PRAKTIK HUTANG MODAL PENGGARAP SAWAH DENGAN MEMBERIKAN TAMBAHAN HASIL SETIAP PANEN SECARA SUKARELA DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi di Desa Teladas Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang)

SANTIKA, AMELIA (2026) PRAKTIK HUTANG MODAL PENGGARAP SAWAH DENGAN MEMBERIKAN TAMBAHAN HASIL SETIAP PANEN SECARA SUKARELA DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi di Desa Teladas Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI SANTIKA BAB I DAN II.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI SANTIKA AMELIA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Keterbatasan modal merupakan permasalahan utama yang sering dihadapi oleh petani penggarap sawah dalam menjalankan kegiatan pertanian. Kondisi tersebut mendorong munculnya praktik hutang modal antarwarga sebagai bentuk tolong-menolong yang didasarkan pada kepercayaan dan kebiasaan masyarakat. Salah satu praktik yang berkembang di Desa Teladas Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang adalah pemberian hutang modal kepada petani penggarap sawah yang dikembalikan pada saat panen dengan disertai pemberian tambahan hasil panen secara sukarela kepada pemberi modal. Praktik ini telah berlangsung cukup lama dan dianggap sebagai bentuk solidaritas sosial. Namun demikian, dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah praktik tersebut perlu dikaji lebih mendalam karena adanya tambahan manfaat dalam akad hutang piutang yang berpotensi bertentangan dengan prinsip akad Qardh dan larangan riba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis praktik hutang modal penggarap sawah dengan pemberian tambahan hasil panen secara sukarela serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Hukum Ekonomi Syariah. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori akad Qardh dalam fiqh Muamalah, khususnya yang berkaitan dengan rukun dan syarat akad, konsep tambahan dalam hutang piutang, serta kaidah fikih mengenai larangan pengambilan manfaat dari pinjaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif analitis. Data penelitian diperoleh melalui wawancara langsung dengan pihak pemberi modal dan petani penggarap sawah, serta didukung oleh data sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan literatur fiqh yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik hutang modal di Desa Teladas dilakukan tanpa perjanjian tertulis dan hanya berdasarkan kesepakatan lisan serta kepercayaan antar pihak. Jangka waktu pengembalian hutang ditentukan hingga masa panen tiba dengan kewajiban pengembalian pokok hutang secara utuh. Tambahan hasil panen yang pada awalnya diberikan secara sukarela dalam praktiknya berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berulang setiap masa panen dan cenderung mengikat secara sosial. Berdasarkan tinjauan Hukum Ekonomi Syariah, praktik tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip akad Qardh karena mengandung unsur pengambilan manfaat bagi pemberi pinjaman. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa praktik hutang modal penggarap sawah dengan pemberian tambahan hasil panen secara sukarela memerlukan pembenahan akad agar selaras dengan prinsip keadilan, kerelaan, dan terhindar dari unsur riba. ABSTRACT Limited capital is a major problem commonly faced by sharecropping farmers in carrying out agricultural activities. This condition encourages the emergence of capital loan practices among community members as a form of mutual assistance based on trust and local customs. One such practice found in Teladas Village, Dente Teladas District, Tulang Bawang Regency involves providing capital loans to sharecropping farmers, which are repaid at harvest time along with an additional portion of the harvest given voluntarily to the lender. This practice has been carried out for a long period and is socially accepted as a form of solidarity. However, from the perspective of Islamic Economic Law, this practice requires further examination due to the existence of additional benefits in a loan agreement, which may conflict with the principles of Qardh and the prohibition of riba. This study aims to examine and analyze the practice of capital loans for sharecropping farmers accompanied by voluntary additional harvest contributions and to assess its conformity with the principles of Islamic Economic Law. The theoretical framework of this research is based on the concept of Qardh in Islamic jurisprudence (fiqh Muamalah), particularly regarding the pillars and conditions of the contract, additional benefits in loan transactions, and Islamic legal maxims concerning the prohibition of deriving benefits from loans. This research employs a qualitative field research method with a descriptive-analytical approach. The data were collected through interviews with capital providers and sharecropping farmers, supported by secondary data from books, academic journals, and relevant Islamic legal literature. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the capital loan practice in Teladas Village is conducted without a written agreement and relies solely on verbal consent and mutual trust between the parties. The loan repayment period is determined until the harvest season, with the obligation to repay the principal amount in full. The additional harvest contribution, which was initially given voluntarily as an expression of gratitude, has gradually developed into a recurring practice that tends to create social expectations. From the perspective of Islamic Economic Law, this practice does not fully comply with the principles of the Qardh contract, as it contains elements of benefit-taking by the lender. Therefore, it can be concluded that the capital loan practice accompanied by voluntary additional harvest contributions requires contractual adjustments to ensure conformity with the principles of justice, mutual consent, and the avoidance of riba.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 21 Jan 2026 02:56
Last Modified: 21 Jan 2026 02:56
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42342

Actions (login required)

View Item View Item