KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM MENGATASI BULLYING DI SMA PERINTIS 2 BANDAR LAMPUNG

HERLIAN, DEDY SUHENDI (2026) KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM MENGATASI BULLYING DI SMA PERINTIS 2 BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN - BAB 2 DAN DAFTAR PUSTAKA - LAMPIRAN AKHIR.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL HERLIAN DEDY SUHENDI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

K Bullying merupakan suatu perilaku negatif berulang yang bermaksud menyebabkan ketidaksenangan atau menyakitkan oleh orang lain, baik satu atau beberapa orang secara langsung terhadap seseorang yang tidak mampu melawannya. Oleh karena itu, perilaku bullying harus diatasi di lingkungan sekolah melalui kesadaran pelaku bullying terhadap dampak negatif dari bullying. Menurut pra penelitian yang penulis lakukan didapatkan informasi bahwa bullying diidentifikasi sebagai masalah signifikan di SMA Perintis 2 Bandar Lampung, dengan bentuk lazim termasuk intimidasi verbal, relasional, dan fisik. Tindakan ini negatif, berulang, dan dimaksudkan untuk menyebabkan ketidaknyamanan atau bahaya, yang menyebabkan tekanan psikologis pada korban. Komunikasi persuasif merupakan cara untuk mengatasi perilaku bulllying. Komunikasi persuasif dapat mendorong perubahan perilaku secara sadar tanpa paksaan. Korban menjadi lebih percaya diri dan pulih secara emosional, sementara pelaku menyadari kesalahannya dan terdorong berhenti melakukan bullying. Dengan demikian, komunikasi persuasif menciptakan perubahan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis mengadakan penelitian yang berjudul “Komunikasi Persuasif Dalam Mengatasi Bullying di SMA Perintis 2 Bandar Lampung”. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses Komunikasi Persuasif Dalam Mengatasi Bullying Di SMA Perintis 2 Bandar Lampung. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research). Sifat penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik total sampling. Data primer didapatkan langsung dari seluruh siswa, dan 1 orang guru Bimbingan dan Konseling. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, komunikasi persuasif untuk mengatasi bullying pada siswa dilaksanakan setiap minggu sekali, setiap pertemuan dilaksanakan selama 30-60 menit. Komunikasi persuasif sangat efektif dalam menumbuhkan pemahaman baru, kesadaran diri, dan kemauan untuk berubah di antara siswa yang terlibat dalam intimidasi, tanpa paksaan atau tekanan. Pendekatan ini membantu membangun lingkungan sekolah yang lebih aman dan lebih harmonis. Kata kunci: Komunikasi, Persuasif, Bullying, Lingkungan Sekolah. ABSTRACT Bullying is a repeated negative behavior intended to cause discomfort or harm to others, either by one individual or a group, directed toward someone who is unable to defend themselves. Therefore, bullying must be addressed in the school environment by fostering awareness among perpetrators regarding the negative impacts of their actions. Based on preliminary research conducted by the author, bullying has been identified as a significant problem at SMA Perintis 2 Bandar Lampung, with common forms including verbal, relational, and physical intimidation. These actions are negative, repetitive, and intentionally aimed at causing discomfort or harm, resulting in psychological pressure on the victims. Persuasive communication serves as an approach to overcome bullying behavior. It can encourage behavioral change consciously and without coercion. Victims become more confident and emotionally recovered, while perpetrators become aware of their mistakes and are motivated to stop bullying. Thus, persuasive communication creates more effective and sustainable change. Based on the background above, the author conducted a study entitled “Persuasive Communication in Overcoming Bullying at SMA Perintis 2 Bandar Lampung.” The purpose of this research is to identify the process of persuasive communication in addressing bullying at SMA Perintis 2 Bandar Lampung. This research is a field research. It is a descriptive qualitative study using a total sampling technique. Primary data was obtained directly from all students and one guidance and counseling teacher. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that persuasive communication to address bullying among students is carried out once a week, with each session lasting 30–60 minutes. This communication approach is highly effective in fostering new understanding, self-awareness, and willingness to change among students involved in bullying, without coercion or pressure. Furthermore, it contributes to creating a safer and more harmonious school environment. Keywords : Communication, Persuasive Bullying, School Environment.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 25 Feb 2026 07:01
Last Modified: 25 Feb 2026 07:01
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42908

Actions (login required)

View Item View Item