DEFY, DUWI YANA (2026) IMPLEMENTASI EKONOMI BIRU DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN PESISIR KELURAHAN KANGKUNG KECAMATAN BUMI WARAS KOTA BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan bagaimana implementasi ekonomi biru dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan pesisir di Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung. Pembangunan sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Namun, pemanfaatan sumber daya laut yang tidak berkelanjutan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan ketidakstabilan ekonomi. Oleh karena itu, konsep ekonomi biru hadir sebagai pendekatan pembangunan berkelanjutan yang menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara bertanggung jawab, efisien, dan ramah lingkungan. Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, merupakan wilayah pesisir yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor perikanan sehingga relevan untuk dikaji dalam konteks penerapan ekonomi biru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi ekonomi biru serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologis melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi pihak kelurahan, dinas terkait, tokoh masyarakat, serta nelayan pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi biru di Kelurahan Kangkung telah terimplementasi melalui penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, penangkapan ikan berbasis kuota, pengolahan hasil laut skala rumah tangga, serta upaya pelestarian lingkungan pesisir, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal. Implementasi ekonomi biru memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan, ditandai dengan meningkatnya pendapatan yang lebih stabil, diversifikasi sumber penghasilan, penguatan ekonomi keluarga, meningkatnya peran perempuan dalam kegiatan ekonomi, serta perbaikan kualitas lingkungan pesisir. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan modal, akses teknologi, dan infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan dan pendampingan berkelanjutan agar penerapan ekonomi biru dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan. Kata Kunci: Ekonomi Biru, Kesejahteraan, Masyarakat Pesisir, Nelayan Bandar Lampung. iii ABSTRACT This undergraduate thesis presents the results of a study examining the implementation of the blue economy and its impact on the welfare of coastal fishing communities in Kangkung Subdistrict, Bumi Waras District, Bandar Lampung City. The development of the marine and fisheries sector plays a strategic role in improving the welfare of coastal communities, particularly fishermen. However, unsustainable exploitation of marine resources has the potential to cause environmental degradation and economic instability. Therefore, the concept of the blue economy emerges as a sustainable development approach that emphasizes responsible, efficient, and environmentally friendly utilization of marine resources. Kangkung Subdistrict, Bumi Waras District, Bandar Lampung City, is a coastal area with a high dependence on the fisheries sector, making it relevant to be studied in the context of blue economy implementation. This study aims to identify the implementation of the blue economy and its impact on the welfare of coastal fishing communities. The research employs a qualitative method with a sociological approach through observation, in-depth interviews, and documentation. The informants in this study include village officials, related government agencies, community leaders, and coastal fishermen. The results indicate that the blue economy in Kangkung Subdistrict has been implemented through the use of environmentally friendly fishing gear, quota-based fishing practices, household�scale marine product processing, and efforts to preserve the coastal environment, although its implementation has not yet been fully optimal. The implementation of the blue economy has had a positive impact on the welfare of fishing communities, as indicated by more stable income levels, diversification of income sources, strengthening of household economies, increased participation of women in economic activities, and improvements in the quality of the coastal environment. Nevertheless, several constraints remain, including limited access to capital, technology, and supporting infrastructure. Therefore, sustained policy support and continuous assistance are needed to ensure that the implementation of the blue economy can be carried out optimally and sustainably. Keywords: Blue Economy, Welfare, Coastal Communities, Fishermen, Bandar Lampung.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 02:54 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 02:54 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42438 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


