TINJAUAN FIQH SIYĀSAH TANFĪŻIYYAH TERHADAP PERAN KEPALA DESA MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MENURUT PASAL 43 AYAT (1) DAN (2) PERATURAN DAERAH LAMPUNG SELATAN NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (Studi di Desa Karang Sari Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan)

DESTA, FAUDU FITRIANI (2026) TINJAUAN FIQH SIYĀSAH TANFĪŻIYYAH TERHADAP PERAN KEPALA DESA MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MENURUT PASAL 43 AYAT (1) DAN (2) PERATURAN DAERAH LAMPUNG SELATAN NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (Studi di Desa Karang Sari Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 DESTA.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK DESTA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Sampah adalah benda / zat sisa yang sudah tidak terpakai. Seharusnya sampah mendapat perhatian dan penanganan yang serius. Namun karena kurangnya pengertian dan kesadaran masyarakat banyak sampah yang menumpuk di sepanjang jalan Desa Karang Sari. Peran kepala desa sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar . Pengelolaan sampah yang sesuai dengan apa yang diharapkan agar dapat lebih meningkatkan lagi kesadaran dalam pengelolaan sampah demi menjaga kebersihan lingkungannya serta dengan peran kepala desa yang berharap masyarakat dengan baik dapat mengetahui sejauh mana tentang menjaga kebersihan lingkungannya khususnya masalah pengelolaan sampah di lingkungannya. Hal ini sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 Pasal 43 Ayat 1 dan 2. Berdasarkan hal tersebut, peneliti terdorong untuk mencoba menggambarkan dan menjelaskan Peran Kepala Desa Dalam Penggelolaan Sampah di Desa Karang Sari Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang akan mendeskripsikan datadata emperik yang memuat gejala sosial dan informannya sebanyak enam orang, teknik pengumpulan datanya berupa : Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa dapat memainkan peran kunci dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui, sosialisasi, pelatihan, dan kegiatan gotong royong. Selain itu, kepala desa juga dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang efektif. Penelitian ini juga menemukan bahwa kepala desa perlu memperhatikan beberapa hal, seperti mengatasi kendalakendala yang dihadapi dalam pengelolaan sampah, mengembangkan kerjasama dengan stakeholder lainnya, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, kepala desa dapat memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. ABSTRACT Waste is any unused object or substance. Waste should receive serious attention and management. However, due to a lack of public understanding and awareness, much of it accumulates along the roads in Karang Sari Village. The village head plays a crucial role in raising public awareness of the importance of proper waste management. Proper waste management is expected to further raise awareness of waste management and maintain environmental cleanliness. The village head hopes that the community will understand the extent of environmental cleanliness, particularly waste management. This is as stipulated in Regional Regulation Number 2 of 2015, Article 43, Paragraphs 1 and 2. Based on this, the researcher was motivated to describe and explain the role of the Village Head in Waste Management in Karang Sari Village, Jati Agung District, South Lampung Regency. This qualitative research will describe empirical data containing social phenomena and six informants. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data were analyzed in four stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that village heads can play a key role in raising public awareness through outreach, training, and community service activities. Furthermore, village heads can collaborate with local governments and civil society organizations to develop effective waste management systems. The study also found that village heads need to address several issues, such as addressing challenges faced in waste management, developing collaboration with other stakeholders, and improving the community's quality of life. Therefore, village heads can play a crucial role in raising public awareness of waste management and creating a clean and healthy environment.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Siyasah (Hukum Tata Negara)
Divisions: Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 08 Apr 2026 04:55
Last Modified: 08 Apr 2026 04:55
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43299

Actions (login required)

View Item View Item