DAMPAK PERKAWINAN BEDA AGAMA TERHADAP PSIKOLOGIS DAN SOSIAL ANAK PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM DAN HUKUM PERDATA (Studi Kasus di Desa Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan)

AISYAH ANIS, CANTIGIA MUNIR (2026) DAMPAK PERKAWINAN BEDA AGAMA TERHADAP PSIKOLOGIS DAN SOSIAL ANAK PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM DAN HUKUM PERDATA (Studi Kasus di Desa Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 AISYAH ANIS.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI AISYAH ANIS CANTIGIA MUNIR.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Perkawinan beda agama merupakan fenomena yang masih terjadi di masyarakat dan menimbulkan berbagai persoalan, khususnya terhadap kondisi psikologis dan sosial anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut. Perbedaan keyakinan dalam keluarga dapat menimbulkan kebingungan identitas, serta tantangan dalam interaksi sosial anak. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji dampak yang ditimbulkan serta meninjaunya dari perspektif hukum keluarga Islam dan hukum perdata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis dan sosial yang dialami anak dari perkawinan beda agama serta meninjau dampak tersebut dalam perspektif hukum keluarga Islam dan hukum perdata. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi terhadap dua keluarga yang menjalani perkawinan beda agama yang terdiri dari suami, istri, dan anak. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan beda agama menimbulkan dampak terhadap kondisi psikologis dan sosial anak. Secara psikologis, anak mengalami kebingungan identitas keagamaan, penurunan rasa percaya diri, serta ketidaknyamanan dalam membahas latar belakang keluarga. Secara sosial, anak mampu beradaptasi dan bersosialisasi dengan baik, meskipun dalam beberapa kondisi mengalami perlakuan berbeda dari lingkungan. Dalam perspektif hukum keluarga Islam, menunjukkan bahwa tujuan syariat belum terpenuhi secara optimal, khususnya pada aspek hifz al-din, hifz alnafs, dan hifz al-nasl. Sementara itu, dalam perspektif hukum perdata, kondisi anak dinilai dari terpenuhinya hak dan kepentingan terbaik anak, dimana anak tetap dapat tumbuh dan berkembang secara optimal apabila orang tua mampu memberikan pengasuhan yang baik, komunikasi yang terbuka, dan lingkungan yang mendukung. ABSTRACT Interfaith marriage is a phenomenon that persists in society and raises various issues, particularly for the psychological and social well-being of children born from these marriages. Differences in beliefs within the family can create value dilemmas, identity confusion, and challenges in children's social interactions. Therefore, it is important to examine the resulting impacts and examine them from the perspective of Islamic family law and civil law. This study aims to analyze the psychological and social impacts experienced by children from interfaith marriages and examine these impacts from the perspective of Islamic family law and civil law. The research method used was field research with a qualitative descriptive approach. Data were obtained through observation, interviews, questionnaires, and documentation of two families experiencing interfaith marriages, consisting of husband, wife, and children. The data obtained were then analyzed descriptively to describe the conditions in the field. The results indicate that interfaith marriages impact the psychological and social well-being of children. Psychologically, children experience religious identity confusion, decreased selfconfidence, and discomfort in discussing their family backgrounds. Socially, children are able to adapt and socialize well, despite experiencing unequal treatment in some situations. From an Islamic family law perspective, this indicates that the objectives of sharia have not been optimally fulfilled, particularly in the areas of hifz al-din, hifz al-nafs, and hifz al-nasl. Meanwhile, from a civil law perspective, a child's condition is assessed based on the fulfillment of their rights and best interests. Children can continue to grow and develop optimally if their parents are able to provide good care, open communication, and a supportive environment.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 13 Apr 2026 08:26
Last Modified: 13 Apr 2026 08:26
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43384

Actions (login required)

View Item View Item