TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI PEGHADEU PATTEI PADA MASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN (Studi Pada Masyarakat Lampung Pepadun di Desa Penagan Ratu Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara)

KHAIRUNNISA, Binti Muh. Ilyas (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI PEGHADEU PATTEI PADA MASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN (Studi Pada Masyarakat Lampung Pepadun di Desa Penagan Ratu Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 KHAIRUNNISA.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI KHAIRUNNISA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia memiliki keragaman adat istiadat yang hidup dan berkembang di tengah masyaraka t, salah satunya adalah tradisi Peghadeu Pattei pada masyarakat Lampung Pepadun. Tradisi ini merupakan mekanisme musyawarah adat yang berfungsi sebagai sarana penyelesaian permasalahan keluarga dan sosial, termasuk konflik rumah tangga, dengan menekankan nilai kebersamaan, kehormatan, dan keharmonisan sosial. Dalam praktiknya, Peghadeu Pattei juga mengandung konsekuensi sosial berupa sanksi adat yang bertujuan menjaga ketertiban dan keseimbangan masyarakat. Tradisi Peghadeu Pattei merupakan prosesi adat masyarakat Lampung Pepadun di Desa Penagan Ratu yang dilaksanakan khusus bagi tokoh adat bergelar Suttan yang telah meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan Peghadeu Pattei dan menganalisisnya dalam perspektif hukum Islam berdasarkan teori 'urf. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi langsung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan sumber data primer berupa tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan tradisi Peghadeu Pattei, serta data sekunder dari literatur hukum Islam dan hukum adat. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan teori ‘urf dalam hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Peghadeu Pattei masih dilaksanakan dan dipatuhi oleh masyarakat Desa Penagan Ratu sebagai sarana penyelesaian konflik yang berbasis musyawarah. Ditinjau dari perspektif hukum Islam, tradisi Peghadeu Pattei dapat dikategorikan sebagai ‘urf shahih karena mengandung nilai kemaslahatan, tidak bertentangan dengan prinsip syariat Islam, serta sejalan dengan tujuan hukum Islam, khususnya dalam menjaga keharmonisan keluarga dan ketertiban sosial. Dengan demikian, tradisi Peghadeu Pattei dapat diterima dan dijadikan bagian dari praktik sosial masyarakat dalam kerangka hukum Islam. ABSTRACT Indonesia possesses a rich diversity of customs and traditions that continue to live and develop within society, one of which is the Peghadeu Pattei tradition among the Lampung Pepadun community. This tradition is a customary deliberation mechanism that functions as a means of resolving family and social problems, including domestic conflicts, by emphasizing the values of togetherness, honor, and social harmony. In its practice, Peghadeu Pattei also contains social consequences in the form of customary sanctions aimed at maintaining order and balance within the community. The Peghadeu Pattei tradition is a traditional procession of the Lampung Pepadun community in Penagan Ratu Village, specifically held for deceased traditional figures with the title of Suttan. This study aims to explain the implementation of Peghadeu Pattei and analyze it from an Islamic legal perspective based on the theory of 'urf. The research method used a qualitative approach with in-depth interviews and direct observation. The objectives of this study are to examine the implementation of the Peghadeu Pattei tradition in Penagan Ratu Village, Abung Timur District, North Lampung Regency, and to analyze it from the perspective of Islamic law based on the theory of ‘urf. This research is a field study (field research) employing a qualitative approach. Data were obtained through interviews, observation, and documentation. Primary data sources include traditional leaders, religious figures, and community members directly involved in the implementation of the Peghadeu Pattei tradition, while secondary data were derived from literature on Islamic law and customary law. Data analysis was conducted using a descriptiveanalytical method based on the theory of ‘urf in Islamic law. The results of the study indicate that the Peghadeu Pattei tradition is still practiced and adhered to by the community of Penagan Ratu Village as a deliberation-based mechanism for conflict resolution. From the perspective of Islamic law, the Peghadeu Pattei tradition can be categorized as ‘urf ṣaḥīḥ (valid custom) because it contains elements of public benefit (maṣlaḥah), does not contradict the principles of Islamic law, and is in line with the objectives of Islamic law, particularly in maintaining family harmony and social order. Therefore, the Peghadeu Pattei tradition can be accepted and integrated as part of the community’s social practices within the framework of Islamic law.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 09 Mar 2026 03:58
Last Modified: 09 Mar 2026 03:58
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43079

Actions (login required)

View Item View Item