SITI, ROHMAH (2026) KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM MENGHADAPI HAMBATAN BAHASA PADA MAHASISWA ASING DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Komunikasi antarbudaya bagi mahasiswa asing tidak hanya sekedar proses pertukaran informasi, tetapi juga proses pembelajaran sosial dan budaya. Melalui komunikasi antarbudaya, mahasiswa asing belajar memahami nilai, norma, serta kebiasaan yang berlaku di lingkungan akademik maupun sosial. Dan bahasa menjadi tantangan utama yang sering dihadapi dalam proses komunikasi antarbudaya, karena bahasa bukan sekedar alat penyampaian pesan, tetapi cerminan dari cara pandang suatu individu. Hambatan bahasa tersebut menimbulkan kesulitan pada proses komunikasi antarbudaya yang terjadi oleh mahasiswa asing. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan masuk ke dalam penelitian Field Research dengan sumber data yang berasal dari data primer yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dalam pengambilan data mahasiswa asing, sehingga peneliti mendapatkan tiga informan mahasiswa Thailand dan tiga tenaga pengajar yang sesuai dengan kriteria peneliti. Adapun sumber data sekunder berasal dari laporan kegiatan, jurnal dan lainnya, selain itu Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terarah, observasi kegiatan, serta dokumentasi. Data dianalisis berdasarkan teori Miles and Huberman yakni melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi antarbudaya mahasiswa asing dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu budaya, sosiobudaya, psikobudaya, dan lingkungan. Faktor budaya memengaruhi cara berpikir dan penggunaan bahasa, faktor sosiobudaya memengaruhi pola interaksi dan dukungan sosial, faktor psikobudaya berpengaruh pada kepercayaan diri dan motivasi komunikasi, sedangkan faktor lingkungan memengaruhi kelancaran komunikasi melalui suasana kelas dan penggunaan media digital. Keempatnya saling berinteraksi dan membentuk komunikasi yang adaptif, efektif, serta mendukung terciptanya pemahaman lintas budaya di lingkungan akademik.Selain itu, hambatan bahasa terbukti menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi efektivitas komunikasi antarbudaya, terutama hambatan semantik dan gramatikal, sementara hambatan idiomatik dan psikologis turut memperkuatiii kesulitan dalam menyampaikan dan memahami pesan. Namun, melalui pengalaman komunikasi yang meningkat dan dukungan lingkungan sosial, mahasiswa asing mampu beradaptasi, mengelola hambatan bahasa, serta menyesuaikan diri dengan konteks budaya dan bahasa Indonesia secara efektif. ABSTRACT Intercultural communication for international students is not merely a process of exchanging information but also a process of social and cultural learning. Through intercultural communication, international students learn to understand the values, norms, and habits that prevail in both academic and social environments. Language becomes the main challenge often faced in this process, as it is not only a medium for delivering messages but also a reflection of an individual’s worldview. Consequently, language barriers create difficulties in the intercultural communication process experienced by international students. This research employs a qualitative descriptive method and falls under field research, with primary data collected through purposive sampling involving three Thai students and three lecturers who met the research criteria. Secondary data were obtained from activity reports, journals, and other relevant sources. Data collection techniques included directed interviews, observation, and documentation. The data were analyzed using Miles and Huberman’s model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the intercultural communication process among international students is influenced by four main factors: cultural, sociocultural, psychocultural, and environmental. The cultural factor affects ways of thinking and language use; the sociocultural factor influences patterns of interaction and social support; the psychocultural factor impacts confidence and communication motivation; and the environmental factor affects communication fluency through classroom atmosphere and the use of digital media. These four factors interact to create adaptive and effective communication that fosters intercultural understanding within the academic environment. Moreover, language barriers are proven to be the most dominant factor affecting the effectiveness of intercultural communication particularly semantic and grammatical obstacles while idiomatic and psychological barriers further complicate the delivery and comprehension of messages. However, through increased communication experience and social support,v international students are able to adapt, manage language barriers, and effectively adjust to the cultural and linguistic context of Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 03:32 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 03:32 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42706 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


