FALAH, AULIA SANI (2026) BEBAS DAN BERTANGGUNG JAWAB DALAM KEMANDIRIAN BELAJAR: SEBUAH PENELITIAN KORELASI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SANTRI. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (8MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara motivasi belajar dan kemandirian belajar santri dalam pembelajaran Fiqh di Pondok Pesantren Al Hikmah Bandar Lampung. Kajian ini dilandasi oleh pentingnya motivasi sebagai pendorong internal dalam proses belajar serta kemandirian sebagai indikator kesiapan santri dalam mengelola pembelajaran secara mandiri, khususnya di lingkungan pesantren yang menekankan kedisiplinan dan tanggung jawab pribadi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 32 santri kelas III Wustho yang sekaligus merupakan total populasi, sehingga teknik yang digunakan adalah sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Motivasi belajar diukur melalui indikator dorongan internal, ketekunan, minat, dan orientasi tujuan, sedangkan kemandirian belajar diukur melalui kemampuan mengatur waktu, tanggung jawab terhadap tugas, inisiatif belajar, serta kepercayaan diri dalam memahami materi. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment untuk mengetahui tingkat hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar R = 0,030 yang termasuk kategori sangat lemah, dengan koefisien determinasi R² = 0,001 atau kontribusi hanya 0,1%. Nilai signifikansi sebesar 0,873 (> 0,05) menandakan tidak adanya hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan kemandirian belajar santri dalam pembelajaran Fiqh. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemandirian belajar santri kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti pola pembinaan pesantren, sistem pengawasan, kebiasaan belajar kolektif, serta budaya kepatuhan terhadap aturan yang lebih menekankan arahan eksternal dibanding inisiatif pribadi. Hasil ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan motivasi, tetapi juga secara khusus melatih kemandirian belajar santri. Kata Kunci: Motivasi Belajar; Kemandirian Belajar; Pembelajaran Fiqih ii ABSTRACK This study aims to examine the relationship between learning motivation and students’ learning independence in Fiqh instruction at Pondok Pesantren Al Hikmah, Bandar Lampung. The research is grounded in the view that motivation functions as an internal driving force in the learning process, while learning independence reflects students’ readiness to manage their own learning, particularly within the pesantren environment that emphasizes discipline and personal responsibility. A quantitative approach with a correlational design was employed to investigate the degree of association between the two variables. The sample consisted of 32 third-year Wustho students, representing the entire population; therefore, a saturated sampling technique was applied. Data were collected using a validated and reliable Likert-scale questionnaire. Learning motivation was measured through internal drive, persistence, interest, and goal orientation, while learning independence was assessed through time management, responsibility, initiative, and self-confidence. The data were analyzed using Pearson Product Moment correlation to examine the relationship between the two variables. The findings revealed a correlation coefficient of R = 0.030, which falls into the very weak category, with a coefficient of determination (R²) of 0.001, indicating that learning motivation contributed only 0.1% to the variance in learning independence. The significance test yielded a value of Sig. = 0.873 (> 0.05), demonstrating that there is no statistically significant relationship between learning motivation and learning independence in Fiqh learning. These results suggest that students’ learning independence is likely influenced more by other factors, such as pesantren mentoring patterns, supervisory systems, collective learning habits, and a culture of rule compliance that tends to emphasize external direction rather than personal initiative. This study may serve as a basis for educators to evaluate and design Fiqh learning strategies that not only enhance motivation but also intentionally foster students’ learning independence. Keywords: Learning Motivation; Learning Independence; Fiqh Learning.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama islam |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 07:00 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 07:00 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42993 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


