DAFFA, UL-HAQ DINISA (2026) ANALISIS KRITIS TERHADAP PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENETAPAN PENGADILAN AGAMA MESUJI NO. 7/PDT.P/2023/PA.MSJ. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini merupakan suatu studi kritik terhadap proses dan penetapan Pengadilan Agama Mesuji terkait permohonan penetapan hak perwalian anak di bawah umur atas nama Abid Fariyanto bin Abdul Gani. Permohonan diajukan oleh Kabul Wakidi bin Rasiman dan Sumarni binti Sutariyo pada 21 Maret 2023. Majelis hakim mengabulkan permohonan, menetapkan kedua pemohon sebagai wali yang bertanggung jawab, serta membebankan biaya perkara sebesar Rp 520.000. Pertimbangan hakim didasarkan pada fakta adanya perceraian orang tua anak, ketidakhadiran ayah yang tidak diketahui keberadaannya sejak 2013, dan meninggalnya ibu kandung pada Januari 2023. Surat keterangan tidak diketahui keberadaan yang dikeluarkan oleh Kepala Desa tidak memiliki kekuatan sama dengan penetapan pengadilan terkait status gaib. Pencabutan hak perwalian adalah keputusan serius yang harus lewat penetapan pengadilan dengan mempertimbangkan berbagai faktor demi kepentingan terbaik anak, seperti penelantaran, penyalahgunaan wewenang, dan kondisi membahayakan lainnya. ABSTRACT This research is a critical study of the process and decision of the Mesuji Religious Court regarding the application for the determination of guardianship rights for a minor child named Abid Fariyanto bin Abdul Gani. The application was filed by Kabul Wakidi bin Rasiman and Sumarni binti Sutariyo on March 21, 2023. The panel of judges granted the application, appointed both applicants as responsible guardians, and imposed court costs of Ro 520.000. The judge's considerations were based on the facts of the child's parents' divorce, the absence of the father whose whereabouts are unknown since 2013, and the death of the biological mother in in January 202 2023. The certificate of unknown whercabouts issued by the Village Head does not have the same force as a court order regarding supernatural status. Revocation of guardianship rights is a serious decision that must be made by a court decision, considering various factors in the best interests of the child, such as neglect, abuse of authority. and other dangerous conditions
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 07:15 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 07:15 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42732 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


