Aldiyansyah, M. Saleh AJ (2025) IMPLEMENTASI KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MENGURANGI SIKAP RENDAH DIRI PADA PESERTA DIDIK MADRASAH TSANAWIYAH DINIAH AL-AMIN KELURAHAN REJOSARI KABUPATEN LAMPUNG UTARA. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK kerap Rendah diri merupakan salah satu hambatan psikologis yang dialami peserta didik dan berpotensi mengganggu perkembangan maupun pencapaian akademis mereka. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan hasil pelaksanaan konseling kelompok dengan pendekatan assertive training dalam menurunkan kecenderungan rendah diri pada santri Madrasah Tsanawiyah Diniah Al-Amin, Kelurahan Rejosari, Kabupaten Lampung Utara. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan subjek penelitian terdiri atas 4 santri yang menunjukkan gejala sikap rendah diri, 4 santri yang berprilaku asertif serta 1 guru bimbingan dan konseling di MTs Diniah Al-Amin, Kelurahan Rejosari, Kabupaten Lampung Utara. Data sekunder dikumpulkan melalui dokumentasi berupa buku, foto, dan video yang mendukung kegiatan penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi non-partisipan dan dokumentasi, dengan pola pengumpulan yang tidak terstruktur. Analisis data menggunakan model analisis kualitatif Jhon W. Creswell, yang meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan konseling kelompok dengan teknik assertive training diterapkan melalui empat tahapan utama. Pertama, tahap persiapan, di mana guru BK membangun suasana akrab dan saling percaya di antara anggota kelompok yang memiliki permasalahan sikap rendah diri. Kedua, tahap pelaksanaan, di mana guru memperkenalkan konsep dan langkah-langkah assertive training melalui diskusi, simulasi, dan latihan peran untuk melatih keberanian berpendapat. Ketiga, tahap evaluasi, di mana dilakukan refleksi terhadap hasil latihan, perubahan perilaku, serta tingkat keaktifan santri dalam menyampaikan pendapat. Keempat, tahap penutup, di mana guru BK memberikan kesimpulan, evaluasi akhir, serta dorongan positif agar peserta terus mengembangkan sikap asertif dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: konseling kelompok, assertive training, rendah diri, ABSTRACT Low self-esteem is a psychological barrier frequently experienced by students and has the potential to disrupt both their personal development and academic achievement. This study aims to describe the implementation of group counseling using the assertive training approach in reducing low self-esteem among students at Madrasah Tsanawiyah Diniah Al-Amin, Rejosari Village, North Lampung Regency. This study is a field research employing a descriptive qualitative approach. The sampling technique used was purposive sampling, involving four students who exhibited signs of low self esteem, four students who demonstrated assertive behavior, and one guidance and counseling teacher at Madrasah Tsanawiyah Diniah Al Amin, Rejosari Village, North Lampung Regency. Secondary data were collected through books, documentation, photos, and videos that supported the research activities. Data were gathered using non participant observation and documentation with a non-structured pattern. The data analysis followed John W. Creswell’s qualitativen analysis model, consisting of four stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that the implementation of group counseling using the assertive training technique was carried out through four main stages. First, the preparation stage, in which the counselor built a friendly and trusting atmosphere among group members who had issues with low self-esteem. Second, the implementation stage, where the counselor introduced the concept and steps of assertive training through discussions, simulations, and role-playing to train students to express opinions confidently and respectfully. Third, the evaluation stage, in which reflection was conducted to observe changes in behavior and the students’ level of activeness in expressing opinions. Fourth, the closing stage, where the counselor concluded the activities, provided final evaluations, and offered positive reinforcement to encourage students to continue developing assertive attitudes in their daily lives. Keywords: group counseling, assertive training, low self-esteem, learner.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling Islam |
| Divisions: | Psikologi Islam > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 04:39 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 04:39 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42378 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


