KONSEP PENCEGAHAN PAHAM ATHEIS PADA PEMUDA DI ERA MODERN DALAM PERSPEKTIF TAFSIR MAFATIHUL GHAIB

GILANG, MALCOM HABIEBIE (2026) KONSEP PENCEGAHAN PAHAM ATHEIS PADA PEMUDA DI ERA MODERN DALAM PERSPEKTIF TAFSIR MAFATIHUL GHAIB. Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 GILANG MH.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of TESIS GILANG MALCOM HABIEBIE.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi, dan globalisasi pemikiran pada era modern memengaruhi pola pikir generasi muda, termasuk meningkatnya paparan paham ateisme melalui media digital. Hal ini menjadi tantangan bagi penguatan akidah pemuda Muslim. Berdasarkan Data Kementerian Dalam Negeri tahun 2025 menunjukkan sekitar 0,034% penduduk Indonesia atau sekitar 98.150 orang tercatat menganut kategori “kepercayaan lain” di luar enam agama resmi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang tidak hanya normatif tetapi juga mampu menjawab tantangan rasional dan filosofis. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep pencegahan paham ateisme pada pemuda berdasarkan penafsiran Fakhruddin Ar-Razi dalam kitab Mafātīḥul Ghaib, dengan menekankan integrasi argumentasi rasional, teologis, dan spiritual dalam memperkuat akidah generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah tafsir tematik (tafsir maudhu‟i) dengan menghimpun dan mengkaji ayat-ayat Al-Qur‟an yang berkaitan dengan eksistensi Tuhan, tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta, peran akal dalam memahami wahyu, serta kritik terhadap pemikiran yang menolak keberadaan Tuhan. Tafsir Mafātīḥul Ghaib dijadikan sebagai sumber data primer, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur pendukung seperti tafsir klasik dan kontemporer, karya teologi Islam, serta kajian ilmiah tentang ateisme dan tantangan pemikiran modern. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, klasifikasi tematik, analisis konseptual, dan interpretasi kontekstual guna menemukan relevansi pemikiran Ar-Razi dengan kondisi pemuda di era modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsir Mafātīḥul Ghaib menggunakan pendekatan teologis yang mengintegrasikan dalil naqli dan dalil aqli. Ar-Razi tidak hanya menekankan wahyu sebagai sumber kebenaran, tetapi juga memanfaatkan rasio untuk membuktikan eksistensi Tuhan, menjelaskan terjadinya alam semesta, serta menolak penolakan terhadap konsep hari kebangkitan. Integrasi antara wahyu dan akal tersebut dapat menjadi model konseptual yang relevan dalam upaya mencegah berkembangnya paham ateisme di kalangan pemuda, melalui penguatan nalar kritis yang tetap berlandaskan nilai-nilai teologis dan spiritual Islam. ABSTRACT The development of science, information technology, and the globalization of ideas in the modern era has influenced the mindset of the younger generation, including the increasing exposure to atheistic ideas through digital media. This situation poses a challenge to efforts to strengthen the faith of Muslim youth. According to data from the Ministry of Home Affairs (Kemendagri) in 2025, approximately 0.034% of Indonesia‟s population, or around 98,150 people, are recorded as adhering to the category of “other beliefs” outside the six officially recognized religions. Therefore, an approach is needed that is not only normative but also capable of addressing rational and philosophical challenges. This study aims to examine the concept of preventing atheistic ideologies among youth based on the interpretation of Fakhruddin Ar-Razi in the book Mafātīḥul Ghaib, emphasizing the integration of rational, theological, and spiritual arguments in strengthening the faith of the younger generation. This study employs a qualitative library research method using a thematic exegesis (tafsir maudhu‟i) approach. The primary data source is Mafātīḥ al-Ghaib, supported by classical and contemporary tafsir works, Islamic theological literature, and studies on atheism and modern thought. Data are analyzed through reduction, thematic classification, conceptual analysis, and contextual interpretation to assess the relevance of al-Razi‟s thought for contemporary youth. The findings of this study indicate that Fakhruddin Ar-Razi, in his exegesis Mafātīḥul Ghaib, employs a theological approach that integrates textual evidence (dalil naqli) and rational evidence (dalil aqli). Ar-Razi not only emphasizes revelation as the source of truth but also utilizes reason to demonstrate the existence of God, explain the origin of the universe, and refute the denial of the concept of the Day of Resurrection. This integration of revelation and reason can serve as a relevant conceptual model in efforts to prevent the spread of atheistic ideas among youth, particularly through strengthening critical reasoning that remains grounded in Islamic theological and spiritual values.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Pasca Sarjana > S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 09 Apr 2026 02:45
Last Modified: 09 Apr 2026 02:45
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43314

Actions (login required)

View Item View Item