ADI, SHAMBONO (2026) PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASIS POTENSI LOKAL MELALUI SENTRA KERAJINAN TAPIS DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN PEREMPUAN DI DESA TARAHAN KECAMATAN KATIBUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (8MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
ABSTRAK Pemberdayaan perempuan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki potensi lokal yang kuat namun belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi. Di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, kerajinan tapis sebagai warisan budaya khas Lampung menjadi salah satu potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi. Meskipun demikian, keterlibatan perempuan dalam pengembangan kerajinan ini pada mulanya masih terbatas pada aktivitas rumahan tanpa dukungan sistematis. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan kemandirian perempuan melalui pengelolaan potensi lokal secara terpadu. Sentra kerajinan tapis kemudian hadir sebagai wadah strategis yang tidak hanya menjaga keberlanjutan budaya, tetapi juga mendorong perempuan untuk berperan aktif dalam kegiatan ekonomi kreatif. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana proses pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal melalui sentra kerajinan tapis di Desa Tarahan Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan dan Bagaimana kemandirian perempuan terhadap sentra kerajinan tapis di Desa Tarahan Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap pengrajin perempuan, pengurus sanggar Tapis Rakata. Data primer dalam penelitian ini berjumlah 20 orang. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data (data colecction), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion, drawing/verifying). Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa proses berbasis potensi lokal melalui sentra kerajinan tapis dalam mewujudkan kemandirian perempuan maka dengan itu kegiatan ini, dapat meningkatkan keterampilan perempuan, dan memberikan 1) penyadaran dilakukan oleh pemilik sanggar tapis rakata dengan cara memberikan edukasi pemberdayaan diri, menekankan manfaat ekonomi dan sosial dan menawarkan pekerjaan, 2) pelatihan yaitu pengurus sanggar tapis rakata mengumpulkan dan mengajak perempuan guna menjelaskan tentang pembuatan tapis, membordir dan memasarkan produk tapis, 3) pendampingan dilakukan oleh pemilik tapis, pengurus sanggar tapis rakat, anggota di Desa Tarahan dan Kepala Desa Tarahan untuk mengawasi para perempuan dalam membuat tapis dan melatih kemampuan perempuan dengan diberi tugas dan kelompok dalam pembuatan tapis, membordir dan memasarkan. Kemandirian perempuan terhadap sentra kerajinan tapis yaitu kemandirian secara ekonomi bisa memiliki sumber penghasilan tambahan, kemandirian secara sosial perempuan bisa meningkatkan kepercayaan diri karena memiliki keterampilan dalam membuat produk bernilai tinggi dan kemandirian secara budaya perempuan bisa melestarikan produk tapis melanjutkan tradisi dari generasi ke generasi. ABSTRACT Women’s empowerment is a crucial aspect of community development, particularly in rural areas that possess strong local potential that has not yet been fully utilized as an economic resource. In Tarahan Village, Katibung Subdistrict, South Lampung Regency, tapis handicrafts, a distinctive cultural heritage of Lampung, represent a local resource of high economic and cultural value. However, women’s involvement in the development of this craft was initially limited to home-based activities, with little systematic support. This condition indicates the need for an empowerment approach that enhances women’s capacity, skills, and independence by integrating local potential. The tapis handicraft center subsequently emerged as a strategic platform that not only preserves cultural sustainability but also encourages women to participate in creative economic activities actively. The research problems addressed in this study are: (1) how the process of women’s empowerment based on local potential is implemented through the Tapis Handicraft Center in Tarahan Village, Katibung Subdistrict, South Lampung Regency; and (2) how women’s independence is developed through the tapis handicraft center in the same location. This study employs a qualitative, descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving female artisans and the management of the Tapis Rakata studio. The primary data sources consisted of 20 participants. Data analysis techniques included data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The study's results indicate that empowerment based on local potential through the tapis handicraft center enhances women’s independence by strengthening their skills. This process includes: (1) awareness-building conducted by the owner of the Tapis Rakata studio through self-empowerment education, emphasizing economic and social benefits, and offering employment opportunities; (2) training activities, in which the studio management gathers and engages women to provide instruction on tapis production, embroidery techniques, and product marketing; and (3) mentoring carried out by the studio owner, studio management, community members in Tarahan Village, and the village head to supervise women in the production process and to develop their abilities through task assignments and group-based activities in making tapis, embroidery, and marketing. Women’s independence in relation to the tapis handicraft center is reflected in economic independence, as women gain additional sources of income; social independence, as women’s self-confidence increases through their skills in producing high-value products; and cultural independence, as women contribute to preserving tapis craftsmanship by passing down traditions from one generation to the next.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Pengembangan Masyarakat Islam |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Ilmu Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 04:03 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 04:03 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43206 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


