Muhammad, Zakky Al Hakim (2026) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PEMBAYARAN LEBIH DALAM SEWA STAN BAZAR KULINER (Studi di Smiling.project Kelurahan Sumber Rejo Kecamatan Kemiling Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini membahas praktik pembayaran lebih dalam penyewaan stan pada Bazar Kuliner Smiling.project di Kelurahan Sumber Rejo Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah. Praktik pembayaran lebih muncul karena tingginya persaingan antar penyewa untuk mendapatkan posisi stan yang dianggap strategis, sehingga beberapa penyewa bersedia membayar tambahan di luar tarif sewa yang telah ditetapkan pihak penyelenggara. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai keadilan, kerelaan, dan transparansi dalam akad sewa-menyewa (ijarah). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik pembayaran lebih pada sewa stan bazar kuliner di bazar kuliner Smiling.Project. dan bagaimana analisis hukum ekonomi syariah terhadap praktik pembayaran lebih pada sewa stan bazar kuliner di bazar kuliner Smiling.Project. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembayaran lebih pada sewa stan bazar kuliner di bazar kuliner Smiling.project Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung dan untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap pembayaran lebih pada sewa stan bazar kuliner di bazar kuliner Smiling.project Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) bersifat deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengelola bazar dan para penyewa stan, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur terkait akad ijarah dan hukum ekonomi syariah. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan deduktif, yaitu menghubungkan teori hukum ekonomi syariah dengan temuan praktik di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembayaran lebih dalam sewa stan tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip ijarah dalam hukum ekonomi syariah. Tambahan biaya hanya diketahui sebagian penyewa dan tidak disampaikan secara transparan kepada seluruh peserta, sehingga memunculkan ketidakseimbangan informasi. Selain itu, pembayaran lebih berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi penyewa yang memiliki modal lebih kecil. Dalam perspektif syariah, akad seharusnya dilandasi kejelasan, kerelaan, dan tidak mengandung unsur gharar atau praktik yang dapat merugikan salah satu pihak. Oleh karena itu, mekanisme penyewaan stan di Smiling.project perlu diperbaiki melalui peningkatan transparansi, penetapan standar biaya yang jelas, dan sistem alokasi tempat yang lebih adil. ABSTRACT This study examines the practice of overpayment in stall rentals at the Smiling.project Culinary Bazaar in Sumber Rejo Village, Kemiling District, Bandar Lampung, and evaluates its compliance with the principles of Islamic Economic Law. The overpayment practice arises due to intense competition among tenants seeking strategic stall locations, leading some tenants to pay additional fees beyond the standard rental price set by the organizer. This condition raises concerns regarding fairness, mutual consent, and transparency within the ijarah (lease) contract. The research questions of this study are: how the overpayment practice occurs in the stall rental system at the Smiling.project Culinary Bazaar, and how Islamic Economic Law assesses this overpayment practice. The purpose of this study is to identify the implementation of overpayment in stall rentals at the Smiling.project Culinary Bazaar in Kemiling District, Bandar Lampung, and to analyze it from the perspective of Islamic Economic Law. This research employs a qualitative method with a field research design and a descriptive approach. Primary data were collected through interviews with bazaar organizers and stall tenants, while secondary data were obtained from various literature related to ijarah contracts and Islamic economic law. The analysis is conducted descriptively using a deductive approach, connecting Islamic economic law theories with the empirical findings in the field. The results indicate that the overpayment practice in stall rentals does not fully align with the principles of ijarah in Islamic law. The additional fees are known only by certain tenants and are not transparently communicated to all participants, creating an imbalance of information. Moreover, the practice has the potential to generate injustice for tenants with limited financial resources. From a sharia perspective, contracts must be based on clarity, mutual consent, and must not involve elements of gharar or practices that may harm either party. Therefore, the stall rental mechanism at Smiling.project needs improvement through enhanced transparency, clear and standardized fee structures, and a more equitable system for stall allocation.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 05:08 |
| Last Modified: | 08 Apr 2026 05:08 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43301 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


