PESAN NILAI BUDAYA PADA TRADISI PANTAUAN BUNTING DALAM MENINGKATKAN UKHWAH ISLAMIYAH SUKU BESEMAH DI DESA TERTAP KECAMATAN JARAI SUMATERA SELATAN

Muhammad, Arief Alfarizi (2026) PESAN NILAI BUDAYA PADA TRADISI PANTAUAN BUNTING DALAM MENINGKATKAN UKHWAH ISLAMIYAH SUKU BESEMAH DI DESA TERTAP KECAMATAN JARAI SUMATERA SELATAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI FULL M ARIF.pdf] PDF
Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mulai berkurangnya pemahaman generasi muda Suku Besemah terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Pantauan Bunting. Tradisi Pantauan Bunting merupakan bagian dari rangkaian adat pernikahan Suku Besemah yang berfungsi sebagai sarana silaturahmi antara pasangan pengantin baru dengan keluarga serta masyarakat sekitar. Di dalam tradisi ini terkandung pesan-pesan nilai budaya yang berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penyampaian pesan nilai budaya dalam tradisi Pantauan Bunting serta perannya dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah masyarakat Suku Besemah di Desa Tertap, Kecamatan Jarai, Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap pelaksanaan tradisi Pantauan Bunting, wawancara mendalam dengan pemangku adat (Jurai Tue), pengantin (bunting), pihak mantau, bujang ngantat, gadis ngantat, tokoh agama, serta masyarakat Suku Besemah, dan dilengkapi dengan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, karya tulis, dan sumber relevan lainnya. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi untuk memperoleh gambaran yang utuh dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Pantauan Bunting mengandung pesan nilai budaya yang disampaikan secara verbal dan nonverbal, meliputi nilai moral, sosial, estetika, kekeluargaan, dan religius. Tradisi ini berperan efektif dalam meningkatkan ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan silaturahmi, pengenalan anggota keluarga baru, penguatan solidaritas sosial, serta penanaman rasa syukur dan kebersamaan dalam masyarakat. Meskipun terdapat tantangan dalam pelestariannya di kalangan generasi muda, tradisi Pantauan Bunting tetap relevan sebagai warisan budaya lokal yang berfungsi mempererat persaudaraan dan menjaga keharmonisan kehidupan sosial masyarakat Suku Besemah. Kata Kunci: Pantauan Bunting, Pesan Nilai Budaya, Ukhuwah Islamiyah, Suku Besemah, Tradisi Pernikahan.ABSTRACT This research is motivated by the declining understanding among the younger generation of the Besemah Tribe regarding the cultural values embedded in the Pantauan Bunting tradition. The Pantauan Bunting tradition is part of the traditional wedding ceremony of the Besemah Tribe, functioning as a means of maintaining social ties between newly married couples, family members, and the surrounding community. This tradition contains messages of cultural values that play an important role in preserving and strengthening Islamic brotherhood (ukhuwah Islamiyah). Therefore, this study aims to examine the process of conveying cultural value messages within the Pantauan Bunting tradition and its role in strengthening ukhuwah Islamiyah among the Besemah community in Tertap Village, Jarai District, South Sumatra. This study employs a qualitative research method with a descriptive approach. Data were collected through direct observation of the implementation of the Pantauan Bunting tradition, in-depth interviews with traditional leaders (Jurai Tue), newlyweds (bunting), the inviting parties (mantau), bujang ngantat, gadis ngantat, religious figures, and members of the Besemah community, and were supported by documentation. Secondary data were obtained from books, academic journals, scientific papers, and other relevant sources. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing or verification to obtain a comprehensive and in-depth understanding. The results indicate that the Pantauan Bunting tradition contains cultural value messages conveyed both verbally and non verbally, including moral, social, aesthetic, familial, and religious values. This tradition plays an effective role in enhancing ukhuwah Islamiyah through activities such as maintaining social relationships, introducing new family members, strengthening social solidarity, and fostering gratitude and togetherness within the community. Despite challenges in its preservation among the younger generation, the Pantauan Bunting tradition remains relevant as a form of local cultural heritage that serves to strengthen brotherhood and maintain social harmony within the Besemah community. Keywords: Pantauan Bunting, Cultural Values, Islamic Brotherhood, Besemah Tribe, Wedding Traditions.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 10 Mar 2026 03:49
Last Modified: 10 Mar 2026 03:49
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43109

Actions (login required)

View Item View Item