Ahmad, Novta Sebad Linaci (2026) ANALISIS WACANA KRITIS NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PROGRAM LOG-IN EPISODE 30 SEASON 2 SEBAGAI REPRESENTASI MEDIA DIGITAL PEMBELAJARAN PAI DI ERA SOCIETY 5.0 (STUDI SMAN 9 BANDAR LAMPUNG). Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (13MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (34MB) |
Abstract
ABSTRAK Konsep moderasi beragama menjadi isu penting dalam kehidupan keagamaan Indonesia, terutama di era Society 5.0 ketika penggunaan media digital—khususnya YouTube—sangat dominan. Kondisi ini memberikan peluang penyebaran nilai positif sekaligus risiko meningkatnya konten negatif seperti ujaran kebencian dan intoleransi. Program Log-In Episode 30 Season 2 yang dipandu Husein Ja’far Al-Hadar dan Onadio Leonardo menampilkan dialog lintas agama dengan pesan toleransi dan antiekstremisme. Penelitian ini bertujuan menganalisis wacana nilai moderasi beragama dalam tayangan tersebut, melihat representasinya sebagai media digital pembelajaran PAI, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya di lingkungan SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kombinasi model analisis Miles–Huberman dan Analisis Wacana Kritis Fairclough, menghasilkan analisis berlapis sekaligus kontribusi metodologis bagi kajian PAI digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama yang terepresentasi dalam tayangan tersebut mencakup toleransi, anti kekerasan, keadilan sosial, komitmen kebangsaan, dan islam rahmatan lil ‘alamin dengan berpegang kemurnian tauhid tanpa mencampur keyakinan dengan agama lain. Islam tetap menegaskan batas akidah, namun mengajarkan penghormatan terhadap keragaman dan kerjasama sosial sebagaimana dalam QS. Al-Kafirun ayat 6 dan kerangka moderasi beragama Kementerian Agama. Nilai tersebut berkaitan langsung dengan empat domain materi PAI: Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, dan Sejarah Islam. Program Log-In berfungsi sebagai media edukatif yang komunikatif dan kontekstual, menyajikan wacana Islam moderat melalui gaya populer yang dekat dengan generasi muda. Sebagai media digital pembelajaran, tayangan ini berperan dalam membangun literasi keagamaan, karakter kritis, dan sikap toleran peserta didik di era Society 5.0. Faktor pendukung internalisasi nilai moderasi beragama di sekolah antara lain adaptasi guru terhadap teknologi, dukungan kebijakan kurikulum, dan karakter sosial masyarakat Lampung yang inklusif. Adapun faktor penghambatnya meliputi rendahnya literasi digital sebagian siswa dan paparan konten keagamaan ekstrem di ruang digital. Secara keseluruhan, Penelitian ini menegaskan bahwa media digital, khususnya platform YouTube, memiliki potensi strategis sebagai sarana pendidikan Islam yang moderat dan inklusif di era Society 5.0. Nilai-nilai yang terkandung dalam program LogIn dapat dijadikan model representasi pembelajaran PAI yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. ABSTRACT The concept of religious moderation has become a crucial issue in Indonesian religious life, particularly in the Society 5.0 era, where digital media—particularly YouTube—is highly prevalent. This situation presents both an opportunity to spread positive values and a risk of increasing negative content such as hate speech and intolerance. The Log-In program, Episode 30 Season 2, hosted by Husein Ja'far AlHadar and Onadio Leonardo, featured an interfaith dialogue with messages of tolerance and anti-extremism. This study aims to analyze the discourse on the value of religious moderation in the program, examine its representation as a digital medium for Islamic Religious Education (PAI) learning, and identify supporting and inhibiting factors for its implementation in high schools. The study used a descriptive qualitative approach, combining the Miles– Huberman analysis model and Fairclough's Critical Discourse Analysis, resulting in a multi-layered analysis and methodological contribution to digital Islamic education studies. The results show that the values of religious moderation represented in the broadcast include tolerance, anti-violence, social justice, commitment to nationalism, and Islam.mercy for all the worldsby holding to the purity of monotheism without mixing beliefs with other religions. Islam still emphasizes the limits of faith, but teaches respect for diversity and social cooperation as in QS. Al-Kafirun verse 6 and the religious moderation framework of the Ministry of Religion. These values are directly related to the four PAI material domains: Al-Quran Hadith, Aqidah Akhlak, Fiqh, and Islamic History. ProgramLog-InIt functions as a communicative and contextual educational medium, presenting moderate Islamic discourse in a popular style that resonates with the younger generation. As a digital learning medium, this program plays a role in developing religious literacy, critical character, and a tolerant attitude in students in this era.Society 5.0Supporting factors for the internalization of religious moderation values in schools include teacher adaptation to technology, curriculum policy support, and the inclusive social character of the Lampung community. Inhibiting factors include low digital literacy among some students and exposure to extreme religious content in digital spaces. Overall, this research confirms that digital media, especially the YouTube platform, has strategic potential as a means of moderate and inclusive Islamic education in the era of Society 5.0. The values contained in the programLog-Incan be used as a representation model for PAI learning that is relevant to current technological developments.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama islam |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Ilmu Tarbiyah dan Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 08:02 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 08:02 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42770 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


