Ara, Nismara (2026) TERM DHA’ĪF DALAM TAFSĪR AL-MUNĪR KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI (STUDI KASUS KOMUNITAS YUK HIJRAH LAMPUNG). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (1MB) |
Abstract
Abstrak Penelitian ini bertujuan memahami makna istilah dha’īf dalam Al Qur’ān berdasarkan Tafsīr Al-Munīr karya Wahbah Az-Zuhaili serta bagaimana makna tersebut diaktualisasikan dan diaplikasikan secara praktis oleh Komunitas Yuk Hijrah Lampung. Dalam Al-Qur’ān sendiri terdapat 35 ayat dengan wazn berbeda mengenai term dha’īf, yakni wazn dha’īf, wazn dha’fu, dan wazn adh dhi’f. Penelitian ini mengadopsi desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan subjek dari Komunitas Yuk Hijrah Lampung, serta analisis ayat dengan menggunakan teori tafsīr maudhu’i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsīr Al-Munīr memberikan landasan teologis dan konteks yang kuat untuk memahami bahwa istilah term dha’īf tidak hanya dimaknai sebatas lemah secara umum saja, melainkan dapat ditafsirkan lemah dalam aspek sosial maupun spiritual sesuai dengan konteks Al Qur’ān, sementara Komunitas Yuk Hijrah Lampung tidak hanya memahami konsep kelemahan secara teoritis, tetapi mengaktualisasikannya melalui kelas hijrah, sharing time, dan kegiatan sosial. Berfungsi sebagai ruang pemulihan spiritual, komunitas ini mengubah kelemahan (dha’īf) menjadi motivator perubahan alih-alih tanda ketidakmampuan permanen. Dengan demikian, Komunitas Yuk Hijrah Lampung berhasil mentransformasi makna dha’īf dari Al Qur’ān menjadi gerakan pembinaan yang praktis dan terstruktur. Penelitian menyimpulkan bahwa pemahaman dan penerapan term dha’īf memiliki fungsi sosial dan psikologis penting dalam memotivasi perubahan perilaku dan identitas keagamaan di kalangan komunitas Muslim kontemporer. Kata Kunci: Dha’īf, Tafsīr Al-Munīr, Komunitas Yuk Hijrah Lampung, Aktualisasi. Abstract This study aims to understand the meaning of the term dha’īf in the Qur’ān based on Tafsīr Al-Munīr by Wahbah Az-Zuhaili, as well as how this meaning is actualized and practically applied by the Yuk Hijrah (dha’īf) into a motivator for change instead of a sign of permanent incapacity. Thus, the Yuk Hijrah Lampung Community succeeds in transforming the meaning of dha’īf from the Qur’ān into a practical and structured development movement. The research concludes that the understanding and application of the term dha’īf hold important social dan psychological functions in motivating behavioral change and religious identity within contemporary Muslim communities. Keywords: Dha’īf, Tafsīr Al-Munīr, Yuk Hijrah Lampung Community, Actualization. Lampung Community. In the Qur’ān itself, there are 35 verses with different meanings regarding the term dha’īf, namely wazn dha’īf, wazn dha’fu, and wazn adh dhi’f. This research adopts a qualitative design with a descriptive analytical approach. Data were collected through observation and interviews with subjects from the Yuk Hijrah Lampung Community, alongside verse analysis using the theory of tafsīr maudhu’i. The findings indicate that Tafsīr Al-Munīr provides a strong theological foundation and context for understanding that the term dha’īf does not only mean generally weak, but can be interpreted as weakness in social and spiritual aspects according to the context of the Qur’ān. Meanwhile, the Yuk Hijrah Lampung Community not only understands the concept of weakness theoretically but also actualizes it through hijrah classes, sharing time, and social activities. Serving as a space for spiritual recovery, this community transform weakness
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 09 Feb 2026 03:18 |
| Last Modified: | 09 Feb 2026 03:18 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42652 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


