NURUL, LUTFIA (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI NAKENI PADA MASYARAKAT SUKU BANTEN (Studi Pada Masyarakat Adat Banten di Kelurahan Kota Karang Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Indonesia adalah negara yang dibangun oleh pilar-pilar keragaman, baik itu etnik, budaya, adat maupun agama. Begitu pun dalam perkawinan, ada banyak tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di berbagai daerah, seperti tradisi nakeni pada masyarakat suku Banten di Kelurahan Kota Karang Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung. Oleh sebab itu perlu adanya rumusan masalah sebagai berikut : 1) Bagaimana tradisi nakeni pada masyarakat suku Banten studi di Kelurahan Kota Karang Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung? 2) Bagaimana Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Nakeni pada masyarakat suku Banten studi di Kelurahan Kota Karang Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung? Tujuan masalah dalam penelitian ini yaitu : 1) Untuk mengetahui bagaimana tradisi nakeni pada masyarakat suku Banten studi di Kelurahan Kota Karang Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung. 2) Untuk mengetahui bagaimana Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Nakeni Pada Masyarakat suku Banten studi di Kelurahan Kota Karang Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung. Adapun jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research) yang memperoleh data langsung di lapangan. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif, yang bersifat deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara, dan dokumentasi. Sampel yang diambil berjumlah 5 pasang suami istri, tokoh agama dan tokoh adat. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari hasil wawancara dengan informan, sedangkan sumber data sekunder didapat dari buku, Koran, majalah, media sosial, jurnal dan lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan tradisi Nakeni pada masyarakat suku Banten Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung tidak bertentangan dengan syariat Islam karena pelaksanaannya berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam. Tradisi ini diperbolehkan dalam Islam karena merupakan „urf ṣaḥīḥ, kebiasaan yang berulang, diterima banyak orang, sopan, dan tidak bertentangan dengan nash, tidak menghilangkan kemaslahatan dan tidak pula membawa mudharat. Nakeni menjadi contoh harmonisasi antara adat dan syariat Islam dalam kehidupan sosial Masyarakat. Kata Kunci: Adat Banten, Hukum Islam, Nakeni. iv ABSTRACT Indonesia is a country built on the pillars of diversity, be it ethnic, cultural, customary or religious. Likewise, in marriage, there are many traditions carried out by people in various regions, such as the tradition of nakeni in the Banten tribe community in Kota Karang Village, Teluk Betung Timur District, Bandar Lampung City. Therefore, it is necessary to formulate the following problems: 1) How is the tradition of nakeni in the Banten tribe community studied in Kota Karang Village, Teluk Betung Timur District, Bandar Lampung City? 2) How is the Islamic Law Review of the Nakeni Tradition in the Banten tribe community studied in Kota Karang Village, Teluk Betung Timur District, Bandar Lampung City? The objectives of this study are: 1) To find out how the tradition of nakeni in the Banten tribe community is studied in Karang City Village, Teluk Betung Timur District, Bandar Lampung City. 2) To find out how Islamic Law Review of the Nakeni Tradition in the Banten tribe community studied in Karang City Village, Teluk Betung Timur District, Bandar Lampung City. The type of research used by the author is field research that obtains data directly in the field. The research method used is a qualitative research method, which is descriptive in nature. This research uses interview techniques, and documentation. The samples taken amounted to 5 pairs of husband and wife, religious leaders and traditional leaders. The data sources in this study use primary data sources, namely data obtained directly from interviews with informants, while secondary data sources are obtained from books, newspapers, magazines, social media, journals and others. The results of this study show that the Nakeni tradition in the Banten tribal community, Karang City Village, Teluk Betung Timur District, Bandar Lampung City does not contradict Islamic sharia because its implementation is based on Islamic principles. This tradition is permissible in Islam because it is a 'urf ṣaḥīḥ, a recurring custom, accepted by many, polite, and not contrary to the nash, does not eliminate the benefits and does not bring harm.Nakeni is an example of harmonization between Islamic customs and sharia in the social life of the community. Keywords: Banten Customs, Islamic Law, Nakeni.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 04:08 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 04:13 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42046 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


