Meisari, JONI YANTO (2026) INTERAKSI SOSIAL KEAGAMAAN DALAM TRADISI SEDEKAH BUMI DI TIYUH GUNUNG TERANG KECAMATAN GUNUNG TERANG KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Tradisi Sedekah Bumi merupakan salah satu warisan budaya religius masyarakat agraris Indonesia yang hingga kini masih bertahan sebagai bentuk ekspresi rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan keberkahan alam. Tradisi ini tidak hanya mengandung makna spiritual sebagai ungkapan keimanan dan ketundukan manusia terhadap Sang Pencipta, Melalui pelaksanaan Sedekah Bumi, masyarakat terlibat dalam proses interaksi sosial keagamaan yang mencerminkan hubungan timbal balik antara nilai spiritual dan sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling untuk diwawancarai yaitu peneliti memilih informan yang memiliki kriteria yang sesuai untuk diwawancarai. Teori yang digunakan yaitu teori Intraksionisme Simbolik oleh George Herbert Mead dalam menganalisis dan membahas hasil temuan yang ada dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Sedekah Bumi di Tiyuh Gunung Terang merupakan bentuk ekspresi religius dan sosial masyarakat yang mengandung nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan pelestarian budaya lokal. Bentuk interaksi sosial yang muncul dalam tradisi yaitu interaksi Asosiatif yang meliputi akomodasi, akulturasi, dan assimilation yang diwujudkan melalui kegiatan gotong royong, musyawarah, serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, terjadi interaksi antara tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat umum yang mencerminkan komunikasi sosial yang harmonis dan memperkuat nilai toleransi serta kebersamaan antarwarga. Secara sosial, tradisi Sedekah Bumi berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan antarindividu dan antarkelompok, membangun solidaritas, serta menjaga integrasi sosial di tengah dinamika perubahan masyarakat. Secara keagamaan, tradisi ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas rezeki dan hasil bumi yang melimpah, sekaligus sebagai media untuk memperdalam spiritualitas dan memperkuat keimanan. Makna yang terkandung dalam setiap simbol dan ritual menggambarkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan, serta menjadi pedoman moral bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sosial dan religius. Kata kunci: interaksi sosial keagamaan, Sedekah Bumi, solidaritas sosial, budaya lokal. iii ABSTRACT The Earth Alms tradition is a religious cultural heritage of Indonesia's agrarian communities, still preserved today as a form of gratitude to God for the harvest and natural blessings. This tradition not only carries spiritual significance as an expression of faith and submission to the Creator, but also engages the community in a process of socio-religious interaction that reflects the reciprocal relationship between spiritual and social values. The research method used in this research is a descriptive qualitative method. The data collection method uses three methods, namely observation, interviews and documentation. The selection of informants used a purposive sampling technique to be interviewed, that is, the researcher chose informants who had appropriate criteria to be interviewed. The theory used is the symbolic interactionism theory by George Herbert Mead in analyzing and discussing the findings in the field. The research results show that the Sedekah Bumi tradition in Tiyuh Gunung Terang is a form of religious and social expression of the community that contains religious values, togetherness, and preservation of local culture. The form of social interaction that emerges in the tradition is associative interaction that includes accommodation, acculturation, and assimilation which is realized through mutual cooperation activities, deliberation, and active participation of all levels of society. In its implementation, interactions occur between traditional leaders, religious leaders, youth, and the general public that reflect harmonious social communication and strengthen the values of tolerance and togetherness among residents. Socially, the Sedekah Bumi tradition functions as a means of strengthening relationships between individuals and groups, building solidarity, and maintaining social integration amidst the dynamics of societal change. Religiously, this tradition is a form of community gratitude to God for abundant sustenance and crops, as well as a medium to deepen spirituality and strengthen faith. The meaning contained in each symbol and ritual depicts the harmonious relationship between humans, nature, and God, and serves as a moral guideline for the community in living their social and religious lives. Keywords: socio-religious interaction, Earth Alms, social solidarity, local culture.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 03:38 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 03:38 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42227 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


