TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PESANAN DILUAR APLIKASI GOJEK (Studi pada Driver Gojek Kelurahan Rajabasa Nunyai Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung)

AGUNG, WIKRA WARDANA (2026) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PESANAN DILUAR APLIKASI GOJEK (Studi pada Driver Gojek Kelurahan Rajabasa Nunyai Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT BAB 1 DAN 2.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of ctk. AGUNG WIKRA WARDANA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap Pesanan di Luar Aplikasi Gojek dengan studi kasus pada driver Gojek di Kelurahan Rajabasa Nunyai, Bandar Lampung. Fenomena pesanan di luar aplikasi Gojek terjadi ketika customer melakukan pemesanan melalui aplikasi, namun kemudian meminta driver untuk membeli barang tambahan di luar transaksi yang tercatat pada sistem Gojek. Praktik ini menimbulkan permasalahan dari sisi hukum ekonomi syariah, terutama terkait kejelasan akad, transparansi harga, serta keadilan dalam transaksi. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pesanan diluar aplikasi gojek pada driver gojek Kelurahan Rajabasa Nunyai dan juga bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap pesanan diluar aplikasi Gojek pada Diver Gojek Kelurahan Rajabasa Nunyai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik pesanan di luar aplikasi terjadi serta bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik tersebut kemudian juga untuk menjelaskan pesanan diluar aplikasi gojek pada driver gojek Kelurahan Rajabasa Nunyai dan juga untuk menjelaskan Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap pesanan diluar aplikasi gojek pada driver gojek Kelurahan Rajabasa Nunyai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan juga menggunakan metode penelitian field riset. Data diperoleh melalui wawancara dengan driver dan customer Gojek di Kelurahan Rajabasa Nunyai yang pernah terlibat dalam transaksi di luar aplikasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah akad ijārah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pesanan di luar aplikasi ini belum jelas akadnya dikarenakan tidak ada kejelasan dalam biaya tambahan dan harga barang yang ingin dibelikan sehingga berpotensi menimbulkan kerugian, baik bagi driver maupun customer, akibat tidak adanya kesepakatan yang jelas mengenai harga, upah, dan tanggung jawab dalam transaksi. Dari perspektif hukum ekonomi syariah, praktik ini dapat menimbulkan akad yang fasid apabila tidak memenuhi rukun dan syarat akad, seperti ketentuan dalam akad ijārah. Oleh karena itu, perlu adanya kesepakatan yang jelas dan transparan antara kedua belah pihak agar transaksi tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip syariah seperti keadilan (’adl), kejelasan (bayyinah), dan kerelaan (taradhi). ABSTRACT This study discusses the Sharia Economic Law Review of Gojek Outof-App Orders, using a case study of Gojek drivers in Rajabasa Nunyai Village, Bandar Lampung. The phenomenon of out-of-app orders occurs when customers place orders through the app but then ask the driver to purchase additional items outside the transaction recorded in the Gojek system. This practice raises issues from a Sharia economic law perspective, particularly regarding contract clarity, price transparency, and transaction fairness. The research problem is how out-of-app orders are handled by Gojek drivers in Rajabasa Nunyai Village and how the Sharia Economic Law Review of out-of-app orders is handled by Gojek drivers in Rajabasa Nunyai Village. This study aims to understand how out-of-app orders occur, how the Sharia economic law review relates to these practices, and to explain the nature of out-of-app orders for Gojek drivers in Rajabasa Nunyai Village. This study employed a qualitative method with a descriptive-analytical approach and field research. Data were obtained through interviews with Gojek drivers and customers in Rajabasa Nunyai Village who had engaged in off-app transactions. The sampling technique used was purposive sampling and the theory use in this research is a ijarah contract. The results indicate that the practice of ordering off-app transactions is unclear due to the lack of clarity regarding additional fees and the price of the purchased goods. This has the potential to cause losses for both drivers and customers due to the lack of a clear agreement regarding price, wages, and responsibilities in the transaction. From a Sharia economic law perspective, this practice can result in an invalid contract if it does not fulfill the pillars and requirements of the contract, such as the provisions of the ijarah contract. Therefore, a clear and transparent agreement is necessary between both parties to ensure that the transaction complies with Sharia principles such as justice ('adl), clarity (bayyinah), and willingness (taradhi).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 05 Jan 2026 03:58
Last Modified: 05 Jan 2026 03:58
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42089

Actions (login required)

View Item View Item