MELI, NOVITA (2026) TINJAUAN SIYĀSAH TANFĪŻIYYAH DALAM PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA WANITA YANG BEKERJA PADA SHIFT MALAM MENURUT PASAL 76 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGA KERJAAN (Studi pada pekerja wanita di Mie Gacoan Antasari Kota Bandar lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Tingginya tuntutan ekonomi di era modern mendorong banyak wanita untuk berpartisipasi aktif dalam dunia kerja guna membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun, partisipasi tersebut seringkali tidak di imbangi dengan pemenuhan hak-hak normatif pekerja wanita sebagaimana di atur dalam peraturan perundang-undangan. Masyarakat kerap memandang tenaga kerja wanita sebagai kelompok yang lemah, padahal secara pendidikan dan keterampilan mereka memiliki kemampuan yang tidak kalah dibandingkan tenaga kerja laki-laki. Dalam dunia kerja yang profesional, perbedaan gender seharusnya tidak menjadi tolok ukur dalam pemberian hak dan kewajiban. Berdasarkan Pasal 76 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pengusaha wajib memberikan perlindungan khusus kepada pekerja wanita yang bekerja pada malam hari, termasuk penyediaan makanan bergizi, jaminan keamanan, serta fasilitas antar-jemput. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan perlindungan hukum bagi pekerja wanita yang bekerja pada shift malam dan meninjau implementasinya berdasarkan perspektif Siyāsah Tanfīżiyyah, yaitu kebijakan pelaksanaan hukum Islam yang berkaitan dengan tanggung jawab pemerintah dan penguasa dalam menjamin keadilan sosial. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis empiris, serta didukung oleh penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perlindungan hukum bagi pekerja wanita yang bekerja pada shift malam di Mie Gacoan Antasari Kota Bandar Lampung belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Pasal 76 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Ditemukan bahwa fasilitas antar-jemput belum tersedia, tidak adanya petugas keamanan (security), serta belum terpenuhinya hak-hak normatif seperti jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) dan pemberian makanan bergizi. Dalam perspektif Siyāsah tanfīżiyyah, hal ini menggambarkan lemahnya pelaksanaan tanggung jawab pengusaha dan pemerintah dalam menjamin kemaslahatan serta keadilan bagi pekerja wanita. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya serius dalam memperkuat perlindungan hukum bagi pekerja wanita melalui pengawasan ketenagakerjaan yang ketat, pelaksanaan sanksi terhadap pengusaha yang melanggar, serta penerapan nilai-nilai keadilan Islam dalam bentuk Siyāsah Tanfīżiyyah untuk mewujudkan perlindungan hukum yang adil dan berkeadaban. ABSTRACT The increasing economic demands of the modern era have encouraged many women to actively participate in the workforce to help improve family welfare. However, such participation is often not accompanied by the fulfillment of women workers’ normative rights as stipulated in labor legislation. Society frequently views female workers as a vulnerable group, even though, in terms of education and skills, they are no less competent than their male counterparts. In a professional work environment, gender differences should not serve as a measure in determining rights and obligations. According to Article 76 of the Law of the Republic of Indonesia Number 13 of 2003 concerning Manpower, employers are required to provide special protection for female workers who work night shifts, including the provision of nutritious meals, security guarantees, and transportation facilities. The purpose of this study is to determine the implementation of legal protection for female workers who work on night shifts and review its implementation based on the perspective of Siyāsah Tanfīżiyyah, namely the policy of implementing Islamic law related to the responsibility of the government and authorities in ensuring social protection. The type of research used is field research (field research) with an empirical juridical approach, and supported by library research (library research). Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed descriptively qualitatively. The findings reveal that the implementation of legal protection for female night shift workers at Mie Gacoan Antasari, Bandar Lampung, has not fully complied with Article 76 of Law Number 13 of 2003. It was found that transportation facilities are unavailable, security personnel are absent, and several normative rights such as labor social security (Jamsostek) and the provision of nutritious meals have not been fulfilled. From the perspective of Siyāsah Tanfīżiyyah, this indicates a weakness in the implementation of employer and government responsibilities to ensure welfare and justice for female workers. The study concludes that serious efforts are still needed to strengthen legal protection for female workers through stricter labor supervision, the enforcement of sanctions against non-compliant employers, and the application of Islamic justice principles through Siyāsah Tanfīżiyyah to achieve fair and civilized legal protection.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 04:05 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 04:05 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42128 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


