Riko, Pirmansyah (2026) ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERBANKAN DENGAN PENDEKATAN RGEC (STUDI KOMPARATIF PADA BANK UMUM SYARIAH DAN BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA PERIODE 2022 – 2024). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Perkembangan industri perbankan di Indonesia menunjukkan peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menganut sistem perbankan ganda (dual banking system) yang terdiri dari bank konvensional dan bank syariah. Namun, meskipun memiliki potensi pasar yang besar, kinerja perbankan syariah masih belum mampu menyamai dominasi bank konvensional, baik dari sisi aset, profitabilitas, maupun efisiensi operasional. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan sejauh mana perbedaan kinerja keuangan antara kedua sistem perbankan tersebut, terutama dalam periode pasca-pandemi 2022–2024 yang diwarnai dengan pemulihan ekonomi dan konsolidasi industri perbankan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan antara Bank Umum Syariah (BUS) dan Bank Umum Konvensional (BUK) di Indonesia periode 2022–2024 dengan menggunakan pendekatan RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital). Pendekatan RGEC digunakan untuk menilai tingkat kesehatan bank berdasarkan empat aspek utama, yakni risiko, tata kelola, profitabilitas, dan permodalan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif komparatif dengan metode analisis deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan bank yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Teknik analisis data menggunakan uji Mann-Whitney untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan antara kelompok bank syariah dan bank konvensional pada masing-masing komponen RGEC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada aspek Risk Profile (NPF/NPL) dan Good Corporate Governance (GCG) antara bank umum syariah dan bank umum konvensional. Namun, pada aspek Earnings (ROA) ditemukan perbedaan yang signifikan, di mana bank konvensional memiliki tingkat profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan bank syariah. Sementara itu, pada aspek Capital (CAR) kedua jenis bank menunjukkan hasil yang relatif seimbang. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kinerja keuangan bank syariah dan konvensional di Indonesia telah menunjukkan tingkat kesehatan yang stabil dengan kecenderungan konvergensi kinerja di sebagian besar aspek RGEC, kecuali pada profitabilitas. Temuan ini diharapkaniii dapat menjadi bahan evaluasi bagi regulator dan manajemen perbankan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing bank syariah di masa mendatang. ABSTRACT The development of the banking industry in Indonesia plays a crucial role in supporting national economic growth. As the country with the largest Muslim population in the world, Indonesia implements a dual banking system consisting of conventional and Islamic banks. However, despite its vast market potential, the performance of Islamic banks has not yet matched the dominance of conventional banks in terms of assets, profitability, and operational efficiency. This situation raises an important question about the extent of the financial performance differences between the two banking systems, particularly during the post-pandemic period of 2022–2024, which is characterized by economic recovery and consolidation within the national banking industry. This study aims to analyze and compare the financial performance between Islamic Commercial Banks (BUS) and Conventional Commercial Banks (BUK) in Indonesia during the 2022–2024 period using the RGEC approach (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and Capital). The RGEC framework is applied to assess the level of bank soundness through four key aspects: risk, governance, profitability, and capital adequacy. This research employs a quantitative comparative method with a descriptive analytical approach. The data used are secondary data obtained from annual financial reports of banks registered with the Financial Services Authority (OJK). The data were analyzed using the Mann-Whitney test to identify significant differences between Islamic and conventional banks for each RGEC component. The results reveal that there are no significant differences in the Risk Profile (NPF/NPL) and Good Corporate Governance (GCG) aspects between the two banking groups. However, a significant difference was found in the Earnings (ROA) aspect, where conventional banks demonstrated higher profitability compared to Islamic banks. Meanwhile, the Capital (CAR) aspect showed no significant difference between both types of banks. Overall, the findings indicate that the financial performance of Islamic and conventional banks in Indonesia demonstrates a stable level of soundness with converging performance in most RGEC aspects, except for profitability. These findings are expected to serve as a valuable reference for regulators and banking management inv improving the efficiency and competitiveness of Islamic banks in the future.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Perbankan Syariah |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Perbankan Syariah |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 02:37 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 02:37 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42264 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


