PENGEMBANGAN KAPASITAS PETANI OLEH KELOMPOK TANI PAGAR SARI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI DUSUN TANJUNG SUIT DESA PARDASUKA KECAMATAN KATIBUNG LAMPUNG SELATAN

ADJI, PUTRA PRATAMA (2026) PENGEMBANGAN KAPASITAS PETANI OLEH KELOMPOK TANI PAGAR SARI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI DUSUN TANJUNG SUIT DESA PARDASUKA KECAMATAN KATIBUNG LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI BAB I DAN II.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI ADJI PUTRA PRATAMA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji upaya Kelompok Tani Pagar Sari dalam mengembangkan kapasitas petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian jagung di Dusun Tanjung Suit, Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. Kelompok yang berdiri pada 20 Oktober 2020 ini dipimpin oleh Turiman (Ketua), Fitriani (Sekretaris), dan Ir. Jhoni Suwandy S.Tr.P. (Bendahara), beroperasi di wilayah agraris dengan 144 kepala keluarga dan lahan seluas 291 hektar yang didominasi komoditas jagung. Sebelum berdirinya kelompok, petani menghadapi penurunan produktivitas dari 6 ton/ha (2020) menjadi 4,5 ton/ha (2024) akibat degradasi tanah, serangan hama fall armyworm, kekeringan El Nino, keterbatasan pengetahuan petani, fragmentasi lahan, dan minimnya akses modal melalui KUR. Penelitian bersifat kualitatif deskriptif menggunakan field research dengan purposive sampling terhadap 7 informan kunci dari 28 anggota kelompok, terdiri dari 1 pengurus, 3 anggota aktif, 2 petani berproduksi tinggi 11 ton/ha, dan 1 petani non-anggota sebagai pembanding. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dianalisis dengan triangulasi sumber dan metode. Penemuan utama mengungkap upaya pengembangan kapasitas yang holistik dan berkelanjutan: penyuluhan teknis 9 kali per tahun mencakup analisis cuaca, pemilihan benih hibrida NK SUMO, aplikasi pupuk bertahap (NPK 300-400 kg/ha dasar, urea 200 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, ZA 100 kg/ha), pengendalian hama terpadu, serta irigasi 5 fase kritis; pendampingan lapangan minimal 3 kali per bulan untuk praktik tanam jarak 70-75 cm antar baris, pemeliharaan tanaman, dan panen optimal usia 100-119 hari setelah tanam; pembinaan solidaritas melalui gotong royong berbasis nilai Islam dan budaya Lampung; pemasaran kolektif untuk mengurangi ketergantungan tengkulak; serta evaluasi berkala berbasis hasil panen guna perbaikan akses modal dan subsidi. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas anggota kelompok stabil mencapai 9-11 ton/ha (Sumedi, Yono, Roni) jauh lebih tinggi dibandingkan petani non-anggota 5-8 ton/ha (Rojali, Mukti), sehingga meningkatkan pendapatan rumah tangga dan ketahanan pangan desa meskipun tantangan regenerasi petani usia di atas 50 tahun masih ada. Kesimpulan bahwa model pengembangan kapasitas partisipatif terbukti memberikan manfaat yang baik sebagai agen transformasi agraris berkelanjutan. ABSTRACT This study examines the efforts of the Pagar Sari Farmer Group in developing farmers' capacity to increase corn productivity in Tanjung Suit Hamlet, Pardasuka Village, Katibung Subdistrict, South Lampung Regency. Established on October 20, 2020, the group is led by Turiman (Chair), Fitriani (Secretary), and Ir. Jhoni Suwandy S.Tr.P. (Treasurer). It operates in an agricultural area with 144 households and 291 hectares of land dominated by corn. Before the group was established, farmers faced a decline in productivity from 6 tons/ha (2020) to 4.5 tons/ha (2024) due to soil degradation, fall armyworm pest attacks, El Nino drought, limited farmer knowledge, land fragmentation, and minimal access to capital through KUR. The research was descriptive qualitative in nature, using field research with purposive sampling of 7 key informants from 28 group members, consisting of 1 administrator, 3 active members, 2 farmers with high yields of 11 tons/ha, and 1 non-member farmer as a comparison. Primary data was collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, analyzed using triangulation of sources and methods. Key findings reveal holistic and sustainable capacity building efforts: 9 technical extension sessions per year covering weather analysis, selection of NK SUMO hybrid seeds, gradual fertilizer application (NPK 300-400 kg/ha base, urea 200 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, ZA 100 kg/ha), integrated pest management, and irrigation during 5 critical phases; field assistance at least 3 times per month for planting practices with 70-75 cm spacing between rows, crop maintenance, and optimal harvesting 100-119 days after planting; solidarity building through mutual cooperation based on Islamic values and Lampung culture; collective marketing to reduce dependence on middlemen; and periodic evaluation based on harvest results to improve access to capital and subsidies. The results of the study show that the productivity of stable group members reached 9-11 tons/ha (Sumedi, Yono, Roni), which was much higher than that of non-member farmers at 5-8 tons/ha (Rojali, Mukti), thereby increasing household income and village food security despite the challenge of regenerating farmers over the age of 50. The conclusion is that the participatory capacity building model has proven to provide good benefits as an agent of sustainable agricultural transformation.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pengembangan Masyarakat Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 24 Feb 2026 08:07
Last Modified: 24 Feb 2026 08:07
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42888

Actions (login required)

View Item View Item