AJENG, RHEGINA LARASATI (2026) HARMONISASI DAN TRANSFORMASI RELIGIUS:STUDI KONVERSI AGAMA DALAM KELUARGA DI DESA TAMBAK JAYA KABUPATEN LAMPUNG BARAT. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kasus konversi agama di Desa Tambak Jaya, Kabupaten Lampung Barat, yang tidak hanya mengubah identitas individu tetapi juga berdampak pada relasi keluarga, praktik keagamaan, dan tatanan sosial baik dalam hal budaya ataupun kegiatan kemasyarakatan. Oleh karena itu, diperlukan adanya nilai-nilai toleransi yang di tanamkan dan di praktikkan oleh seluruh elemen masyarakat baik aparat, pemerintah, tokoh agama, lembaga instansi dan organisasi masyarakat untuk tetap menjaga keharmonisan Desa Tambak Jaya. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan yang dirumuskan yaitu bagaimana faktor terjadinya konversi agama dalam keluarga di Desa Tambak Jaya dan bagaimana keluarga menjaga harmonisasi dan transformasi religius. Maka tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya konversi agama serta menganalisis bagaimana keluarga menjaga harmonisasi transformasi religius. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang dinamika internal keluarga dan proses sosial yang terjadi di lapangan. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, obsrvasi, dan dokumentasi. Fungsi gabungan teknik ini adalah untuk triangulasi data sehingga temuan ini menjadi lebih valid. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling yaitu kepada enam informan yang memiliki kriteria yang sesuai untuk diwawancara. Analisis data dilakukan secara kualitatif interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan yang berlandaskan pada teori sosialisasi oleh George Herbert Mead dan dikembangkan secara sistematis oleh Herbert Blumer dalam interaksi simbolik untuk menelaah bagaimana makna keagamaan dinegosiasikan dalam relasi keluarga seperti mind, self, dan society berdasarkan hasil temuan yang ada di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi agama di Desa Tambak Jaya berlangsung bertahap dan dipengaruhi kombinasi antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa faktor psikologis yaitu pencarian makna spiritual, krisis identitas, dan lemahnya pendidikan agama. Faktor teologis dan doktrin yaitu daya tarik ajaran ii iii baru dan ketersediaan literatur dakwah yang mendukung, serta faktor relasional melalui pernikahan campuran, ikatan emosional, pengaruh tokoh agama dan jaringan sosial yang menjadi faktor eksternal konversi. Ketegangan keluarga pasca-konversi dapat dilalui melalui strategi harmonisasi yang diterapkan dengan komunikasi terbuka antaranggota keluarga, toleransi praktik keagamaan, peran mediator tokoh adat dan agama, serta dukungan lembaga lokal dan kebijakan desa. Proses ini menghasilkan transformasi religius yang bukan sekadar perubahan formal identitas tetapi juga rekonstruksi nilai, praktik, dan hubungan sosial dalam keluarga. Sehingga dapat disimpulkan bahwa harmonisasi dan transformasi religius merupakan proses dinamis yang membutuhkan keterbukaan, kesabaran, serta dukungan lingkungan sosial dan pemerintah desa agar keluarga tetap utuh dan mampu menata ulang identitas keagamaannya secara harmonis. Kata Kunci: Konversi Agama., Harmonisasi, Transformasi Religius. ABSTRACT This research is motivated by the phenomenon of religious conversion cases in Tambak Jaya Village, West Lampung Regency, which not only changes individual identities but also affects family relationships, religious practices, and social structures in both cultural and community contexts. Therefore, it is necessary to instill and practice values of tolerance among all elements of societyincluding local authorities, government, religious leaders, institutions, and community organizationsto maintain harmony in Tambak Jaya Village. This condition raises research questions: what are the factors behind religious conversion within families in Tambak Jaya Village, and how do these families maintain religious harmony and transformation? The purpose of this study is to identify the factors causing religious conversion and to analyze how families sustain religious harmony and transformation. The research employs a qualitative descriptive method aimed at obtaining an in-depth understanding of the internal family dynamics and social processes occurring in the field. Data were collected through interviews, observations, and documentation. These combined techniques function as a data triangulation strategy to ensure the validity of the findings. Informants were selected using purposive sampling, consisting of six participants who met the established criteria. Data analysis was conducted through an interactive qualitative model involving data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing, based on George Herbert Mead’s theory of socialization and further developed by Herbert Blumer’s symbolic interactionism. This framework explores how religious meanings are negotiated within family relations through the concepts of mind, self, and society, grounded in the field findings. The results indicate that religious conversion in Tambak Jaya Village occurs gradually and is influenced by both internal and external factors. Internal factors include psychological aspects such as the search for spiritual meaning, identity crisis, and weak religious education. Theological and doctrinal factors involve the appeal of new teachings and the availability of supporting religious literature. Meanwhile, external relational factors include mixed marriages, emotional bonds, iv v the influence of religious figures, and social networks. Post-conversion family tensions are managed through harmonization strategies such as open communication among family members, tolerance in religious practices, the mediating role of traditional and religious leaders, and support from local institutions and village policies. This process leads to religious transformation, not merely as a formal change of identity but as a reconstruction of values, practices, and social relationships within the family. In conclusion, religious harmony and transformation represent a dynamic process that requires openness, patience, and support from the social environment and village governance to ensure family unity and the harmonious reconfiguration of religious identity. Keywords: Religious Conversion, Harmonization, Religious Transformation.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 02:43 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 02:43 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42299 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


