ANALISIS HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP KETIDAK HARMONISAN DALAM RUMAH TANGGA AKIBAT PERAN GANDA ISTRI KARNA SUAMI TIDAK MELAKSANAKAN KEWAJIBAN (Studi di Desa Bungkuk Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur)

GITA, INDRI YANTI (2026) ANALISIS HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP KETIDAK HARMONISAN DALAM RUMAH TANGGA AKIBAT PERAN GANDA ISTRI KARNA SUAMI TIDAK MELAKSANAKAN KEWAJIBAN (Studi di Desa Bungkuk Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 GITA.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK GITA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Fenomena peran ganda ini semakin banyak terjadi seiring dengan perubahan sosial dan ekonomi, di mana banyak perempuan turut serta dalam mencari nafkah untuk membantu kesejahteraan keluarga. Meskipun demikian, dalam menjalankan peran ganda ini, istri sering menghadapi tantangan, seperti tekanan psikologis, kelelahan, dan kesulitan dalam membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.Dari perspektif Islam konsep peran ganda istri harus tetap berlandaskan pada prinsip keadilan dan keseimbangan dalam rumah tangga. Islam mengajarkan pentingnya musyawarah dan kerja sama antara suami dan istri dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing. Seorang istri diperbolehkan bekerja selama tidak mengabaikan tugasnya sebagai ibu dan istri serta tetap menjaga nilainilai syariat. Namun, jika peran ganda tersebut menimbulkan beban yang berlebihan dan mengganggu keharmonisan rumah tangga, maka perlu adanya solusi yang berlandaskan prinsip Islam, seperti pembagian tugas yang lebih adil serta dukungan dari suami dan keluarga. Oleh karena itu, dalam menghadapi dinamika peran ganda ini, keseimbangan dan komunikasi yang baik antara suami istri menjadi kunci dalam menciptakan rumah tangga yang harmonis dan penuh keberkahan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana latar belakang persoalan tentang peran ganda istri dalam rumah tangga karena suami tidak melaksanakan kewajiban di desa bungkuk kecamatan marga sekampung kabupaten lampung timur, serta untuk mengetahui bagaimana kesesuaian dalam hukum keluarga Islam terkait ketidak harmonisan dalam rumah tangga akibat peran ganda istri karena suami tidak melaksanakan kewajiban di desa bungkuk kecamatan marga sekampung kabupaten lampung timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakuakn melalui wawancara dan dokumentasi, sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa Peran ganda istri dalam rumah tangga sering kali terjadi ketika suami tidak menjalankan kewajibannya sebagai pencari nafkah, sehingga istri harus bekerja sekaligus mengurus keluarga. Kondisi ini dapat menimbulkan tekanan fisik dan psikologis bagi istri, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Dalam hukum keluarga Islam, pernikahan dibangun di atas prinsip keadilan dan keseimbangan peran antara suami dan istri, di mana suami memiliki kewajiban utama untuk menafkahi keluarga sebagaimana disebutkan dalam QS. an-Nisā’ ayat 34. Hukum keluarga Islam menekankan pentingnya kerja sama dan kesalingan (mubādalah) dalam rumah tangga dan menolak kondisi dimana beban hanya ditanggung oleh satu pihak, terutama jika hal itu berakibat pada ketidakharmonisan dalam pernikahan. ABSTRACT This dual role phenomenon is increasingly occurring along with social and economic changes, where many women are involved in earning a living to help the welfare of the family. However, in carrying out this dual role, wives often face challenges, such as psychological stress, fatigue, and difficulty in dividing time between work and family. From an Islamic perspective, the concept of a wife's dual role must remain based on the principles of justice and balance in the household. Islam teaches the importance of deliberation and cooperation between husband and wife in carrying out their respective responsibilities. A wife is allowed to work as long as she does not neglect her duties as a mother and wife and maintains the values of sharia. However, if this dual role causes an excessive burden and disrupts household harmony, then a solution is needed that is based on Islamic principles, such as a fairer division of tasks and support from the husband and family. Therefore, in dealing with the dynamics of this dual role, balance and good communication between husband and wife are the keys to creating a harmonious and blessed household. The problem in this study is to find out the background of the problem of the wife's dual role in the household because the husband does not carry out his obligations in Bungkuk Village, Marga Sekampung District, East Lampung Regency, and to find out how the suitability of Islamic family law is related to disharmony in the household due to the wife's dual role because the husband does not carry out his obligations in Bungkuk Village, Marga Sekampung District, East Lampung Regency. This study uses a field research type. Data collection was carried out through interviews and documentation, the data sources used consisted of primary and secondary data. The results of the study stated that the wife's dual role in the household often occurs when the husband does not carry out his obligations as a breadwinner, so that the wife has to work and take care of the family at the same time. This condition can cause physical and psychological stress for the wife, which ultimately has the potential to cause disharmony in the household. In Islamic family law, marriage is built on the principle of justice and balance of roles between husband and wife, where the husband has the main obligation to provide for the family as stated in QS. an-Nisā’’ verse 34. Islamic family law emphasizes the importance of cooperation and mutual assistance (mubadālah) in the household and rejects conditions where the burden is borne by only one party, especially if it results in disharmony in the marriage.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 12 Jan 2026 08:14
Last Modified: 12 Jan 2026 08:14
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42222

Actions (login required)

View Item View Item