FINA, SARI (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP ANAK ANGKAT DALAM KELUARGA MUSLIM (Studi Di Desa Gunung Kramat Kecamatan Abung Semuli Kabupaten Lampung Utara). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Menurut data Komisi Nasional Perempuan pada tahun 2021 menerima 2527 kasus, yang paling banyak adalah kasus kekerasan terhadap Istri, sekitar 70%.1. Berdasarkan pra Penelitian yang di lakukan oleh penulis di Desa Gunung Kramat Kecamatan Abung Semuli Kabupaten Lampung Utara terdapat orang tua yang di dalam keluarga tersebut melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan kepada anak angkat mereka. Hal ini membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini bertujuan untuk memahami permasalahan terkait KDRT yang dilakukan kepada anak angkat dalam keluarga muslim yang kemudian di analisi dengan menggunakan tinjauan hukum Islam. Rumusan masalah pada penelitian ini ialah faktor yang mendasari perilaku KDRT kepada anak angkat dan Tinjauan Hukum Islam terhadap prilaku KDRT kepada anak angkat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif serta analisa dengan menggunakan metode induktif. Data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari data primer yang bersumber dari Desa Gunung Kramat, dan data sekunder yang diperoleh dari buku-buku yang relevan. Faktor penyebab KDRT terhadap anak angkat di Desa Gunung Kramat didominasi oleh faktor ekonomi, dan relasi kuasa dalam keluarga. KDRT muncul dari rasa frustrasi, tekanan ekonomi, serta pola asuh yang tidak berimbang antara kasih sayang dan otoritas. Perbedaan status anak angkat dan anak kandung juga menimbulkan jarak emosional, sehingga anak angkat sering menjadi objek pelampiasan emosi. Situasi ini menunjukkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga bukan sekadar pelanggaran moral, tetapi juga bentuk kegagalan pengendalian diri dalam struktur keluarga. Dalam perspektif hukum Islam, tindakan KDRT bertentangan dengan prinsip dasar rumah tangga Islam yang berlandaskan Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah, sebagaimana dijelaskan dalam QS. ar-Rūm [30]:21. Islam memandang suami sebagai pemimpin yang wajib melindungi, bukan menindas. Kekerasan terhadap anak kandung maupun angkat merupakan pelanggaran terhadap amanah Allah. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan baik secara hukum negara (UU No. 23 Tahun 2004) maupun hukum Islam karena merusak nilai kemanusiaan dan tujuan Sakinah Mawaddah Warahmah dalam keluarga. ABTRACT Domestic Violence (KDRT) is any act against a person, especially women, which results in physical, sexual, psychological misery or suffering, and/or neglect of the household, including threats to commit acts, coercion, or unlawful deprivation of liberty within the household. According to data from the National Commission on Violence Against Women in 2021, it received 2,527 cases, the most of which were cases of violence against wives, around 70%.1. Based on pre-research conducted by the author in Gunung Kramat Village, Abung Semuli District, North Lampung Regency, there were parents in the family who committed domestic violence (KDRT) against their adopted children. These rights are to receive protection and security like other humans. This made the author interested in conducting this research aimed at understanding the problems related to domestic violence committed against children and then looking at the resilience of adopted children in Muslim families which were then analyzed using an Islamic legal perspective. The problem formulation in this research is the factors underlying the behavior of domestic violence towards adopted children and the Islamic Law Review of the behavior of domestic violence towards adopted children. This research is a field research using descriptive qualitative methods and analysis using inductive methods. The data used in this research consists of primary data sourced from Gunung Kramat Village, and secondary data obtained from relevant books.. The causes of domestic violence against adopted children in Gunung Kramat Village are dominated by psychological, economic, and power relations within the family. Domestic violence arises from frustration, economic pressure, and an imbalance between affection and authority in parenting styles. The difference in status between adopted and biological children also creates emotional distance, often making adopted children the target of emotional outbursts. This situation demonstrates that domestic violence is not simply a moral violation, but also a form of communication failure and weak self-control within the family structure. From an Islamic legal perspective, domestic violence contradicts the basic principles of the Islamic household, which are based on love and mercy, as explained in Surah ar-Rūm, verse 21. Islam views the husband as a leader who is obliged to protect, not oppress. Violence against children—both biological and adopted—is a violation of God's mandate. Such acts cannot be justified either by state law (Law No. 23 of 2004) or Islamic law, as they undermine humanitarian values and the goal of Sakinah, Mawaddah, And Rahmah (peace and blessings of God) within the family.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 08:22 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 08:22 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43189 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


