MANIFESTASI LIMA PILAR PENYANGGA KEHIDUPAN RUMAH TANGGA DALAM TEORI MUBĂDALAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA (Studi Pada Kampung Mubãdalah Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Propinsi Jawa Barat)

SUPRIYADI, BIN AGUS PURNOMO (2026) MANIFESTASI LIMA PILAR PENYANGGA KEHIDUPAN RUMAH TANGGA DALAM TEORI MUBĂDALAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA (Studi Pada Kampung Mubãdalah Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Propinsi Jawa Barat). Doctoral thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 DISERTASI SUPRIYADI.pdf] PDF
Download (6MB)
[thumbnail of DISERTASI SUPRIYADI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

ABSTRAK Manifestasi lima pilar penyangga kehidupan rumah tangga dalam teori mubādalah yaitu (1) Pilar komitmen pada ikatan yang kokoh sebagai amanah Allah (mīsāqan ghalīẓan); (2) Pilar saling berpasangan dan berkesalingan (zãwaj); (3) Pilar perilaku saling memberi kenyamanan/ kerelaan (tarādhīn); (4) Pilar saling memperlakukan dengan baik (mu‘āsyarah bil ma‘rūf); dan (5) Pilar Kebiasaan saling be-rembug bersama (musyawarah) merupakan konsep baru dan belum sepenuhnya dipahami, serta masih mendapat penolakan dari sebagian besar masyarakat Indonesia terutama para penganut tradisi patriarki. Rumusan masalah yang dikaji adalah 1) Bagaimanakah manifestasi lima pilar penyangga kehidupan rumah tangga dalam teori mubādalah pada rumah tangga Muslim di Kampung Mubādalah? 2) Bagaimanakah pengaruh manifestasi lima pilar penyangga kehidupan rumah tangga dalam teori mubādalah di rumah tangga Muslim di Kampung Mubādalah terhadap keharmonisan rumah tangganya? 3) Bagaimanakah kritik terhadap lima pilar penyangga kehidupan rumah tangga teori mubādalah dan reformulasi idealnya untuk dapat diterapkan pada rumah tangga Muslim di Indonesia? dan 4) Bagaimanakah implikasi manifestasi lima pilar penyangga kehidupan rumah tangga dalam teori mubādalah tersebut terhadap pengembangan hukum keluarga Islam di Indonesia? Untuk melihat manifestasi lima pilar penyangga kehidupan rumah tangga teori mubādalah, dianalisis menggunakan teori relasi kuasa Michel Foucault, teori partnership Fazlur Rahman dan teori feminisme Amina Wadud. Sumber data primer diperoleh langsung dari informan yaitu pasangan keluarga mubadalah dan pasangan keluarga kalangan masyarakat umum di Kampung Mubãdalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data sekunder diperoleh dari literatur, baik dari perpustakaan atau laporan peneliti terdahulu. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan diantaranya: Pertama, Manifestasi lima pilar penyangga kehidupan rumah tangga teori mubādalah menjadi hal penting dalam usaha mencapai keharmonisan rumah tangga; Kedua, Manifestasi lima pilar penyangga kehidupan rumah tangga teori mubādalah yang dkipraktikkan para informan, menunjukkan ada pengaruh nyata menciptakan kehidupan rumah tangga yang lebih setara, harmonis, dan berkeadilan gender. Ketiga, Reformulasi ideal pilar penyangga kehidupan rumah tangga memegang peranan penting dalam membentuk tatanan keluarga Muslim yang harmonis, adil, dan berkeadaban di Indonesia. Keempat, ada implikasi manifestasi lima pilar penyangga kehidupan rumah tangga teori mubādalah terhadapvii pengembangan hukum keluarga Islam di Indonesia diantaranya: memperkuat basis konstitusional dari pengembangan hukum keluarga Islam di Indonesia; membentuk kultur baru dalam masyarakat Muslim Indonesia, yang lebih menekankan pada kerjasama dan pola kemitraan; dan dapat menjadi bahan pertimbangan putusan hakim di pengadilan agama yang memberikan ruang bagi pendekatan yang lebih empatik, kontekstual, dan berkeadilan substantif. ABSTRACT This research concerns the manifestation of the five pillars supporting family life in the theory of mubādalah, namely: (1) The pillar commitment to a solid bond as a trust from Allah (mīsāqan ghalīẓan); (2) The pillar of pairing and reciprocity (zãwaj); (3) Mutual behavior of providing comfort/consent (tarādhīn); (4) The pillar of treating one another with kindness (mu‘āsyarah bil ma‘rūf); and (5) The pillar of habit mutual deliberation (musyawarah), which constitutes a new concept that has not been fully understood and is still rejected by the majority of Indonesian society, particularly by adherents of patriarchal traditions. The research questions explored are: (1) How is the manifestation of the five pillars of family life in the theory of mubādalah evident in Muslim households in Kampung Mubādalah? (2) How is influence the manifestation of these five pillars of family life in the theory of mubādalah have on the harmony of Muslim households in Kampung Mubādalah? (3) How is the critiques of the five-pillar of family life in the theory of mubādalah and what is its ideal reformulation for application in Muslim households in Indonesia? and (4) How is the implications of the manifestation of the five pillars of family life in the theory of mubādalah for the development of Islamic family law in Indonesia? To examine the manifestation of the five pillars of family life in the theory of mubādalah, this study employs Michel Foucault’s theory of power relations, Fazlur Rahman’s partnership theory, and Amina Wadud’s feminist theory. Primary data were obtained directly from informants namely mubādalah families and families from the general community in Kampung Mubādalah through observation, interviews, and documentation. Secondary data were derived from literature, both from libraries and previous research reports. The study produces several conclusions, including: First, the manifestation of the five pillars of family life in the theory of mubādalah is an essential factor in achieving household harmony. Second, the manifestation of the five pillars of family life in the theory of mubādalah as practiced by informants demonstrates a tangible impact in creating aix more equal, harmonious, and gender-just family life. Third, the ideal reformulation of the pillars of family life plays a vital role in shaping a harmonious, just, and civilized order for Muslim families in Indonesia. Fourth, the manifestation of the five pillars of family life in the theory of mubādalah has implications for the development of Islamic family law in Indonesia, including: strengthening the constitutional basis for the development of Islamic family law in Indonesia; forming a new culture within Indonesian Muslim society that emphasizes cooperation and partnership patterns; and serving as a consideration for judges in religious courts to provide space for more empathetic, contextual, and substantively just approaches.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Pasca Magister > S3 Program Studi Hukum Keluarga
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:45
Last Modified: 14 Apr 2026 02:45
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43394

Actions (login required)

View Item View Item