MUHAMAD, AJI SUPRAPTO (2026) KOMUNIKASI KELUARGA BEDA BUDAYA DALAM MEMBINA KEHARMONISAN RUMAH TANGGA KECAMATAN KEDONDONG KABUPATEN PESAWARAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
Abstract
ABSTRACT This study aims to analyze daily communication patterns and conflict management strategies among intercultural couples in Kedondong District, Pesawaran Regency. The research is motivated by the increasing number of intercultural marriages, which often involve differences in language, customs, and social role expectations within families. A qualitative approach was employed, using in-depth interviews with intercultural couples as the primary data collection method. The findings indicate that couples tend to adopt accommodative communication patterns through the use of a neutral language, metacommunication, and the formation of a “third culture” resulting from the negotiation of cultural values. Conflict management is primarily conducted through integration and compromise strategies, supported by responsive tolerance manifested in respect for expressive differences, self-directed cultural learning, and the role of spouses as mediators with extended families. These results suggest that responsive tolerance is a key factor in maintaining harmony and sustainability in intercultural family relationships. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola komunikasi sehari-hari serta strategi pengelolaan konflik yang diterapkan oleh pasangan antarbudaya di Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya fenomena perkawinan antarbudaya yang berpotensi menimbulkan perbedaan bahasa, adat istiadat, dan ekspektasi peran sosial dalam kehidupan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap pasangan antarbudaya sebagai teknik pengumpulan data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan antarbudaya cenderung mengembangkan pola komunikasi akomodatif melalui penggunaan bahasa netral, praktik metakomunikasi, serta pembentukan budaya ketiga yang merupakan hasil dari proses negosiasi nilai-nilai budaya. Adapun pengelolaan konflik dilakukan melalui strategi integrasi dan kompromi yang diperkuat oleh toleransi responsif, yang tercermin dalam sikap saling menghargai perbedaan ekspresi budaya, upaya pembelajaran budaya secara mandiri, serta peran pasangan sebagai mediator dalam hubungan dengan keluarga besar. Temuan ini menunjukkan bahwa toleransi responsif merupakan faktor penting dalam menjaga keharmonisan dan keberlanjutan relasi keluarga antarbudaya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 07:18 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 07:18 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42878 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


