Wanda, Novita (2026) PELAKSANAAN KONSELING KOGNITIF PERILAKU DENGAN TEKNIK SELF MONITORING DAN TOKEN ECONOMY DALAM MENGURANGI PERILAKU MEMBOLOS PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 BANGUNREJO LAMPUNG TENGAH. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Perilaku membolos merupakan salah satu bentuk penyimpangan disiplin belajar yang berdampak pada rendahnya prestasi akademik serta lemahnya tanggung jawab siswa terhadap kewajiban sekolah. Fenomena ini juga terjadi di SMA Negeri 1 Bangunrejo Lampung Tengah, di mana sejumlah peserta didik menunjukkan tingkat ketidakhadiran tinggi tanpa alasan yang jelas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi bimbingan dan konseling yang mampu menyentuh aspek kognitif, afektif, dan perilaku peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran perilaku membolos peserta didik serta menjelaskan tahapan pelaksanaan konseling kognitif perilaku dengan teknik self-monitoring dan token economy dalam mengurangi perilaku membolos di SMA Negeri 1 Bangunrejo Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian terdiri atas guru Bimbingan dan Konseling serta enam peserta didik yang teridentifikasi memiliki perilaku membolos. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber dan teknik digunakan untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku membolos di SMA Negeri 1 Bangunrejo muncul dalam berbagai bentuk, seperti tidak masuk sekolah tanpa izin, sering keluar saat jam pelajaran, hingga tidak kembali ke kelas setelah istirahat. Faktor penyebabnya meliputi rendahnya motivasi belajar, kejenuhan, pengaruh teman sebaya, serta lemahnya pengawasan keluarga. Penerapan konseling kognitif perilaku dengan teknik self-monitoring dan token economy dilakukan melalui lima tahapan: asesmen awal, restrukturisasi kognitif, latihan perilaku, self monitoring, dan penguatan positif melalui token economy. Hasilnya menunjukkan perubahan signifikan pada perilaku siswa, ditandai dengan peningkatan kehadiran, kesadaran diri, dan tanggung jawab belajar. Dengan demikian, konseling kognitif perilaku yang dikombinasikan dengan self-monitoring dan token economy terbukti efektif dalam mengurangi perilaku membolos serta meningkatkan disiplin dan motivasi belajar peserta didik di sekolah. Kata Kunci: Konseling Kognitif Perilaku, Self-monitoring, Token Economy, Perilaku Membolos, Peserta Didik iii ABSTRACT Truancy is a form of disciplinary deviation that negatively affects students’ academic achievement and weakens their sense of responsibility toward school obligations. This phenomenon also occurs at SMA Negeri 1 Bangunrejo, Lampung Tengah, where several students demonstrate a high rate of absenteeism without valid reasons. Such conditions indicate the need for a counseling intervention that addresses cognitive, affective, and behavioral dimensions of students’ learning problems. This study aims to describe the characteristics of students’ truancy behavior and to explain the implementation stages of Cognitive Behavioral Counseling (CBC) using the self-monitoring and token economy techniques to reduce truancy behavior among students at SMA Negeri 1 Bangunrejo. This research employed a descriptive qualitative approach. The subjects consisted of a guidance and counseling teacher and six students identified as having frequent truancy behavior. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the interactive analysis model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Source and technique triangulation were used to ensure the validity of the findings. The results showed that students’ truancy behavior appeared in various forms, such as skipping school without permission, leaving during class hours, and not returning after breaks. The contributing factors included low learning motivation, boredom, peer influence, and lack of parental supervision. The implementation of Cognitive Behavioral Counseling through self-monitoring and token economy consisted of five stages: initial assessment, cognitive restructuring, behavioral training, self-monitoring, and positive reinforcement through token economy. The findings revealed significant behavioral improvements, including increased attendance, self-awareness, and learning responsibility. Thus, the integration of Cognitive Behavioral Counseling with self-monitoring and token economy techniques proved effective in reducing truancy behavior and fostering students’ discipline and motivation to learn. Keywords: Cognitive Behavioral Counseling, Self-monitoring, Token Economy, Truancy Behavior, Students
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Bimbingan Konseling |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 06:59 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 06:59 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42251 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


