam kategori lemah. Kata kunci: Antibakteri, Jerawat, Tectona grandis, Staphylococcus epidermidis. ABSTRACT Acne is a skin disorder caused by excess sebum production and Staphylococcus epidermidis infection. The use of synthetic antibiotics to treat acne often causes side effects and bacterial resistance, so natural alternatives are needed. Teak (Tectona grandis) is a plant known to contain active compounds and can be used as a source of natural antioxidants and antibacterials. This study aims to determine the effectiveness of teak bark extract in inhibiting the growth of S. epidermidis bacteria. Extraction was carried out using the maceration method using 96% ethanol, then phytochemical tests and antibacterial activity tests were carried out using the disc diffusion method at concentrations of 10%, 15%, 20%, and 25%. The results showed that the teak bark extract contained alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. The inhibitory power of teak bark extract increased with increasing concentration, namely 0.0625 mm at a concentration of 10% (weak category), 0.075 mm at a concentration of 15% (weak category), 1975 mm at a concentration of 20% (weak category), and 0.43 mm at a concentration of 25% (weak category). As a comparison, the positive control (clindamycin) showed an inhibition zone of 4.25 mm. Based on these results, the concentrations of 20% (1975 mm) and 25% (0.43 mm) produced equally weak inhibition, so it can be concluded that teak bark extract has antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis, with the most effective concentration at 20% which is included in the weak category. . Keywords: Antibacterial, Acne, Tectona grandis, Staphylococcus epidermidis.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Biologi |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 15 Apr 2026 04:08 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 04:08 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43431 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


