Listiarti, Eti Onie (2026) ANALISIS PENGARUH INFLASI, NON PERFORMING FINANCING DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO TERHADAP KINERJA KEUANGAN (PADA BCA SYARIAH TAHUN 2015-2023). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Kinerja keuangan merupakan indikator penting untuk menilai keberhasilan bank dalam mengelola aset dan menghasilkan laba. Dalam penelitian ini, kinerja keuangan diukur dengan Return On Asset (ROA) yang mencerminkan efisiensi bank dalam memanfaatkan total asetnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, NPF dan CAR terhadap Kinerja Keuangan BCA Syariah tahun 2015- 2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, jenis data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan triwulan BCA Syariah periode 2015–2023 serta data inflasi yang diperoleh dari publikasi resmi Bank Indonesia. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode cluster sampling, metode analisis data yang digunakan adalah regresi least squares dengan menggunakan alat bantu E-Views versi 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial inflasi dan CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Hal ini disebabkan karena fluktuasi inflasi tidak secara langsung memengaruhi pendapatan bank, mengingat BCA Syariah mampu menjaga stabilitas keuangan melalui manajemen internal yang baik, sementara tingginya modal belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dalam pembiayaan produktif. NPF berpengaruh positif terhadap ROA karena pengelolaan risiko pembiayaan yang efektif memungkinkan bank tetap memperoleh pendapatan meskipun terdapat pembiayaan bermasalah. Inflasi, NPF dan CAR berpengaruh signifikan terhadap ROA, interaksi ketiga variabel ini memberikan gambaran utuh mengenai bagaimana faktor eksternal dan internal saling memengaruhi profitabilitas bank syariah. Dalam perspektif ekonomi islam, inflasi bisa terjadi karena faktor alamiah maupun akibat ulah manusia, hal ini sesuai dengan Q.S. Ar-Rum ayat 41. Islam menawarkan solusi dengan menetapkan dinar (emas) dan dirham (perak) sebagai standar mata uang agar nilai uang tetap stabil. Dengan demikian, penerapan sistem moneter islam dengan prinsip syariah, dapat menjaga stabilitas harga, mencegah kerusakan ekonomi, dan mewujudkan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. ABSTRACT Financial performance is an important indicator for assessing a bank’s success in managing its assets and generating profits. In this study, financial performance is measured by Return On Assets (ROA), which reflects the bank’s efficiency in utilizing its total assets. This research aims to determine the effect of inflation, Non-Performing Financing (NPF), and Capital Adequacy Ratio (CAR) on the financial performance of BCA Syariah during the period of 2015–2023. This study employs a quantitative approach, using secondary data in the form of quarterly financial reports of BCA Syariah for the 2015–2023 period and inflation data obtained from official publications of Bank Indonesia. The sampling technique used in this study is cluster sampling, and the data were analyzed using the least squares regression method with the help of E-Views version 13. The results show that, partially, inflation and CAR have no significant effect on ROA. This is because inflation fluctuations do not directly affect the bank’s income, as BCA Syariah is able to maintain financial stability through effective internal management. Meanwhile, the high level of capital has not been fully utilized optimally for productive financing. NPF has a positive effect on ROA, as effective risk management allows the bank to maintain income despite the presence of non-performing financing. Simultaneously, inflation, NPF, and CAR have a significant effect on ROA, indicating how external and internal factors interact to influence the profitability of Islamic banks. From an Islamic economic perspective, inflation can occur due to natural factors or human actions, as mentioned in the Holy Qur’an (Surah Ar-Rum: 41). Islam offers a solution by establishing dinar (gold) and dirham (silver) as currency standards to maintain monetary stability. Thus, the implementation of an Islamic monetary system based on sharia principles can maintain price stability, prevent economic damage, and promote justice in society.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Perbankan Syariah |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Perbankan Syariah |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 02:35 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 02:35 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42340 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


