RISMA, WARDANI (2026) PERAN VOLUNTEER FOMO DALAM PENINGKATAN KEMANDIRIAN PADA KOMUNITAS SAHABAT DIFABEL LAMPUNG (SADILA). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Peran volunteer FOMO dalam peningkatan kemandirian pada komunitas Sahabat Difabel Lampung (SADILA)”. Latar belakang penelitian berangkat dari munculnya gejala Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan relawan muda yang mendorong mereka ikut dalam berbagai kegiatan sosial agar tidak tertinggal dari lingkungan sosialnya. Fenomena ini terlihat di SADILA, di mana sebagian volunteer aktif dalam kegiatan besar namun kurang konsisten pada kegiatan rutin. Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk kontribusi volunteer FOMO dalam meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas serta memahami dampaknya terhadap keberlangsungan program. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif volunteer FOMO berdasarkan motif sebab dan tujuan menurut Alfred Schutz. Teori tindakan sosial Max Weber digunakan untuk membaca orientasi tindakan para volunteer. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menemukan pola kontribusi, dinamika keterlibatan, dan dampak hadirnya volunteer FOMO terhadap program kemandirian penyandang disabilitas. Hasil penelitian menunjukkan dua bentuk kontribusi volunteer FOMO, yaitu keterlibatan dalam kegiatan rutin seperti mengajar dan pelatihan keterampilan, serta partisipasi pada kegiatan event besar. Selain berdampak pada anak, keterlibatan volunteer FOMO juga berkontribusi terhadap eningkatan kemandirian penyandang disabilitas, khususnya pada aspek perkembangan kemampuan sosial, tumbuhnya rasa percaya diri dan keberanian, kemandirian emosional, serta kemandirian anak dalam aktivitas sehari-hari. rlihat dari meningkatnya kegiatan komunitas, perluasan publikasi, dan menguatnya citra komunitas di ruang digital. Namun, dampak negatifnya mencakup masalah konsistensi dan komitmen volunteer serta persoalan etika dan privasi, seperti dokumentasi tanpa izin dan aktivitas yang lebih berorientasi pada kebutuhan konten. Secara keseluruhan, fenomena volunteer FOMO mencerminkan proses pembelajaran sosial sekaligus menegaskan perlunya penguatan rekrutmen, pembinaan, dan tata kelola dokumentasi agar motivasi FOMO dapat diarahkan menjadi kontribusi yang konsisten, etis, dan mendukung kemandirian penyandang disabilitas. Kata Kunci: Volunteer, FOMO (Fear of Missing Out), Kemandirian, Disabilitas, Komunitas SADILA.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 03:59 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 03:59 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42709 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


