AGAHSIH, SALSABILA RIZKI (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMENUHAN KEWAJIBAN MEMBERI NAFKAH KELUARGA (Studi pada Sandwich Generation di Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Fenomena sandwich generation merujuk pada seseorang yang sekaligus menanggung kebutuhan finansial orang tua, istri, dan anakanaknya. Dalam penelitian ini, kondisi tersebut tidak menyebabkan masalah dalam memenuhi kewajiban nafkah, karena pengelolaan uang keluarga dilakukan secara terorganisasi, transparan, berdasarkan prioritas yang ditentukan, serta didasarkan pada kesepakatan bersama keluarga. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana orang-orang yang termasuk dalam sandwich generation memenuhi kewajibannya dalam memberi nafkah kepada keluarga, khususnya di Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat. Selain itu, penelitian ini juga ingin menganalisis hal tersebut dari sudut pandang hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data diperoleh melalui wawacnara dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa penggajian dilakukan secara seimbang, tetapi tetap memberikan prioritas kepada nafkah istri dan anak sebagai kewajiban utama berdasarkan akad pernikahan. Bantuan diberikan kepada orang tua sesuai dengan kemampuan mereka tanpa mengurangi hak dasar istri dan anak. Tidak ada ketidakseimbangan hak atau konflik antara kewajiban nafkah wajib dan pemberian nafkah sunnah yang ditemukan. Dalam pandangan hukum Islam, suami wajib memberikan nafkah untuk istrinya, sementara memberikan nafkah kepada orang tua menjadi kewajiban jika mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka. Oleh karena itu, praktik sandwich generation di wilayah penelitian sesuai dengan hukum Islam karena dilakukan berdasarkan urutan tanggung jawab, kemampuan ekonomi, serta prinsip keadilan dan kepatutan. ABSTRACT The sandwich generation phenomenon refers to someone who simultaneously bears the financial needs of their parents, spouse, and children. In this study, this condition does not cause problems in fulfilling financial obligations, because family money management is carried out in an organized, transparent manner, based on predetermined priorities, and based on mutual agreement within the family. This study aims to determine how people who belong to the sandwich generation fulfill their obligations to provide for their families, particularly in the Kebun Tebu subdistrict, West Lampung Regency. In addition, this study also aims to analyze this from the perspective of Islamic law. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis methods. Data were obtained through interviews and documentation. The study shows that payments are made in a balanced manner, but priority is still given to the wife and children as the main obligation based on the marriage contract. Assistance is provided to parents according to their ability without reducing the basic rights of the wife and children. No imbalance of rights or conflict between obligatory and voluntary financial support was found. In the view of Islamic law, husbands are obliged to provide for their wives, while providing for parents becomes an obligation if they are unable to meet their own needs. Therefore, the practice of the sandwich generation in the study area is in accordance with Islamic law because it is carried out based on the order of responsibility, economic capacity, and the principles of justice and propriety.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 08:33 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 08:33 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43386 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


