ANALISIS SEMIOTIKA PESAN MORAL ISLAM DALAM FILM TUHAN IZINKAN AKU BERDOSA

TASYA, REGINA PUTRI (2026) ANALISIS SEMIOTIKA PESAN MORAL ISLAM DALAM FILM TUHAN IZINKAN AKU BERDOSA. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PERPUS PUSAT BAB 1 DAN 2.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI TASYA REGINA PUTRI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Film sebagai media komunikasi visual memiliki kekuatan menvampaikan pesan-pesan moral dan nilai-nilai keagamaan kepada Masyarakat luas. Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa merupakan salah satu film Indonesia yang mengangkat persoalan sosial sekaligus sarat dengan muatan dakwah Islam.Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada bagaimana pesan-pesan moral Islam direpresentasikan dalam film tersebut melalui simbol. dialog, dan tindalae tokoh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi media keagamaan serta upaya memahami peran media populer dalam membentuk kesadaran keislaman masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis maknamakna moral Islam yang terkandung dalam film tersebut berdasarkan teori semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, yang membagi tanda menjadi penanda dan petanda. Data diambil dari adegan film yang memuat pesan moral Islam, baik melalui dialog, visual, maupun simbol tokoh. Data dikumpulkan melalui observasi film, pencatatan dialog, dan analisis konteks sosial. Tanda-tanda yang ditemukan kemudian dianalisis untuk mengetahui makna dan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Tuhan Izinkan Aku Berdosa mengandung lima pesan moral Islam utama, yaitu keimanan kepada Allah SWT, kewajiban menuntut ilmu, pentingnya berbakti kepada orang tua, semangat tolong-menolong dan peduli terhadap sesama, serta keteguhan dalam menghadapi ujian hidup. Setiap pesan tersebut direpresentasikan melalui simbol visual seperti adegan salat, dialog pengajian, tindakan sosial, serta interaksi antar tokoh yang mengandung nilai dakwah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa film ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai media dakwah yang ihampu membentuk kesadaran moral penonton secara kontekstual. Penelitian ini diarapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan studi komunikasi Islam dan literasi media berbasis nilai keagamaan. ABSTRACT Film as a visual communication media has the power to convey moral messages and religious values to the wider community. The film Tuhan Ijinkan Aku Berdosa is one of the Indonesian films that raises social issues and is full of Islamic preaching content. The problem in this study focuses on how Islamic moral messages are represented in the film through symbols, dialogues, and actions of the characters. This research is motivated by the importance of religious media literacy and efforts to understand the role of popular media in shaping Islamic awareness in society. Therefore, this study aims to reveal and analyze the meanings of Islamic morals contained in the film based on Ferdinand de Saussure's semiotic theory. This study uses a descriptive qualitative method with Ferdinand de Saussure's semiotic approach, which divides signs into signifiers and signifieds. Data are taken from film scenes containing Islamic moral messages, either through dialogue, visuals, or character symbols. Data are collected through film observation, dialogue recording, and social context analysis. The signs found are then analyzed to determine the meaning and moral messages contained therein. The results of the study showed that the film Tuhan Ijinkan Aku Berdosa contains five main Islamic moral messages, namely faith in Allah SWT, the obligation to seek knowledge, the importance of being devoted to parents, the spirit of longevity and caring for others, and steadfastness in facing life's trials. Each message is represented through visual symbols such as prayer scenes, religious study dialogues, social actions, and interactions between characters that contain da'wah values. The conclusion of this study is that this film is not only a means of entertainment, but also functions as a da'wah medium that is able to shape the moral awareness of the audience contextually. This research is expected to be a contribution to the development of Islamic communication studies and media literacy based on religious values.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 09 Feb 2026 07:55
Last Modified: 09 Feb 2026 07:55
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42688

Actions (login required)

View Item View Item