Triade, Nursaleha (2026) MAKNA TIJĀRAH DALAM AL-QUR’AN (PENDEKATAN TAFSIR SASTRAWI AMĪN AL-KHŪLĪ). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (9MB) |
Abstract
Abstract The meaning of tijārah means commerce, trade, business, or buying and selling. The term tijārah in the Qur'an contains the understanding and concept of trade to obtain eternal profits. Trade is basically carried out in order to meet the needs of life, but some traders often ignore Islamic law in order to pursue large material profits by justifying any means that harm others. Therefore, this study aims to understand the meaning of tijārah and the concept of trade in the Qur'an through a literary approach promoted by Amīn al-Khūlī. This study uses a descriptive qualitative method based on literature (library research) with Amīn al-Khūlī's literary interpretation approach. Data collection uses various literary sources such as the Qur'an, tafsir books, scientific books, journals, and relevant theses. Several referenced sources are then analyzed through a process of reading and quoting to obtain research conclusions. The results of this study reveal that the word tijārah in the Qur'an is repeated eight times. Found in Surah al Baqarah/2: 16 and 282, an-Nisa'/4: 29, at-Taubah/9: 24, an-Nur/24: 37, Fathir/35:29, ash-Shaff/61: 10 and al-Jumu'ah/62: 11. Tijārah in the Al-Qur'an has two forms of meaning, trade in general which can make a profit and losses, as well as spiritual trading that never loses and always achieves eternal profits in the afterlife. Keywords: Tijārah, Tafsir Sastra, Amīn al-Khūli. Abstrak Makna tijārah berarti perniagaan, perdagangan, bisnis atau jual beli. Term tijārah dalam Al-Qur‘an mengandung pemahaman dan konsep perdagangan agar memperoleh keuntungan yang abadi. Perdagangan pada dasarnya dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, namun sebagian pedagang sering mengabaikan syariat Islam demi mengejar keuntungan materi yang besar dengan melakukan segala cara tanpa memikirkan akibatnya sehingga merugikan pihak lain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami makna tijārah dan konsep perdagangan dalam Al-Qur‘an melalui pendekatan sastrawi yang diusung oleh Amīn al-Khūlī. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir sastrawi Amīn al-Khūlī. Pengumpulan data dengan berbagai sumber literatur seperti Al Qur‘an, kitab tafsir, buku ilmiah, jurnal dan skripsi yang relevan sebagai referensi yang dianalisis melalui proses membaca dan mengutip untuk mendapatkan kesimpulan penelitian. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kata tijārah dalam Al-Qur‘an diulang sebanyak delapan kali. Terdapat dalam Surah al-Baqarah/2: 16 dan 282, an-Nisa‘/4: 29, at-Taubah/9: 24, an-Nur/24: 37, Fathir/35:29, ash-Shaff/61: 10 dan al-Jumu‘ah/62: 11. Tijārah dalam Al-Qur‘an memiliki dua bentuk makna, perdagangan secara duniawi yang dapat memperoleh keuntungan dan kerugian, serta perdagangan spiritual yang tidak pernah merugi dan senantiasa meraih keuntungan abadi di akhirat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 04:48 |
| Last Modified: | 07 Apr 2026 04:48 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43276 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


