BELLA, SEPTIANA (2025) INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA PADA SILA KE 5 DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK KELAS V DI MIN 2 PRINGSEWU. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Internalisasi dapat diartikan sebagai proses Penghayatan, Pendalaman, dan Penguasaan secara mendalam yang berlangsung melalui pembinaan dan bimbingan. Jika internalisasi bisa dilakukan melalui proses pembinaan dan bimbingan, maka peran pendidikan nilai sangat penting. Pancasila sebagai suatu sistem nilai adalah serangkaian nilai yang ada dalam pemaknaan Pancasila. Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi pedoman bagi terselenggaranya kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Dengan adanya nilai-nilai pancasila maka Karakter akan terbentuk sebagai hasil dari tiga pemahaman hubungan yang pasti dialami setiap manusia, yaitu hubungan dengan diri sendiri, dengan lingkungan dan hubungan dengan allah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yakni penelitian yang di arahkan untuk memaparkan gejala-gejala, fakta, atau kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai populasi atau daerah tertentu. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan verifikasi. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Proses internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pembentukan karakter peserta didik kelas V MIN 2 Pringsewu telah berjalan cukup baik dengan melalui keteladanan guru, kegiatan pembelajaran, serta interaksi sehari-hari di kelas. Hal ini ditujukan dengan Peserta didik mulai menunjukkan perubahan karakter seperti sikap jujur, menghormati hak teman, menghargai karya orang lain, serta mampu menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban meskipun belum merata pada seluruh siswa. Penerapan internalisasi nilai sila ke-5 juga membawa dampak positif berupa meningkatnya kedisiplinan, kepedulian, kemampuan bekerja sama, serta sikap saling menghargai. Namun demikian, perubahan karakter masih berkembang secara bertahap. Proses internalisasi didukung oleh komitmen guru, dukungan dewan guru lainnya, dan kebijakan madrasah yang mendorong pembentukan karakter. Sementara itu, faktor penghambat utama meliputi perbedaan karakter tiap peserta didik, masih adanya perilaku negatif seperti mengejek teman, kurang fokus saat belajar, serta pengaruh lingkungan luar sekolah dan media sosial yang tidak dapat sepenuhnya diawasi oleh guru. Kata Kunci: Internalisasi Nilai, Pancasila Sila ke-5, Pembentukan Karakter. ii ABSTRACT Internalization can be interpreted as a process of deep understanding, appreciation, and mastery that occurs through guidance and supervision. If internalization can be carried out through coaching and guidance, then the role of value-based education becomes very important. Pancasila, as a value system, is a set of values contained within the meaning of Pancasila. These values then serve as the foundation for the implementation of national and state life in Indonesia. With the existence of Pancasila values, character can be formed as the result of three essential relationships experienced by every human being—one’s relationship with oneself, the environment, and God. This study is a descriptive qualitative research, which aims to describe phenomena, facts, or events systematically and accurately regarding a particular population or area. The data collection methods used in this research include observation, interviews, and documentation. The data analysis technique consists of three stages: data reduction, data presentation, and conclusion verification. The validity of the data in this qualitative study was ensured through data triangulation. The results of this study show that the process of internalizing Pancasila values in shaping the character of fifth-grade students at MIN 2 Pringsewu has been carried out quite well through teacher role modeling, learning activities, and daily classroom interactions. This is evidenced by the students’ gradual character changes, such as honesty, respect for others' rights, appreciation of others' work, and the ability to balance rights and responsibilities, although these changes have not yet been evenly demonstrated by all students. The implementation of Pancasila’s fifth principle has also had a positive impact, including increased discipline, empathy, cooperation, and mutual respect. However, character development is still progressing gradually. The internalization process is supported by teacher commitment, support from other educators, and school policies oriented toward character formation. Meanwhile, the main inhibiting factors include differences in students’ individual characteristics, the persistence of negative behaviors such as teasing peers and lack of focus during learning, as well as external environmental influences and social media, which cannot be fully monitored by teachers. Keywords: Value Internalization, Fifth Principle of Pancasila, Character Building.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 08:02 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 08:02 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42066 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


