PENGEMBANGAN KESADARAN SOSIAL MELALUI PENDEKATAN KEAGAMAAN PADA MAJLIS TA’LIM MASJID AL-MUKHLISIN KELURAHAN KORPRI RAYA SUKARAME BANDAR LAMPUNG

Arinda, Gusti Ningrum (2025) PENGEMBANGAN KESADARAN SOSIAL MELALUI PENDEKATAN KEAGAMAAN PADA MAJLIS TA’LIM MASJID AL-MUKHLISIN KELURAHAN KORPRI RAYA SUKARAME BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 ARINDA.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK ARINDA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pengembangan Kesadaran Sosial melalui Pendekatan Keagamaan pada Majlis Ta’lim Masjid AlMukhlisin Kelurahan Korpri Raya Sukarame Bandar Lampung”. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masyarakat di sekitar Masjid Al Mukhlisin mengalami penurunan kesadaran sosial akibat modernisasi, kesibukan, dan gaya hidup yang semakin individualistik. Masyarakat tersebut lebih fokus pada urusan pribadi sehingga kepedulian terhadap lingkungan sosial ikut melemah. Akibatnya, partisipasi dalam kegiatan sosial keagamaan juga menurun karena dianggap sebagai urusan pribadi saja. Padahal, dalam Islam, ibadah tidak hanya berkaitan dengan hubungan kepada Tuhan, tetapi juga hubungan antar sesama manusia. Untuk itu, peran majlis ta’lim sangat membantu dalam mengembangan kesadaran sosial pada Masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana proses pengembangan kesadaran sosial yang mencakup empati, kepedulian dan solidaritas melalui pelaksanaan dakwah bil hal yang diterapkan dalam kegiatan Majlis Ta’lim Masjid Al Mukhlisin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang dikumpulkan berupa observasi yaitu mendatangi langsung ke lokasi penelitian di Masjid Al Mukhlisin Kelurahan Korpri Raya, dokumentasi terkait dengan pelaksanaan dakwah bil hal, wawancara mendalam diperoleh dari beberapa informan yaitu, ketua Majlis Ta’lim, koordinator bidang sosial dan 10 jamaah dengan kriteria jamaah yang sudah lama bergabung dan aktif dalam pengajian juga kegiatan sosial, jamaah yang kurang dari 3 tahun bergabung, aktif mengikuti pengajian dan kegiatan sosial, jamaah yang sesekali hadir dalam pengajian dan kegiatan sosial, serta jamaah sebagai penerima manfaat dari kegiatan sosial. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui teknik reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan untuk mendeskripsikan bagaimana proses pengembangan kesadaran sosial melalui dakwah bil hal yang dilaksanakan sesuai dengan rumusan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan keagamaan dalam hal ini dakwah bil hal mampu mengembangkan kesadaran sosial yang mencakup empati, kepedulian dan solidaritas sosial pada jamaah di lingkungan Majlis Ta’lim Masjid Al-Mukhlisin. Pengembangan empati sosial tumbuh melalui kegiatan seperti rukun kematian, santunan anak yatim, dan menjenguk orang sakit, pengembangan kepedulian sosial terinternalisasi melalui programiii santunan beras bagi masyarakat miskin dan lansia dan pengembangan solidaritas sosial terlihat melalui pelaksanaan program Jumat Berkah. Pada proses pengembangan kesadaran sosial ini dilakukan secara bertahap melalui pemberian pemahaman konseptual, pelibatan jamaah dengan aksi nyata, hingga pembiasaan yang melahirkan perilaku sadar pada lingkungan sosialnya. Kegitan dakwah bil hal ini terbukti efektif karena tidak saja menyampaikan pesan kebaikan melalui lisan, tetapi juga bisa diwujudkan dalam praktik yang nyata, sehingga pesan keagamaan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh jamaah. ABSTRACT This research is entitled “The Development of Social Awareness through a Religious Approach at Majlis Ta‟lim Masjid AlMukhlisin, Korpri Raya Subdistrict, Sukarame, Bandar Lampung.” is based on the issue that the community around Al-Mukhlisin Mosque has experienced a decline in social awareness due to modernization, busy lifestyles, and increasingly individualistic behavior. People have become more focused on their personal affairs, resulting in weakened social concern for their surrounding environment. Consequently, participation in social-religious activities has also decreased, as such activities are perceived as purely personal matters. In fact, in Islam, worship does not only concern one‟s relationship with God but also one‟s relationship with fellow human beings. Therefore, the role of the majlis ta‟lim is crucial in helping develop social awareness among the surrounding community. The purpose of this research is to describe the process of developing social awareness which includes empathy, concern, and solidarity through the implementation of dakwah bil hal in the activities of the Majlis Ta‟lim of Masjid Al-Mukhlisin. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The data collected include observations carried out directly at Masjid Al-Mukhlisin in Korpri Raya, documentation related to the implementation of dakwah bil hal, and in-depth interviews conducted with several informants, namely: the head of the Majlis Ta‟lim, the social program coordinator, and 10 jamaah members with varying criteria members who have long been active in both the study sessions and social activities, members who have joined for less than three years but are active, members who attend occasionally, and members who are beneficiaries of the social programs. The data obtained were then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing to describe the process of developing social awareness through dakwah bil hal in accordance with the research questions. The results of this research show that the religious approach, particularly dakwah bil hal, is effective in developing social awareness which includes empathy, concern, and social solidarity among the jamaah of the Majlis Ta‟lim of Masjid Al-Mukhlisin. The development of social empathy grows through activities such as funeral associations, donations for orphans, and visiting the sick; the development of social care is internalized through rice assistance programs for the poor and the elderly; and the development of socialv solidarity is reflected in the implementation of the Friday Blessing (Jumat Berkah) program. The process of developing social awareness is carried out in stages, starting with providing conceptual understanding, involving jamaah in real actions, and forming habits that cultivate socially aware behavior. The implementation of dakwah bil hal has proven effective because it does not only deliver moral messages verbally but also translates them into concrete practices, making the religious teachings conveyed easier for the jamaah to understand and internalize.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pengembangan Masyarakat Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 29 Dec 2025 04:30
Last Modified: 29 Dec 2025 04:30
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42081

Actions (login required)

View Item View Item